Halo Inversi! Dunia kuliner selalu hype, tapi persaingannya juga brutal. Ferry Setiawan, pengusaha muda di Surabaya yang juga menjabat Ketua Apkrindo Jawa Timur, membuktikan bahwa dengan modal Rp10 juta dan mindset yang benar, lo bisa level up dari warung lesehan ke franchise nasional.
Ferry start bisnis ayam gepreknya pada tahun 2014, setahun setelah lulus kuliah (2013). Filosofi awalnya simpel: Nggak mulai-mulai, kapan lagi?
GROWTH HACKS: EVOLUSI BISNIS STEP-BY-STEP
Perjalanan bisnis Ferry adalah contoh nyata dari evolusi strategis yang konsisten. Ia tidak langsung all-out, tetapi beradaptasi:
- 2014: Warung Lesehan. Start kecil untuk mengetes pasar.
- Transisi: Berani upgrade ke ruko/mini store yang fokus pada layanan online dan take away. Ini menunjukkan kepekaan terhadap shift perilaku konsumen yang makin digital.
- 2019: Puncak Ekspansi. Berhasil memiliki 35 gerai yang tersebar di Jawa Timur dan kota besar lainnya.
Poin Intelektualnya: Keberhasilan Ferry adalah hasil dari disiplin bertumbuh dan agility. Ia tidak statis; ia selalu mencari perkembangan di setiap fase bisnisnya.
SURVIVAL STRATEGY: KETIKA PANDEMI MEMUKUL KERAS
Badai pandemi COVID-19 memang nggak pandang bulu. Bisnis Ferry ikut terpukul, dan hampir separuh gerainya harus ditutup karena pembatasan sosial. Ini adalah momen krusial yang memisahkan entrepreneur sejati dari entrepreneur musiman.
Ferry memilih untuk melawan dengan inovasi. “Ayam geprek banyak, tapi kalau hanya bersaing di harga saja bagi saya tak akan bisa berkembang. Bisnis kuliner itu selain produk berkualitas, juga service yang utama,” ungkapnya.
Pesan Kunci untuk Anak Muda: Survival di industri kreatif, terutama kuliner, adalah perang inovasi dan kreativitas, BUKAN perang harga (price war). Price war itu nggak ada habisnya dan hanya menggerus margin. Fokuslah pada kualitas produk dan customer service yang prima.
DIGITAL BOOSTER: MANFAATKAN ONLINE PLATFORM
Ferry mengakui bahwa saat ini, platform online dan media sosial adalah game changer. Popularitas makanan sangat ditentukan oleh online buzz dan influencer.
Fenomena ini melahirkan banyak pebisnis kuliner baru. Oleh karena itu, skill untuk beradu inovasi menjadi semakin vital. “Makanya kita ini beradu inovasi, beradu kreativitas karena kita berada di salah satu industri kreatif, jangan bermain di price war karena nggak ada habisnya,” tandasnya.
Intinya: Kisah Ferry Setiawan adalah masterclass tentang entrepreneurship di era modern: Start kecil, scale up cepat, berinovasi total, dan jangan pernah terlibat dalam price war. Itulah formula sukses yang dibutuhkan pengusaha muda Kota Pahlawan.