JAKARTA
Pemulihan energi pascabencana terus dipercepat pemerintah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membawa kabar baik di tengah kondisi darurat, stok BBM dan LPG nasional dipastikan aman, termasuk untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru.
Laporan itu disampaikan Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (15/12/2025). “Semua masih dalam koridor stok standar minimum nasional. Jadi kalau kita untuk nataru (Natal dan Tahun Baru), insyaallah aman Bapak, sekalipun kita kena persoalan di bencana,” ucap Bahlil.
Di sisi lain, pemulihan listrik di wilayah terdampak bencana juga terus berjalan, meski tantangan masih ada. Bahlil mengungkapkan, di Sumatera Utara masih terdapat sekitar 50 desa di empat kabupaten yang belum teraliri listrik. Menariknya, kondisi ini bukan semata akibat banjir. “Ternyata itu bukan karena persoalan banjir saja, tapi memang jaringan listrik kita yang belum ada di sana,” ungkap Bahlil.
Bahlil menegaskan, pemerintah tidak akan memaksakan penyaluran listrik sebelum kondisi benar-benar aman. Risiko keselamatan warga menjadi pertimbangan utama. “Kalau ini kita paksakan untuk dialiri listrik, itu akan berdampak pada kecelakaan di masyarakat,” imbuhnya, seraya menjelaskan masih ada desa yang terisolasi, tiang listrik roboh, hingga wilayah yang masih tergenang air.
Sementara itu, untuk memastikan pasokan energi tetap berjalan, pemerintah melakukan langkah ekstrem di daerah terdampak, khususnya di Aceh. “Kami masih drop dengan Pertamina pakai heli, pakai pesawat Hercules. Ada jalan-jalan tikus juga kami pakai, kemudian rakit juga kita lakukan,” ungkap Bahlil. Ia menegaskan, segala cara ditempuh agar BBM dan LPG bisa sampai ke masyarakat secepat mungkin.