Halo bro and sis, ada info baru nih dari daerah Pontianak, 11 Mei 2025! Denting kulintang dan gesekan biola berpadu syahdu di Seoul Youth Music Festival 2025.
Di antara 20 orkestra Asia, SMP Negeri 1 Pontianak keluar sebagai Gold Award dengan medley “Bumi Khatulistiwa”—paduan musik Dayak, Melayu, dan aransemen pop.
Aransemen Do It Yourself
Dirigen muda Kevin Mulia (14) menulis partitur via software MuseScore di warnet dekat rumah. “Kuota gue tipis, jadi tiap download sample kudu hemat” katanya.
35 anggota orkestra latihan tiga bulan; alat tiup tradisional dipadukan saksofon daur ulang sumbangan alumni.
Biaya keberangkatan Rp 420 juta ditutup patungan: konser amal di kafe, live‑stream busking di Instagram, hingga lelang ilustrasi digital karya siswi seni. “Satu tiket setara sepiring nasi kuning yang lo beli,” bunyi poster kampanye mereka.
Momen Emas & Tangis Haru
Saat nada akhir kulintang mereda, juri asal Jepang berdiri memberi standing ovation skor 91 / 100, tertinggi festival. “Mereka menjaga otentisitas etnik tapi tetap modern,” komentar Maestro Nakamura.
Setiba di Pontianak, orkestra disambut iring‑iringan perahu hias di Sungai Kapuas. Pemkot mengumumkan program “One Student One Instrument” untuk 50 SD.
Kevin kini menyiapkan kanal YouTube tutorial kulintang berbahasa Inggris. Kata kevin sendiri “Musik daerah itu paspor internasional. Kalau kita bangga, dunia ikut dengar,” tutupnya, disambut sorakan ‘Pontianak Bisa!’.