Jannik Sinner kembali menunjukkan statusnya sebagai petenis nomor satu dunia setelah memastikan langkah ke final Wimbledon 2026. Bintang asal Italia itu sukses menaklukkan Novak Djokovic dalam pertandingan semifinal yang berlangsung di Centre Court, Sabtu WIB, lewat kemenangan meyakinkan 6-4, 6-4, 6-4.
Hasil tersebut sekaligus menjadi pembalasan sempurna bagi Sinner setelah sempat disingkirkan Djokovic pada semifinal Australia Open 2026. Tak hanya itu, kemenangan ini juga membawa sang juara bertahan tampil di final Wimbledon untuk dua musim berturut-turut.
“Atmosfernya luar biasa sejak hari pertama dan sangat berarti bagi saya bisa bermain satu final lagi di sini. Ini adalah turnamen paling spesial yang kami miliki,” kata Sinner seusai pertandingan dikutip dari ATP.
Meski berhasil mengakhiri langkah Djokovic, Sinner tetap memberikan apresiasi tinggi kepada legenda tenis Serbia tersebut. Menurutnya, performa Djokovic hingga saat ini masih menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda.
“Bermain melawan Novak selalu istimewa. Apa yang masih ia tunjukkan hingga saat ini sungguh luar biasa dan menjadi inspirasi bagi banyak orang,” ujar petenis Italia itu.
Musim lalu, Sinner sukses mengangkat trofi Wimbledon untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Carlos Alcaraz di partai final. Kini, ia memiliki kesempatan mempertahankan gelar ketika menghadapi unggulan kedua Alexander Zverev pada laga puncak yang dijadwalkan berlangsung Minggu (12/7).
Apabila kembali menjadi juara, Sinner bersama Alcaraz akan menguasai 10 dari 11 gelar Grand Slam terakhir. Satu-satunya gelar yang lepas dari keduanya adalah Roland Garros 2026 yang berhasil direbut Zverev.
Semifinal Wimbledon 2026 juga menambah panjang rivalitas Sinner dan Djokovic di ajang Grand Slam. Pertandingan ini menjadi pertemuan keenam mereka di babak semifinal turnamen mayor, sekaligus duel ketiga di Wimbledon.
Djokovic sempat unggul dengan memenangi semifinal Wimbledon 2023, sementara Sinner membalas pada edisi 2025. Kini, petenis Italia itu kembali keluar sebagai pemenang di semifinal 2026.
Sepanjang pertandingan, Sinner tampil sangat solid. Permainan agresif dari area baseline dipadukan dengan servis yang akurat membuat Djokovic kesulitan mengembangkan permainan sejak awal laga.
Kemenangan ini juga mempertegas dominasi Sinner dalam rekor pertemuan kedua pemain. Ia kini unggul 7-5 atas Djokovic dan sukses memenangi enam dari tujuh duel terakhir mereka.
“Kami selalu menjalani pertandingan yang sulit. Dia mengalahkan saya di semifinal Australia, jadi saya mencoba melakukan beberapa penyesuaian meski bermain di lapangan rumput tidak mudah,” kata Sinner.
“Saya berusaha tetap agresif dan melakukan servis dengan sangat baik. Itu sangat membantu karena Novak mungkin adalah pengembali servis terbaik dalam tenis saat ini, jadi saya mencoba memvariasikan permainan.”
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi penuh Sinner. Pada set pertama, ia hanya kehilangan empat poin saat melakukan servis. Konsistensi itu berlanjut di set kedua dengan hanya enam poin yang berhasil direbut Djokovic ketika Sinner melakukan servis.
Djokovic sebenarnya sempat mendapatkan peluang break point pertamanya setelah pertandingan memasuki satu jam 55 menit. Namun, Sinner mampu menggagalkan kesempatan tersebut sebelum akhirnya mengunci kemenangan dalam waktu dua jam 20 menit.
Di sisi lain, Alexander Zverev lebih dulu mengamankan tiket menuju final. Petenis asal Jerman itu mengalahkan wakil tuan rumah yang tampil melalui jalur wildcard, Arthur Fery, dengan skor 7-6(0), 6-2, 6-4.
Laga final Wimbledon 2026 pun dipastikan mempertemukan dua petenis terbaik dunia saat ini. Sinner akan berupaya mempertahankan gelarnya, sementara Zverev mengincar trofi Wimbledon pertama dalam kariernya.