INVERSI.ID – Serial fenomenal asal Korea Selatan, Squid Game, resmi menayangkan episode terakhir musim ketiganya pada Jumat (28/6). Meski meraih kesuksesan secara global dengan menempati posisi puncak di Netflix, episode penutup ini menuai respons yang beragam dari kritikus maupun penonton.
Dilansir dari Yonhap News Agency pada Senin (30/6), musim terbaru Squid Game mencatat debut global yang luar biasa. Berdasarkan data dari FlixPatrol, episode final serial ini berhasil menduduki posisi nomor satu di 93 negara sekaligus, termasuk Amerika Serikat, Korea Selatan, Indonesia, dan negara-negara Eropa.
Capaian ini mempertegas dominasi Squid Game sebagai salah satu drama Korea dengan pengaruh global paling kuat sejak pertama kali tayang pada 2021.
Namun, di balik pencapaian tersebut, episode terakhir musim ketiga mendapat beragam tanggapan. Di situs agregator Rotten Tomatoes, musim ini mengantongi rating sebesar 83 persen dari kalangan kritikus film—menandakan penerimaan yang cukup positif. Sebaliknya, skor dari penonton yang tercermin dalam Audience Score alias “Popcorn Meter” hanya mencapai 51 persen.
Kritikus film Liz Shannon Miller memberikan pandangan menarik terhadap akhir cerita yang penuh kekejaman.
“Dunia tampaknya terus menjadi semakin gelap, dan Squid Game berhasil mengimbanginya hanya dengan menjadi dirinya sendiri yang brutal,” komentarnya.
Sementara itu, banyak penonton menyuarakan kekecewaannya terhadap alur cerita di musim ini.
“Musim ini terasa membosankan dan terlalu mudah ditebak,” tulis salah satu komentar penonton.
“Selain beberapa adegan yang menonjol, sebagian besar gagal menarik minat saya,” tambah komentar lainnya.
Pihak Netflix dijadwalkan merilis data resmi jumlah penonton global untuk episode terakhir ini pada Rabu (2/7). Data tersebut akan menjadi tolok ukur popularitas musim penutup ini secara lebih lengkap.
Terlepas dari pro dan kontra, Squid Game musim ketiga tetap menjadi bahan perbincangan hangat di kalangan pecinta drama Korea dan penggemar serial bertema survival. Serial ini tidak hanya berhasil menarik perhatian karena plot ekstrem dan penuh kejutan, tetapi juga karena kemampuannya dalam merefleksikan sisi gelap masyarakat modern.***