INVERSI.ID – Turnamen bulu tangkis Syed Modi India International 2025 kembali menghadirkan persaingan yang ketat, apalagi bagi Indonesia yang datang dengan beberapa wakil di sektor ganda putri dan ganda campuran. Ajang BWF World Tour Super 300 ini bukan hanya menjadi panggung pembuktian bagi pemain muda, tetapi juga arena penting untuk mengumpulkan poin menuju turnamen besar musim berikutnya. Di antara para pemain yang tampil, pasangan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Bernadine A. Wardana berhasil mencuri perhatian setelah tampil impresif dan melaju hingga partai final.
Pada babak semifinal yang berlangsung Sabtu, Dejan/Bernadine menghadapi pasangan tuan rumah Hariharan Amsakarunan/Tresesa Jolly. Dengan status unggulan kedelapan, mereka tampil percaya diri menghadapi tekanan publik India yang tentu mendukung pasangan lokal. Pertemuan ini menjadi duel kedua bagi kedua pasangan, dan seperti yang dicatat BWF, pertandingan berlangsung ketat dari awal hingga akhir.
Dejan/Bernadine berhasil menang dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-19. Meski terlihat menang cukup meyakinkan, pertandingan berlangsung penuh tensi selama 41 menit. Kedua pasangan saling susul angka dan tidak ada yang ingin kehilangan momentum. Total poin yang diraih Dejan/Bernadine mencapai 42, sementara lawannya hanya mampu mengumpulkan 36 poin. Hasil ini memastikan langkah mereka ke final sekaligus menegaskan progres positif ganda campuran muda Indonesia tersebut sepanjang tahun 2025.
Namun, keberhasilan Dejan/Bernadine tidak dapat dikatakan sebagai gambaran keseluruhan perjuangan Indonesia di sektor ganda campuran. Pada semifinal lainnya, pasangan Marwan Faza/Aisyah S. Putri Pranata harus tersingkir. Unggulan keempat itu tak mampu menahan tekanan dari wakil Thailand, Pakkapon Teeraratsakul/Sapsiree Taerattanachai, yang tampil sangat dominan. Marwan/Aisyah dipaksa menyerah dengan skor mencolok 10-21 dan 12-21. Kekalahan ini memupus peluang Indonesia untuk menempatkan dua wakil di final, sekaligus semakin menyoroti kualitas pasangan Thailand tersebut yang akan menjadi lawan Dejan/Bernadine di laga puncak.
Jalan Panjang Menuju Final: Tantangan dan Peluang Dejan/Bernadine
Lolosnya Dejan/Bernadine ke final otomatis menjadikan mereka satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di turnamen ini. Kondisi ini tentu menghadirkan tekanan tersendiri karena mereka membawa harapan besar publik pecinta bulu tangkis Tanah Air. Final yang digelar Minggu (30/11) akan mempertemukan mereka kembali dengan pasangan Thailand Teeraratsakul/Taerattanachai, yang tampil sangat kuat sepanjang turnamen.
Laga tersebut dijadwalkan sebagai partai pembuka pada pukul 13.30 WIB, menjadikannya salah satu pertandingan paling ditunggu. Dari segi statistik, pasangan Thailand memiliki pengalaman lebih matang, terutama karena Sapsiree Taerattanachai adalah pemain dengan jam terbang tinggi dan pernah meraih prestasi besar di berbagai turnamen internasional. Namun, Dejan/Bernadine juga bukan pasangan yang mudah dikalahkan. Dalam beberapa turnamen terakhir, mereka menunjukkan peningkatan signifikan dalam hal koordinasi, keberanian mengambil tempo, serta variasi serangan yang semakin kaya.
Perjalanan mereka di Syed Modi 2025 menunjukkan ketenangan dalam mengatur ritme permainan serta kemampuan bertahan yang lebih solid dibanding tahun sebelumnya. Jika mereka mampu mempertahankan konsistensi, peluang menciptakan kejutan di final tetap terbuka lebar. Selain itu, pengalaman melawan pasangan dari berbagai gaya permainan selama kompetisi berjalan tentu memberi mereka modal penting sebelum menghadapi lawan yang kembali mereka temui di partai penentuan.
Di luar ganda campuran, Indonesia sebenarnya mengirimkan total enam wakil ke turnamen ini. Namun seiring jalannya pertandingan, jumlah tersebut berkurang menjadi empat dan akhirnya menyisakan hanya satu wakil di ronde terakhir. Dari sektor ganda putri, Indonesia menurunkan dua pasangan: Isyana Syahira Meida/Rinjani K. Nastine serta Siti Sarah Azzahra/Az Zahra D. Ramdhani. Sayangnya, perjalanan mereka tidak berakhir manis. Hira/Jani terhenti di babak perempat final, sementara Sarah/Ara tidak mampu melewati putaran pertama.
Selain hasil pertandingan, ada pula faktor non-teknis yang membuat beberapa pemain tidak ikut serta. Prahdiska Bagas Shujiwo, misalnya, ditarik dari turnamen karena sedang fokus menjalani persiapan intensif menuju SEA Games 2025. Sementara itu, pasangan andalan Indonesia, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, juga absen karena kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih.
Momentum Pembuktian: Ganda Campuran Indonesia dan Harapan untuk Masa Depan
Penampilan Dejan/Bernadine di Syed Modi India International 2025 bisa menjadi titik balik bagi regenerasi sektor ganda campuran Indonesia. Setelah beberapa tahun terakhir mengalami dinamika naik turun, pasangan-pasangan muda mulai menunjukkan potensi besar serta perkembangan yang pesat. Dejan dan Bernadine termasuk dalam kelompok pemain yang mendapat sorotan karena mampu tampil stabil, terutama ketika menghadapi lawan-lawan dengan peringkat lebih tinggi.
Jika mereka mampu menuntaskan turnamen ini dengan gelar juara, bukan hanya ranking dunia mereka yang terdongkrak, tetapi juga kepercayaan diri jelang kompetisi-kompetisi besar mendatang. Ajang Super 300 seperti Syed Modi memang bukan level tertinggi di tour BWF, tetapi turnamen ini sering menjadi batu loncatan bagi pemain muda untuk masuk ke kompetisi kelas elite.
Selain itu, hasil ini dapat menjadi referensi penting bagi PBSI untuk merancang strategi pembinaan jangka panjang. Konsistensi, adaptasi, dan keberanian dalam mengambil keputusan selama pertandingan adalah kualitas yang mulai terlihat dari permainan Dejan dan Bernadine. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pasangan ini menjadi salah satu kekuatan baru Indonesia di panggung internasional.
Di tengah tingginya ekspektasi publik, para pemain tentu membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, mulai dari pelatih, federasi, hingga para penggemar. Bulu tangkis Indonesia telah lama menjadi kebanggaan nasional, dan regenerasi pemain adalah aspek penting untuk menjaga dominasi tersebut. Dejan/Bernadine kini berada dalam posisi untuk membuktikan bahwa pemain muda Indonesia siap melangkah maju dan bersaing dengan negara-negara yang menjadi kekuatan besar bulu tangkis dunia.
Final Syed Modi 2025 bukan hanya soal gelar, tetapi juga tentang momentum, keberanian, dan pembuktian. Terlepas dari hasil akhir, langkah mereka menuju puncak sudah mencerminkan semangat kompetitif yang dibutuhkan untuk mengangkat kembali prestasi sektor ganda campuran Indonesia. Namun jika kemenangan berhasil diraih, momen ini tentu akan menjadi lompatan besar bagi perjalanan karier mereka.