INVERSI.ID – Inacraft Youthpreneurs 2025 menjadi sorotan utama dalam dunia kerajinan tanah air. Pameran yang akan berlangsung pada 1–5 Oktober 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC) ini tidak hanya menampilkan produk-produk kreatif, tetapi juga memberi ruang besar bagi anak muda sebagai perintis dan penerus industri kerajinan Indonesia. Sebagai sister event dari Inacraft, pameran ini mengusung tema Craft, Culture, and Future yang menekankan pentingnya budaya, kreativitas, dan masa depan industri kerajinan.
Inacraft Youthpreneurs 2025 juga menjadi momentum penting karena melibatkan generasi muda yang semakin diakui di kancah internasional. Menurut Raden Asyfa Fuadi, Koordinator Bidang Youthpreneur, anak muda Indonesia disegani oleh banyak perajin dari Jepang, Korea, hingga Jerman. Tidak heran, dari total 843 stan yang hadir tahun ini, sekitar 300 stan diisi oleh brand yang dikelola atau diteruskan oleh generasi muda.
Lebih istimewanya lagi, Inacraft Youthpreneurs 2025 menghadirkan area khusus bernama Youth Tunnel yang berlokasi strategis di antara Main Hall A dan B. Hanya 20 brand terpilih yang bisa tampil di sini setelah melalui kurasi ketat dari lebih 200 UMKM. Syarat utamanya, bisnis tersebut harus dikelola oleh generasi muda dengan usia di bawah 40 tahun. Produk yang dipamerkan pun merupakan perpaduan antara karya klasik dan kontemporer yang mencerminkan kreativitas sekaligus akar budaya.
Perpaduan Budaya dan Kreativitas Anak Muda
Inacraft Youthpreneurs 2025 tidak hanya tentang pameran produk, tetapi juga soal narasi budaya yang kuat. Menurut Asyfa, budaya adalah kekuatan utama Indonesia dalam bersaing dengan negara lain. Di tengah derasnya produk murah dari pasar global, produk kerajinan lokal dengan nilai budaya tetap memiliki daya tarik tersendiri.
“Yang terpenting adalah narasi yang bagus, kebanggaan memakai produk lokal, dan rasa memiliki terhadap budaya Indonesia,” jelasnya.
Untuk itu, pameran ini menghadirkan berbagai aktivitas interaktif seperti membatik, menenun, hingga tooling kulit atau seni mengukir kulit secara manual. Bahkan, kegiatan tooling kulit dipadukan dengan brand motor besar seperti Harley Davidson dan Indian Motorcycle, menunjukkan bahwa kerajinan tradisional masih relevan dengan gaya hidup modern. Hal ini diharapkan dapat menarik minat generasi muda sekaligus menjaga kesinambungan budaya.
Selain itu, pameran terbagi ke dalam 10 zona berbeda yang menampilkan kerajinan berkualitas tinggi. Mulai dari Home Decor, Home Living, Shoes, Bags, hingga Aromaterapi di Main Lobby dan Plenary Hall. Untuk penggemar batik, tenun, dan sulaman, stan dapat ditemukan di Assembly Hall, Cendrawasih Hall, Hall A, Hall B, Plenary Hall, dan Promenade. Produk perhiasan dan aksesori akan dipamerkan di Cendrawasih Hall, Hall A, dan Hall B, sementara 20 karya unggulan Youthpreneurs akan disoroti khusus di Hall A.
Akses Pameran dan Promo Tiket
Inacraft Youthpreneurs 2025 dibuka untuk umum mulai pukul 10.00 hingga 21.00 WIB dengan tiket masuk seharga Rp35 ribu. Pengunjung bisa membeli tiket secara online melalui situs resmi Inacraft dengan melakukan pre-registration, atau membeli langsung di ticket box di lokasi acara.
Menariknya, ada promo khusus untuk pengguna Livin Mandiri. Mereka bisa mendapatkan tiket dengan harga Rp27 ribu di Loket Tiket dan Livin Sukha. Bahkan, pada 2 Oktober 2025, tiket akan dijual dengan harga spesial Rp27 ribu untuk semua pengunjung. Dengan berbagai penawaran ini, pameran semakin mudah diakses oleh masyarakat, terutama generasi muda yang ingin melihat langsung karya anak bangsa.
Kehadiran Inacraft Youthpreneurs 2025 menjadi bukti nyata bahwa anak muda memiliki peran penting dalam melestarikan sekaligus mengembangkan industri kerajinan nasional. Ajang ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga wadah untuk membangun jejaring, memperkenalkan produk ke pasar global, dan memperkuat narasi budaya Indonesia di mata dunia.
Melalui semangat Craft, Culture, and Future, generasi muda diharapkan mampu membawa kerajinan Indonesia ke level yang lebih tinggi. Inacraft Youthpreneurs 2025 bukan hanya ruang pamer, melainkan simbol kebangkitan kreativitas dan optimisme anak muda terhadap masa depan industri kreatif tanah air.