INVERSI.ID – Sutradara Fajar Bustomi resmi dipercaya untuk menggarap film terbaru Comic 8 Tumbal Sulam, produksi Falcon Pictures. Kehadiran Fajar dalam kursi sutradara menjadi warna baru dalam waralaba film Comic 8 yang sudah lebih dari satu dekade dikenal luas. Setelah kesuksesan Comic 8 (2014) karya Anggy Umbara, dilanjutkan dengan Casino Kings Part 1 (2015) dan Casino Kings Part 2 (2016), kini publik menantikan kejutan baru dari seri terbaru ini.
Dengan sentuhan Fajar Bustomi, Comic 8 Tumbal Sulam diharapkan bisa memberi angin segar bagi penggemar setia yang sudah menanti hampir 10 tahun sejak film terakhir. Apalagi, film ini tidak hanya mempertahankan elemen action comedy yang khas, tetapi juga menyelipkan genre baru yang lebih beragam.
Dalam wawancara di Depok, Sabtu (19/7), Fajar mengungkapkan proses kreatif di balik penggarapan film ini, mulai dari izin dengan sutradara sebelumnya, membaca skenario dengan seksama, hingga tantangan memimpin para pemain lama dan wajah-wajah baru dari dunia komedi Indonesia.
Izin dari Anggy Umbara, Baca Skenario Jadi Kunci
Saat mendapat tawaran untuk menyutradarai Comic 8 Tumbal Sulam, Fajar Bustomi mengaku sempat berdiskusi dengan Anggy Umbara, yang dikenal sebagai sutradara utama waralaba ini sejak awal.
“Saya kan lumayan deket sama Mas Anggy Umbara. Saya telepon, memang beliau lagi nggak bisa secara jadwal, banyak hal akhirnya bikin beliau harus lepas Comic 8 ini,” jelas Fajar.
Meski sudah mendapat restu dari Anggy, Fajar tetap berhati-hati sebelum menerima tawaran tersebut. Ia mengaku membaca skenario terlebih dahulu menjadi prioritas utamanya sebelum mengambil keputusan.
“Sekarang di usia saya yang semakin tua, bikin film itu skenario paling penting buat saya. Saya nggak pikirin siapa yang main atau ini bakal laku apa nggak, tapi saya baca dulu ceritanya,” ujarnya
Action, Komedi, Laga, Horor dalam Satu Cerita
Keputusan Fajar menerima tawaran menyutradarai Comic 8 Tumbal Sulam tidak lepas dari kesan positifnya pada cerita film ini. Menurutnya, skenario film ini menawarkan sesuatu yang segar dan berbeda dari film-film sebelumnya dalam seri Comic 8.
“Comic 8 itu kan action komedi. Nah, yang sekarang ini action, komedi, laga, dan horor, jadi lengkap. Itu buat saya hal baru,” ungkap Fajar.
Kombinasi empat genre ini diyakini bisa membuat cerita lebih seru dan penuh kejutan bagi penonton. Fajar menilai penggabungan elemen horor dalam film action comedy seperti Comic 8 adalah langkah yang cukup berani dan menarik.
Pemain Lama dan Wajah Baru Komika
Deretan nama besar komedian Indonesia kembali hadir di Comic 8 Tumbal Sulam. Di antaranya adalah Andre Taulany, Hesti Purwadinata, Indro Warkop, hingga Oki Rengga. Pakde Indro, yang menjadi karakter ikonik sejak film pertama, tetap memerankan ketua para agen.
“Pakde Indro masih sama (karakternya) jadi ketua dari agen-agen ini, dan yang barunya dia merekrut agen baru,” jelas Fajar.
Yang paling menarik, film ini juga memperkenalkan 11 wajah baru komika dari berbagai kota di Indonesia. Mereka adalah Bagas, Bayu Terimakasih, Felix, Sardol, Bayu Kribo, Jerry, Andro, Fadhol, Aji Betawi, Johan Juling, hingga Aep. Para komika muda ini adalah hasil dari program pencarian bakat Comic 8 Revolution.
Keberadaan para pemain baru diakui Fajar menjadi tantangan tersendiri. Baginya, menyatukan visi antara sutradara, pemain lama, dan pemain baru bukan hal yang mudah.
“Tantangannya adalah bagaimana menyatukan visi itu, sama frekuensinya kita. Jadi, lucunya itu harus sama,” ucapnya.
Tantangan Sutradara: Menyatukan Frekuensi Komedi
Menurut Fajar, membangun chemistry antara para pemain lama yang sudah berpengalaman dengan wajah baru yang belum pernah terlibat di dunia film butuh pendekatan khusus. Humor dan timing yang tepat adalah kunci keberhasilan film action comedy seperti Comic 8.
Fajar mengaku dirinya harus bekerja lebih keras untuk memastikan para pemain berada pada “frekuensi yang sama”, baik dari segi komedi maupun sisi emosional cerita. Ia yakin kerja sama tim yang solid akan membuat hasil akhir film ini memuaskan.
“Lucunya itu harus sama, jangan sampai nggak nyambung antara satu sama lain. Itu PR besar saya di film ini,” katanya.
Comic 8 Siap Menyapa Penonton dengan Format Baru
Kehadiran Fajar Bustomi di balik layar Comic 8 Tumbal Sulam membawa harapan baru bagi para penonton setia. Dengan kombinasi cerita yang lebih segar, genre yang lebih luas, serta kolaborasi para pemain lama dan komika baru, film ini diharapkan bisa menjadi tontonan yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberi pengalaman baru bagi penonton.
Waralaba Comic 8 telah membuktikan dirinya sebagai salah satu film komedi action terpopuler di Indonesia selama lebih dari satu dekade. Kini, lewat tangan dingin Fajar Bustomi, para penggemar bisa menantikan bagaimana sentuhan baru akan mewarnai perjalanan para agen kocak ini.
Bagi para pecinta film Indonesia, terutama generasi muda yang penasaran dengan aksi para komika baru, Comic 8 Tumbal Sulam jelas layak dinantikan saat tayang di bioskop dalam waktu dekat.