By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Bukan Sekadar Horor, Para Perasuk Tawarkan Ritual Sambetan Penuh Makna dan Obsesi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bukan Sekadar Horor, Para Perasuk Tawarkan Ritual Sambetan Penuh Makna dan Obsesi

Film

Bukan Sekadar Horor, Para Perasuk Tawarkan Ritual Sambetan Penuh Makna dan Obsesi

Jack
By
Jack
3 months ago
Share
4 Min Read
Pemain dan pembuat film “Para Perasuk” dalam konferensi pers. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Sutradara Wregas Bhanuteja kembali menghadirkan warna baru di industri perfilman Tanah Air lewat film Para Perasuk. Berbeda dari film horor pada umumnya, karya ini justru mengangkat fenomena kerasukan sebagai sumber kebahagiaan dan pelarian emosional bagi masyarakat.

Dalam film tersebut, Wregas menghadirkan tradisi fiktif bernama Pesta Sambetan, sebuah pertunjukan rakyat di Desa Latas yang memadukan ritual kerasukan dengan hiburan komunal warga. Tradisi itu menghadirkan para Perasuk yang memainkan musik untuk mengantarkan para Pelamun memasuki alam sambet, sebuah dimensi penuh euforia yang menjadi ruang pelampiasan dari tekanan hidup sehari-hari.

“Silakan gabung di pesta sambetan. Bareng-bareng kita lupain bentar ya cicilan, masalah keluarga lepasin semua di alam sambet,” bunyi dialog yang menggambarkan meriahnya pesta sambetan di Desa Latas.

Desa Latas digambarkan sebagai kawasan kecil di pinggiran kota yang menjadikan ritual kerasukan sebagai bagian dari budaya turun-temurun sekaligus hiburan masyarakat. Di balik kemeriahan itu, muncul ancaman besar berupa proyek pembangunan yang berpotensi menggusur sumber mata air keramat, tempat para Perasuk dipercaya terhubung dengan roh-roh hewan.

Konflik tersebut kemudian memicu perjuangan Bayu yang diperankan Angga Yunanda. Bayu adalah pemuda yang ingin mengubah nasib hidupnya dengan menjadi seorang Perasuk.

Kesempatan itu datang saat Guru Asri, karakter yang dimainkan Anggun C. Sasmi, mencari Perasuk baru untuk menggelar pesta sambetan demi menggalang dana penyelamatan mata air dari ancaman perusahaan Wanaria.

Bayu kemudian bertekad menjadi Perasuk Utama. Ia menjalani latihan fisik dan mental yang berat demi mampu terhubung dengan frekuensi roh-roh hewan di Desa Latas.

Film ini menghadirkan sekitar 20 roh hewan dengan pengalaman kerasukan yang berbeda-beda. Salah satunya roh bulus atau kura-kura yang membuat Pelamun merasa seperti sedang dipijat, padahal tubuh mereka sebenarnya mengalami serangan fisik di dunia nyata.

Seiring perjalanan tersebut, tekanan yang dihadapi Bayu semakin besar. Ia harus menghadapi persaingan dengan Ananto yang diperankan Bryan Domani dan Pawit yang dimainkan Chicco Kurniawan. Konflik dengan sang ayah yang diperankan Indra Birowo juga semakin memperumit hidupnya.

Baca Juga :

Ada Isu Privasi, ChatGPT Tegaskan Tak Jadikan Data dan Pertanyaan Pengguna untuk Iklan
8 Miliar MBG Tersalurkan, Standar Higienitas Jadi Fokus Utama

Di sisi lain, kedekatannya dengan Laksmi yang diperankan Maudy Ayunda membawa Bayu masuk ke dalam batas tipis antara kesadaran dan dunia halusinasi.

Film ini tidak hanya menawarkan horor dan fantasi, tetapi juga menggambarkan obsesi anak muda terhadap mimpi dan ambisi. Melalui karakter Bayu, Wregas menunjukkan bagaimana obsesi bisa perlahan menjauhkan seseorang dari lingkungan dan orang-orang terdekatnya.

Cerita tersebut juga menjadi refleksi pribadi Wregas terhadap perjalanannya di dunia perfilman. Ketertarikannya pada dunia visual sejak muda disebut perlahan berubah menjadi obsesi yang membuatnya menjauh dari orang-orang di sekitarnya.

Dari sisi akting, penampilan para pemain menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Angga Yunanda tampil totalitas lewat transformasi karakter Bayu dari sosok polos menjadi pribadi yang terobsesi. Penampilannya memainkan alat musik slompret hingga adegan kerasukan dengan gerakan tubuh intens memberi nuansa kuat pada perjalanan karakter tersebut.

Sementara itu, Maudy Ayunda sukses menghadirkan karakter Laksmi dengan emosi yang kuat tanpa terasa berlebihan. Harmoni antara musik, tarian, dan ekspresi emosional membuat karakternya tampil memikat.

Tak kalah mencuri perhatian, Anggun C. Sasmi tampil kuat sebagai Guru Asri dengan karakter pemimpin tegas namun tetap memiliki sisi hangat dan manusiawi.

Lewat pendekatan visual yang imersif, Para Perasuk berhasil membangun dunia fiksi yang terasa hidup dan penuh energi. Ritual sambetan dalam film ini bukan sekadar tradisi mistis, melainkan simbol pelarian masyarakat dari tekanan hidup modern.

Meski pada awal cerita penonton mungkin perlu waktu untuk memahami dunia yang dibangun, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang unik dan berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia.

Film Para Perasuk sudah tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026.

You Might Also Like

Transformasi Hugh Jackman Jadi Robin Hood Brutal Curi Perhatian, Fans Sampai Tak Mengenalinya
Prilly Latuconsina Siapkan Program Baru FFI 2026 untuk Cetak Sineas Masa Depan
Film Tanah Runtuh Siap Tayang, Sajikan Perjuangan Bertahan Hidup di Tengah Konflik Poso
Ario Bayu Ungkap Alasan Morgan Oey dan Nirina Zubir Dipilih Jadi Duta FFI 2026
Jakarta Gandeng Netflix, Siap Wujudkan Ambisi Jadi Kota Sinema Asia Tenggara
TAGGED:Film BioskopFilm HororFilm Kerasukan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Janice Tjen/Aldila Sutjiadi Melaju Mulus ke 16 Besar Madrid Open 2026
Next Article Ditjenpas Pindahkan 263 Napi High Risk ke Nusakambangan, Fokus Berantas Narkoba di Lapas
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Film

Gandeng Bayu Skak, Sinemart Garap Animasi Unik Berlatar Madura

4 weeks ago
Film

Woody hingga Buzz Sambut Pengunjung, Toy Story 5 Ramaikan Cinema XXI

4 weeks ago
Film

Badut Gendong Perluas Semesta Qodrat, Hadirkan Teror Baru yang Lebih Gelap

2 months ago
Film

‘Nobody Loves Kay’ Bukan Sekadar Film E-sports, Ini Cerita Tentang Ambisi dan Mental Anak Muda

2 months ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index