NEW JERSEY – Timnas Inggris kembali menunjukkan tajinya menjelang fase gugur Piala Dunia 2026. Setelah sempat mandul dalam lebih dari 135 menit pertandingan, The Three Lions akhirnya menemukan kembali ketajamannya dengan mengalahkan Panama 2-0 pada laga terakhir Grup L di New York New Jersey Stadium, AS, Sabtu (27/6/2026).
Kemenangan ini memastikan pasukan Inggris finis sebagai juara Grup L sekaligus membawa modal kepercayaan diri besar menuju babak 32 besar.
Laga berlangsung ketat sejak menit awal. Panama justru mampu memberikan ancaman lebih dulu melalui Michael Amir Murillo dan Carlos Harvey, memaksa kiper Jordan Pickford melakukan dua penyelamatan penting dalam 30 menit pertama.
Inggris memang lebih banyak menguasai bola, tetapi kesulitan membongkar rapatnya pertahanan Panama. Menjelang turun minum, Harry Kane memenangkan tendangan bebas di depan kotak penalti. Marcus Rashford mencoba mengeksekusinya langsung ke gawang, namun bola hanya meluncur tipis di sisi mistar.
Hingga babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Inggris bahkan tercatat belum mencetak gol selama lebih dari 135 menit sejak babak kedua pertandingan melawan Kroasia.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-62. Berawal dari sepak pojok, Bukayo Saka mengirim umpan matang ke depan gawang yang disambut sontekan kaki kiri Jude Bellingham. Gol tersebut menjadi titik balik permainan Inggris sekaligus mengembalikan mereka ke puncak klasemen Grup L.
Empat menit berselang, Inggris semakin menjauh. Bellingham mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan dengan sundulan keras Harry Kane. Gol tersebut bukan sekadar memastikan kemenangan 2-0, tetapi juga menjadi gol ke-11 Kane sepanjang sejarah Piala Dunia.
Catatan itu membuat Kane resmi melewati rekor legenda Inggris Gary Lineker sebagai pencetak gol terbanyak Inggris di ajang Piala Dunia.
Bagi Panama, hasil ini menutup perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 tanpa mampu mencetak satu gol pun sepanjang turnamen.
Sementara itu, kemenangan atas Panama menjadi sinyal bahwa Inggris mulai menemukan kembali performa terbaiknya tepat menjelang fase knockout. Perpaduan kreativitas Bellingham, kecepatan Saka dan Rashford, serta naluri tajam Kane kembali menjadi senjata utama The Three Lions dalam perburuan gelar juara dunia yang telah lama mereka dambakan.