By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Anak Muda Indonesia Buktikan Diri, Tiga Mahasiswa PENS Juara di Manila
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda Indonesia Buktikan Diri, Tiga Mahasiswa PENS Juara di Manila

Event

Anak Muda Indonesia Buktikan Diri, Tiga Mahasiswa PENS Juara di Manila

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Mahasiswa PENS raih prestasi internasional setelah berhasil membawa pulang medali emas dan perunggu dalam ajang The 14th Worldskills ASEAN (WSA) Competition 2025 di Manila, Filipina. Kompetisi yang berlangsung pada September 2025 itu diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara dan mempertandingkan 32 bidang keterampilan.

Contents
Perjalanan Panjang Menuju Ajang InternasionalTantangan Ketat di Worldskills ASEAN 2025Momen Mengejutkan dan Strategi MenangDukungan Penuh dari Kampus PENSInspirasi untuk Generasi Muda IndonesiaHarapan untuk Masa Depan

Keberhasilan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu bersaing di level global. Pencapaian tersebut sekaligus mempertegas posisi PENS sebagai salah satu kampus vokasi terbaik di Indonesia yang terus melahirkan talenta muda berkualitas. Tidak hanya membanggakan keluarga besar PENS, kemenangan ini juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

Tiga mahasiswa yang meraih prestasi tersebut adalah M. Henry Akmal dari Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika, Reno Surya Permana dari Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika, dan Ro’Uf Aufa Rifqi dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri. Dengan bimbingan intensif serta semangat juang tinggi, mereka berhasil menyingkirkan pesaing dari berbagai negara dan membuktikan kapasitas mahasiswa vokasi Indonesia.

Perjalanan Panjang Menuju Ajang Internasional

Prestasi internasional yang diraih mahasiswa PENS tentu tidak datang begitu saja. Ketiganya melewati proses seleksi yang panjang sejak duduk di bangku SMK. Ro’Uf Aufa Rifqi bercerita bahwa ia dan rekannya, Reno Surya Permana, sama-sama berasal dari SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Sejak kelas XI, keduanya aktif mengikuti berbagai lomba, mulai dari seleksi daerah hingga Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi.

“Berawal dari keberhasilan kami lolos seleksi daerah, kemudian lanjut ke LKS tingkat Nasional di Lampung 2024. Dari situ, kami mendapat kesempatan mengikuti pembekalan khusus sebelum akhirnya melaju ke tingkat ASEAN,” tutur Ro’Uf.

Selepas LKS Nasional, perjuangan mereka belum selesai. Masih ada berbagai seleksi tambahan yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Hanya peserta terbaik yang akhirnya terpilih untuk memperkuat Tim Indonesia di ajang Worldskills ASEAN 2025. Selain itu, mereka juga mendapat pembekalan khusus di PT FESTO yang memberikan pelatihan intensif terkait bidang kompetisi masing-masing.


Tantangan Ketat di Worldskills ASEAN 2025

PENS.

Kompetisi Worldskills ASEAN 2025 di Manila menghadirkan tantangan yang tidak mudah. Ro’Uf dan Reno harus berjuang di bidang Mekatronika melawan peserta dari lima negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan tuan rumah Filipina. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, keduanya berhasil membawa pulang dua medali perunggu.

“Melawan peserta dari lima negara dengan soal-soal tingkat tinggi tentu bukan perkara mudah. Tapi kami bersyukur bisa menyumbangkan dua Bronze Medal untuk Indonesia,” ungkap Ro’Uf.

Sementara itu, M. Henry Akmal bertanding di bidang Collaborative Robot, kategori baru yang pertama kali dilombakan tahun ini. Bidang ini menuntut peserta untuk menyelesaikan soal berbasis robotika yang langsung diselaraskan dengan kebutuhan industri.

