By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Empat Proyek Panas Bumi PGEO Masuk Blue Book Bappenas 2025-2029, Dorong Transisi Energi dan Ekspansi Kapasitas Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Empat Proyek Panas Bumi PGEO Masuk Blue Book Bappenas 2025-2029, Dorong Transisi Energi dan Ekspansi Kapasitas Nasional

Ekonomi

Empat Proyek Panas Bumi PGEO Masuk Blue Book Bappenas 2025-2029, Dorong Transisi Energi dan Ekspansi Kapasitas Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
7 months ago
Share
4 Min Read
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu, Tanggamus Lampung. (Foto : ANTARA/Dok. PGE).
PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Ulubelu, Tanggamus Lampung. (Foto : ANTARA/Dok. PGE).
SHARE

Inversi.id – Komitmen PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dalam memperkuat sektor energi bersih nasional kembali memperoleh pengakuan strategis. Empat proyek panas bumi perseroan resmi masuk ke dalam Blue Book Bappenas 2025-2029, menandai langkah penting dalam upaya memperluas kapasitas energi terbarukan Indonesia sekaligus mempercepat transisi menuju bauran energi rendah emisi.

Keempat proyek tersebut adalah Lumut Balai Unit 3, Lumut Balai Unit 4, Gunung Tiga atau Ulubelu Extension I, serta Lahendong Unit 7-8 dan fasilitas Binary. Proyek ini memiliki nilai investasi kumulatif sebesar USD1,09 miliar dan diperkirakan menambah kapasitas terpasang sebesar 215 megawatt. Seluruh unit direncanakan beroperasi secara bertahap mulai 2029 hingga 2032.

Masuknya proyek-proyek tersebut ke dalam Blue Book membuka peluang pendanaan luar negeri melalui skema pinjaman konsesional indikatif yang mencapai USD613 juta atau setara Rp10,11 triliun. Sumber pendanaan berpotensi berasal dari lembaga multilateral seperti Bank Dunia, Asian Development Bank, Japan Bank for International Cooperation, hingga Japan International Cooperation Agency. Skema ini diharapkan membantu mempercepat realisasi investasi sekaligus memastikan keberlanjutan pembiayaan jangka panjang.

Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menjelaskan bahwa pendanaan multilateral ini menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda transisi energi nasional. Ia menegaskan bahwa pengembangan panas bumi bukan hanya meningkatkan kontribusi energi terbarukan, tetapi juga membawa dampak sosial ekonomi bagi wilayah operasi.

“Pengembangan proyek-proyek ini tidak hanya meningkatkan bauran energi terbarukan nasional, tetapi juga menghadirkan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi, mulai dari penciptaan lapangan kerja baru hingga bertumbuhnya aktivitas ekonomi lokal,” ujar Edwil.

Secara teknis, Lumut Balai Unit 3 dan Unit 4 yang masing-masing menelan investasi USD305 juta dan USD290 juta akan memperkokoh klaster pengembangan panas bumi PGE di Sumatera Selatan, yang menjadi salah satu pusat eksplorasi panas bumi terbesar di Indonesia. Sementara itu, proyek Gunung Tiga atau Ulubelu Extension I di Lampung dengan nilai investasi USD227 juta akan menerapkan teknologi biner dua fase, yang meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya panas bumi. Di wilayah Sulawesi Utara, proyek Lahendong Unit 7-8 dan fasilitas Binary yang bernilai USD274 juta akan memperluas jaringan produksi di kawasan yang dikenal memiliki potensi panas bumi signifikan.

Selain memberikan kontribusi pada pasokan listrik rendah emisi, proyek-proyek ini juga menggerakkan aktivitas ekonomi lokal dengan menciptakan peluang pekerjaan baru, meningkatkan partisipasi industri pendukung, dan memperkuat konektivitas infrastruktur energi. Dampak jangka panjangnya diperkirakan meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pembiayaan melalui mekanisme Subsidiary Loan Agreement atau pinjaman terusan dari lembaga multilateral kepada pemerintah juga membuka peluang peningkatan kelayakan proyek. Skema ini dinilai dapat menaikkan Internal Rate of Return hingga 1-3 persen, memberikan dorongan finansial signifikan bagi keberlanjutan proyek. Dengan struktur pembiayaan yang lebih efisien, proyek panas bumi dapat memperoleh dampak ekonomi yang lebih menjanjikan.

Tahap berikutnya, PGEO akan memasuki proses negosiasi pendanaan dengan lembaga multilateral untuk menentukan persyaratan terbaik, mulai dari struktur pembiayaan, suku bunga, tenor, hingga aspek teknis dan lingkungan. Negosiasi ini menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan proyek agar konstruksi dapat berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar keberlanjutan internasional.

Baca Juga :

Mengenal Profesi Kreatif: Peluang Karier di Industri Kreatif
Ucapkan Selamat kepada Prabowo-Gibran Usai Putusan PHPU di MK, Mahfud MD: Mari Jaga Negara

Setelah masuk ke dalam Blue Book, PGEO bersama Pertamina, Bappenas, dan Kementerian Keuangan kini menyusun kriteria kesiapan untuk memasuki Green Book. Status tersebut akan memperluas peluang pendanaan dan membuka akses pembiayaan penuh dari lembaga-lembaga internasional.

Dengan masuknya empat proyek ini ke Blue Book, PGE menegaskan posisinya sebagai pemimpin energi panas bumi nasional dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan agenda transisi energi yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.

You Might Also Like

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan
Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:PGEPT Pertamina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Selebram Lisa Mariana saat memberikan keterangan usai diperiksa terkait kasus video asusila di Mapolda Jabar, Kota Bandung. (Foto : ANTARA/Rubby Jovan) Polda Jawa Barat Tetapkan Lisa Mariana sebagai Tersangka Kasus Pornografi
Next Article Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir berbicara kepada awak media di kantor Kemenpora RI, Selasa (2/12/2025). (Foto : ANTARA) Kemenpora Jadikan Indonesia Sports Summit Ajang Solidaritas Nasional untuk Korban Bencana Sumatera
1 Comment
  • Pingback: ‎Atasi Kelangkaan Energi, Pemprov Sumut Dukung Pembangunan Jalur Pipa Gas Riau–Sumatra Utara - inversiid

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EkonomiTerkini

PLN Ambil Tanggung Jawab Pemadaman di Pulau Jawa! Gangguan Listrik Karena Masalah Internal

4 days ago
Ekonomi

Inflasi Stabil, Ekonomi Indonesia Tumbuh Solid dan Tahan Guncangan Global

4 days ago
EkonomiTerkini

Kabar Gembira 1 Juli! B50 Lolos Uji Alat Berat, Impor Solar C48 Siap Diakhiri

5 days ago
EkonomiTerkini

PLN Masih Cari 20 Juta Ton Batu Bara, Bahlil Jamin Indonesia Tak Akan Mati Lampu

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index