INVERSI.ID – Mahasiswa PENS raih prestasi internasional setelah berhasil membawa pulang medali emas dan perunggu dalam ajang The 14th Worldskills ASEAN (WSA) Competition 2025 di Manila, Filipina. Kompetisi yang berlangsung pada September 2025 itu diikuti oleh 10 negara Asia Tenggara dan mempertandingkan 32 bidang keterampilan.
Keberhasilan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan vokasi Indonesia mampu bersaing di level global. Pencapaian tersebut sekaligus mempertegas posisi PENS sebagai salah satu kampus vokasi terbaik di Indonesia yang terus melahirkan talenta muda berkualitas. Tidak hanya membanggakan keluarga besar PENS, kemenangan ini juga mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Tiga mahasiswa yang meraih prestasi tersebut adalah M. Henry Akmal dari Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika, Reno Surya Permana dari Program Studi Sarjana Terapan Mekatronika, dan Ro’Uf Aufa Rifqi dari Program Studi Sarjana Terapan Teknik Elektro Industri. Dengan bimbingan intensif serta semangat juang tinggi, mereka berhasil menyingkirkan pesaing dari berbagai negara dan membuktikan kapasitas mahasiswa vokasi Indonesia.
Perjalanan Panjang Menuju Ajang Internasional
Prestasi internasional yang diraih mahasiswa PENS tentu tidak datang begitu saja. Ketiganya melewati proses seleksi yang panjang sejak duduk di bangku SMK. Ro’Uf Aufa Rifqi bercerita bahwa ia dan rekannya, Reno Surya Permana, sama-sama berasal dari SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo. Sejak kelas XI, keduanya aktif mengikuti berbagai lomba, mulai dari seleksi daerah hingga Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat provinsi.
“Berawal dari keberhasilan kami lolos seleksi daerah, kemudian lanjut ke LKS tingkat Nasional di Lampung 2024. Dari situ, kami mendapat kesempatan mengikuti pembekalan khusus sebelum akhirnya melaju ke tingkat ASEAN,” tutur Ro’Uf.
Selepas LKS Nasional, perjuangan mereka belum selesai. Masih ada berbagai seleksi tambahan yang diselenggarakan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Hanya peserta terbaik yang akhirnya terpilih untuk memperkuat Tim Indonesia di ajang Worldskills ASEAN 2025. Selain itu, mereka juga mendapat pembekalan khusus di PT FESTO yang memberikan pelatihan intensif terkait bidang kompetisi masing-masing.
Tantangan Ketat di Worldskills ASEAN 2025
Kompetisi Worldskills ASEAN 2025 di Manila menghadirkan tantangan yang tidak mudah. Ro’Uf dan Reno harus berjuang di bidang Mekatronika melawan peserta dari lima negara, yaitu Singapura, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan tuan rumah Filipina. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang solid, keduanya berhasil membawa pulang dua medali perunggu.
“Melawan peserta dari lima negara dengan soal-soal tingkat tinggi tentu bukan perkara mudah. Tapi kami bersyukur bisa menyumbangkan dua Bronze Medal untuk Indonesia,” ungkap Ro’Uf.
Sementara itu, M. Henry Akmal bertanding di bidang Collaborative Robot, kategori baru yang pertama kali dilombakan tahun ini. Bidang ini menuntut peserta untuk menyelesaikan soal berbasis robotika yang langsung diselaraskan dengan kebutuhan industri.
Karena bidangnya baru, Henry harus melakukan persiapan ekstra. Ia terpilih mengikuti pelatihan di Training Center PT. Alpha Karya Mechatronics, Tangerang, sejak April hingga Agustus 2025. Di sana, ia mempelajari berbagai keterampilan teknis yang mendukung kompetisi internasional.
Momen Mengejutkan dan Strategi Menang
Henry menceritakan pengalaman mengejutkan ketika menghadapi peserta dari Brunei, Malaysia, dan Filipina. Ternyata, ketiga negara tersebut sudah terbiasa berlatih menggunakan robot dengan bahasa pemrograman yang sama dengan soal lomba. Sementara Henry dan tim selama ini hanya berlatih dengan produk berbeda, yaitu Schneider.
“Kami benar-benar sempat terdiam ketika tahu lawan sudah terbiasa dengan sistem yang sama dengan soal lomba. Mereka terlihat sangat siap, terutama peserta dari Malaysia. Tapi kami tidak menyerah. Justru kondisi itu membuat kami berpikir lebih keras dan mencari strategi cepat untuk bisa menyelesaikan soal,” kenang Henry.
Hasilnya, kerja keras tersebut membuahkan hasil manis. Henry berhasil meraih medali emas di bidang Collaborative Robot.
“Syukur Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, kami bisa membuktikan bahwa mahasiswa PENS mampu meraih Gold Medal dengan poin tertinggi,” tambahnya.
Dukungan Penuh dari Kampus PENS
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan PENS, Kholid Fathoni, S.Kom, MT, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswa bimbingannya. Ia menegaskan bahwa meski proses pelatihan tidak seluruhnya dilakukan di kampus, keberhasilan ini tetap mencerminkan kualitas mahasiswa vokasi Indonesia.
“Kebanggaan besar bagi PENS bisa menjadi bagian dari proses teman-teman mahasiswa. Prestasi ini membuktikan kualitas mahasiswa pendidikan tinggi vokasi. Kami di PENS mendukung penuh Tim Indonesia melalui ajang internasional bergengsi ini, dan hasilnya mereka berhasil membawa pulang tiga medali,” jelas Kholid.
Lebih lanjut, Kholid menegaskan bahwa PENS terbuka untuk menjadi kampus tujuan bagi alumni SMK, SMA, maupun MA. Menurutnya, baik siswa berprestasi maupun yang masih mencari jati diri tetap bisa berkembang bersama PENS melalui berbagai jalur seleksi yang tersedia.
Inspirasi untuk Generasi Muda Indonesia
Kisah tiga mahasiswa PENS yang berhasil meraih prestasi internasional ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk bersaing di level dunia. Dengan kerja keras, tekad, dan dukungan yang tepat, anak muda Indonesia mampu bersaing dengan mahasiswa terbaik dari negara lain.
Pencapaian ini juga menjadi bukti nyata pentingnya pendidikan vokasi. Dunia kerja saat ini membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga terampil secara praktik. Keberhasilan mahasiswa PENS di ajang Worldskills ASEAN adalah contoh nyata bagaimana keterampilan praktis mampu mengantarkan mereka pada prestasi dunia.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan raihan emas dan perunggu, mahasiswa PENS telah menorehkan sejarah baru. Prestasi ini diharapkan mampu memotivasi generasi berikutnya untuk terus berani mencoba, berkompetisi, dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kami akan terus memfasilitasi bakat dan minat mahasiswa agar mereka bisa berkembang dan mewujudkan cita-citanya. Semoga prestasi ini menjadi pemicu lahirnya lebih banyak juara dunia dari PENS di masa depan,” pungkas Kholid.