MEXICO CITY– Timnas Meksiko akhirnya mematahkan kutukan yang menghantui mereka selama empat dekade. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung fanatik di Stadion Azteca, Mexico City, El Tri menaklukkan Ekuador 2-0 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Rabu (1/7/2026), sekaligus memastikan tiket ke babak 16 besar untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1986.
Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, melainkan malam bersejarah yang mengubah psikologi sepak bola Meksiko. Setelah sempat tertunda satu jam akibat badai petir, atmosfer Stadion Azteca justru semakin membara ketika laga dimulai.
Pasukan Javier Aguirre tampil luar biasa sejak menit awal. Berbeda dengan permainan yang lebih berhati-hati di fase grup, kali ini Meksiko menyerang tanpa henti dan membuat pertahanan Ekuador kewalahan. Serangan demi serangan terus mengalir hingga gol pembuka akhirnya tercipta lewat aksi Julián Quiñones. Menerima umpan terukur dari Jesús Gallardo, Quiñones melesat meninggalkan lini belakang lawan sebelum melepaskan tembakan keras ke gawang Hernán Galíndez.
Stadion Azteca langsung bergemuruh. Keyakinan bahwa Meksiko mampu mengakhiri kutukan puluhan tahun semakin terasa.
Gol kedua lahir melalui striker veteran Raúl Jiménez. Penyerang berusia 35 tahun itu memanfaatkan sapuan kurang sempurna Joel Ordóñez, melakukan kombinasi satu-dua dengan Quiñones, lalu melepaskan penyelesaian akhir yang tak mampu dihentikan Galíndez.
Salah satu bintang terbesar kemenangan Meksiko adalah gelandang muda berusia 17 tahun, Gilberto Mora. Bermain di sisi kanan lini tengah, Mora tampil matang di luar usianya. Visi bermain, kecepatan berpikir, dan kemampuan membuka ruang membuatnya menjadi motor serangan El Tri sepanjang babak pertama.
Pelatih Javier Aguirre mengaku kemenangan ini memiliki makna yang sangat emosional. Dua dari kegagalan Meksiko di fase gugur, yakni pada 2002 dan 2010, terjadi ketika ia juga menjadi pelatih tim nasional.
“Saya berasal dari generasi yang belum pernah berhasil melewati tahap ini. Kami adalah sebuah keluarga, meski kata itu sulit digunakan dalam sepak bola. Ini pertandingan yang akan selalu dikenang para suporter karena atmosfer dan panggungnya. Saya pernah mengalahkan tim-tim besar, tetapi tidak ada kemenangan yang bisa dibandingkan dengan malam ini karena terjadi di rumah sendiri, bersama rakyat kami,” ujar Aguirre.
Pada babak kedua, Meksiko mampu mengendalikan permainan dengan nyaman. Kiper Raúl Rangel sempat melakukan penyelamatan gemilang atas peluang John Yeboah, sementara peluang terbaik Ekuador melalui pemain pengganti Kevin Rodríguez masih melebar. Bek Arsenal Piero Hincapié bahkan menerima kartu merah pada masa injury time.
Kemenangan bersejarah ini membawa Meksiko melaju ke babak 16 besar, di mana mereka berpeluang menghadapi Inggris apabila The Three Lions mampu mengalahkan Republik Demokratik Kongo. Dengan performa impresif seperti di Stadion Azteca, El Tri kini bukan hanya berhasil mematahkan kutukan, tetapi juga mulai diperhitungkan sebagai salah satu tim yang mampu memberi kejutan besar di Piala Dunia 2026.