Halo Inversi! Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XIV Jawa Barat 2025 resmi ditutup. Dari arena pertandingan, Kota Depok sukses mencuri perhatian lewat torehan medali yang nggak main-main total 49 medali berhasil dikumpulkan.
Hasil ini sekaligus menegaskan kalau pelajar Depok pantas diperhitungkan dalam peta olahraga Jawa Barat.
Naik Peringkat, Bukti Progres Positif
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, nggak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Ia menyebut, capaian Depok tahun ini membuktikan adanya progres nyata dalam pembinaan atlet pelajar.
“Alhamdulillah, POPDA XIV Jabar 2025 sudah berakhir. Atlet Kota Depok berhasil membawa pulang 10 emas, 19 perak, dan 20 perunggu. Capaian ini bikin kita naik ke peringkat 9 dari 27 kota/kabupaten peserta,” kata Eko.
Kalau ditarik ke belakang, di POPDA XIII tahun 2023, Depok cuma nangkring di posisi 10. Artinya, ada peningkatan prestasi yang jelas, dan itu jadi kabar baik buat masa depan olahraga Depok.
Karate Jadi Bintang, Cabor Lain Nggak Mau Kalah
Dari deretan cabor yang diikuti, karate muncul sebagai bintang utama. Bukan hanya jadi penyumbang medali terbanyak, Depok bahkan dinobatkan sebagai juara umum karate. Total ada 8 medali yang dibawa pulang karateka Depok: 5 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Selain karate, ada juga sederet cabor lain yang ikut nyumbang:
- Renang: 9 medali (2 emas, 4 perak, 3 perunggu)
- Taekwondo: 5 medali (1 emas, 1 perak, 3 perunggu)
- Atletik: 4 medali (2 perak, 2 perunggu)
- Bulu tangkis: 3 medali (1 emas, 2 perunggu)
- Senam: 4 medali (1 emas, 2 perak, 1 perunggu)
- Plus dari cabor lain seperti dayung, panahan, pencak silat, kempo, tarung derajat, dan tenis.
Dengan distribusi medali yang merata, terlihat jelas kalau prestasi olahraga Depok nggak cuma bertumpu pada satu cabang, tapi mulai merata di banyak bidang.
Bonus dan Harapan ke Depan
Eko menegaskan kalau seluruh atlet yang meraih medali akan menerima bonus atau uang pembinaan dari Pemkot Depok. “Insya Allah kita siapkan. Prestasi ini harus disyukuri, tapi kita juga harus segera bersiap untuk ajang yang lebih tinggi, yaitu Popnas,” jelasnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Depok, KONI, pengurus cabor, pelatih, hingga orang tua atlet yang sudah jadi support system utama. “Tanpa dukungan semua pihak, capaian ini nggak mungkin terwujud,” tambahnya.
Buat anak muda Depok, capaian ini bisa jadi inspirasi. POPDA bukan sekadar lomba, tapi juga pintu gerbang menuju level yang lebih tinggi.
Dari sinilah lahir bibit atlet baru yang suatu hari nanti mungkin bisa mengharumkan nama Jawa Barat, bahkan Indonesia di kancah internasional.
Dengan total 49 medali, naik peringkat, dan semangat sportivitas yang terus tumbuh, POPDA XIV Jabar 2025 jadi bukti nyata kalau olahraga pelajar Depok lagi on fire. Jalan masih panjang, tapi pondasi sudah kuat: Depok siap jadi rumah bagi atlet-atlet masa depan.