Baca Juga :

Toxic Friendship: 7 Tanda Kamu Harus Jaga Jarak
Prabowo Dapat Undangan Khusus dari Putin untuk Hadiri Event Besar di Rusia

Karena bidangnya baru, Henry harus melakukan persiapan ekstra. Ia terpilih mengikuti pelatihan di Training Center PT. Alpha Karya Mechatronics, Tangerang, sejak April hingga Agustus 2025. Di sana, ia mempelajari berbagai keterampilan teknis yang mendukung kompetisi internasional.

Momen Mengejutkan dan Strategi Menang

Henry menceritakan pengalaman mengejutkan ketika menghadapi peserta dari Brunei, Malaysia, dan Filipina. Ternyata, ketiga negara tersebut sudah terbiasa berlatih menggunakan robot dengan bahasa pemrograman yang sama dengan soal lomba. Sementara Henry dan tim selama ini hanya berlatih dengan produk berbeda, yaitu Schneider.

“Kami benar-benar sempat terdiam ketika tahu lawan sudah terbiasa dengan sistem yang sama dengan soal lomba. Mereka terlihat sangat siap, terutama peserta dari Malaysia. Tapi kami tidak menyerah. Justru kondisi itu membuat kami berpikir lebih keras dan mencari strategi cepat untuk bisa menyelesaikan soal,” kenang Henry.

Hasilnya, kerja keras tersebut membuahkan hasil manis. Henry berhasil meraih medali emas di bidang Collaborative Robot.

“Syukur Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, kami bisa membuktikan bahwa mahasiswa PENS mampu meraih Gold Medal dengan poin tertinggi,” tambahnya.

Dukungan Penuh dari Kampus PENS

Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PENS, Kholid Fathoni, S.Kom, MT, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. Ia menegaskan bahwa meski proses pelatihan tidak seluruhnya dilakukan di kampus, keberhasilan ini tetap mencerminkan kualitas mahasiswa vokasi Indonesia.

“Kebanggaan besar bagi PENS bisa menjadi bagian dari proses teman-teman mahasiswa. Prestasi ini membuktikan kualitas mahasiswa pendidikan tinggi vokasi. Kami di PENS mendukung penuh Tim Indonesia melalui ajang internasional bergengsi ini, dan hasilnya mereka berhasil membawa pulang tiga medali,” jelas Kholid.

Lebih lanjut, Kholid menegaskan bahwa PENS terbuka untuk menjadi kampus tujuan bagi alumni SMK, SMA, maupun MA. Menurutnya, baik siswa berprestasi maupun yang masih mencari jati diri tetap bisa berkembang bersama PENS melalui berbagai jalur seleksi yang tersedia.


Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia

Kisah tiga mahasiswa PENS yang berhasil meraih prestasi internasional ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di level dunia. Dengan kerja keras, tekad, dan dukungan yang tepat, anak muda Indonesia mampu bersaing dengan mahasiswa terbaik dari negara lain.

Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata pentingnya pendidikan vokasi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil secara praktik. Keberhasilan mahasiswa PENS di ajang Worldskills ASEAN adalah contoh nyata bagaimana keterampilan praktis mampu mengantarkan mereka pada prestasi dunia.

Harapan untuk Masa Depan

Dengan raihan emas dan perunggu, mahasiswa PENS telah menorehkan sejarah baru. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi generasi berikutnya untuk terus berani mencoba, berkompetisi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

“Kami akan terus memfasilitasi bakat dan minat mahasiswa agar mereka bisa berkembang dan mewujudkan cita-citanya. Semoga prestasi ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak juara dunia dari PENS di masa depan,” pungkas Kholid.

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta
TAGGED:PENSWorld Skills ASEAN
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article POV: Tradisi Sekolah Paling Unik di Dunia yang Bikin Kamu Auto Nge-Gasp! Worth It Banget Buat Tahu
Next Article Polres Tapteng Edukasi Pelajar Polres Tapteng Beri Edukasi Pelajar Biar Anti-Kecelakaan!
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

3 weeks ago
Event

Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Gaungkan Persatuan untuk Dunia

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index