NEW JERSEY – Timnas Prancis menunjukkan wajah sesungguhnya sebagai kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026. Les Bleus tampil luar biasa saat membungkam Swedia 3-0 pada babak 32 besar di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, AS, Rabu (1/7/2026), sekaligus mengirim sinyal menakutkan kepada seluruh pesaing di fase gugur.
Bukan hanya menang telak, pasukan Didier Deschamps memperagakan permainan menyerang yang nyaris tanpa henti. Pergerakan antarlini yang cair, kreativitas tinggi, dan penyelesaian akhir mematikan membuat pertahanan Swedia terus berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Sorotan utama jatuh kepada Michael Olise, yang tampil luar biasa sebagai motor serangan Prancis. Gelandang Bayern Munich itu terlibat hampir di setiap peluang berbahaya. Ia bahkan nyaris mencetak salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia lewat tendangan salto spektakuler yang hanya membentur tiang gawang.
Kontribusi Olise akhirnya berbuah dua assist indah. Umpan terobosannya membuka jalan bagi Bradley Barcola mencetak gol kedua, sebelum kembali memanjakan Kylian Mbappe untuk mengunci kemenangan 3-0 pada menit ke-74.
Mbappe sendiri kembali membuktikan statusnya sebagai mesin gol paling berbahaya di turnamen ini. Dua gol yang dicetaknya membuat bintang Real Madrid itu menyamai koleksi enam gol Lionel Messi pada Piala Dunia 2026 sekaligus mencatatkan rekor baru dengan 10 gol di fase knockout Piala Dunia, terbanyak sepanjang sejarah kompetisi.
Menurut penilaian GOAL, Olise menjadi pemain terbaik pertandingan dengan nilai 9/10 berkat permainan kreatifnya yang luar biasa. Mbappe memperoleh nilai 8/10 setelah mencetak dua gol, sementara Barcola, Ousmane Dembele, Jules Kounde, Lucas Digne, dan Adrien Rabiot sama-sama mendapat nilai 7/10.
Media The Athletic juga menilai Prancis tampil seperti tim yang hampir mustahil dihentikan. “Prancis bermain dengan kontrol penuh sekaligus sangat mematikan. Mereka jarang berada dalam tekanan, tetapi selalu menjadi ancaman,” tulis The Athletics.
Pelatih Swedia, Graham Potter, tak ragu mengakui keunggulan lawannya. “Kami harus bermain sempurna untuk menang, dan bahkan jika kami melakukannya, saya tidak yakin itu sudah cukup karena kualitas lawan. Saya tidak punya keluhan kepada para pemain. Tidak ada rasa malu kalah dari Prancis. Mereka memang tim yang lebih baik dan memiliki pemain-pemain luar biasa,” katanya.
Striker Swedia Viktor Gyokeres juga memuji fleksibilitas permainan Les Bleus. “Mereka terus bertukar posisi, tidak statis, saling memahami pergerakan satu sama lain. Dengan kualitas seperti itu, sangat sulit menghentikan mereka,” ujarnya.
Kemenangan ini mengantar Prancis menghadapi Paraguay pada babak 16 besar di Philadelphia. Namun, performa impresif mereka membuat perhatian kini tertuju kepada satu pertanyaan besar: adakah tim yang mampu menghentikan laju Les Bleus? Dengan lini depan yang semakin tajam dan permainan kolektif yang terus berkembang, Prancis kini menjelma menjadi monster sesungguhnya di fase knockout Piala Dunia 2026.
Statistik
Prancis – Swedia
25 Tembakan 8
12 Tendangan ke gawang 3
20 Peluang 5
9 Tendangan sudut 1
3 Penyelamatan 9
61% Penguasaan bola 39%
3 Offside 1
14 Pelanggaran 10