By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal

Travel

Indonesia Kejar Posisi Teratas GMTI 2026, Kemenpar Perkuat Promosi Wisata Halal

Jack
By
Jack
1 day ago
Share
4 Min Read
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenpar Vinsensius Jemandu (tengah). (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi destinasi wisata ramah Muslim Indonesia ke pasar internasional. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan promosi, mulai dari pameran pariwisata, sales mission, hingga penyelenggaraan event berskala global guna menarik lebih banyak wisatawan mancanegara.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kementerian Pariwisata, Vinsensius Jemandu, mengatakan pihaknya mendapat arahan untuk semakin agresif mengenalkan potensi wisata ramah Muslim Indonesia di berbagai negara.

“Kami jajarannya (Kementerian Pariwisata) diminta juga untuk gencar melakukan promosi termasuk di dalamnya itu bidding dan sales mission di luar untuk mengajak in house-in-house di sana untuk melakukan event maize di sini,” kata Vinsensius saat ditemui ANTARA di Jakarta, Jumat.

Menurut Vinsensius, salah satu upaya promosi tersebut dilakukan melalui ajang International Islamic Expo 2026. Pameran ini menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem wisata MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions), khususnya yang berkaitan dengan sektor wisata halal.

Ia menjelaskan, International Islamic Expo 2026 diikuti sekitar 18 asosiasi pariwisata, 80 peserta pameran dari dalam negeri, serta 46 peserta dari 16 negara. Dalam penyelenggaraan kali ini, Kementerian Pariwisata menargetkan sekitar 18 ribu pengunjung dengan potensi perputaran ekonomi mencapai Rp115 miliar.

Dalam pameran tersebut, Kemenpar menghadirkan berbagai pilihan destinasi wisata, akomodasi, hingga atraksi unggulan yang telah dikembangkan sebagai kawasan wisata ramah Muslim.

Beberapa daerah yang dipromosikan antara lain Sumatera Barat, Lombok, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Sulawesi Selatan yang dinilai telah memenuhi berbagai aspek pendukung wisata halal.

Vinsensius menjelaskan bahwa konsep wisata ramah Muslim tidak hanya berkaitan dengan kuliner halal. Lebih dari itu, destinasi dan akomodasi juga harus mampu memberikan kepastian mengenai kehalalan produk yang ditawarkan sekaligus menghadirkan fasilitas yang mendukung kenyamanan wisatawan Muslim.

“Ada banyak hal, bukan saja hal kuliner, tetapi juga fasilitas-fasilitas yang membuat wisatawan ramah Muslim itu menjadi nyaman.Saya kira di akomodasi ada extended service, bahwa hotel-hotel juga sebetulnya bisa menyambut dan menyiapkan tempat bagi mereka untuk bisa melakukan ibadah dan juga kewajiban-kewajiban sebagai muslim yang baik,” tambahnya.

Baca Juga :

UMKM Lokal Bikin Geger MotoGP Mandalika 2025, Sate Lilit & Tenun Jadi Sorotan!
Kru Band Last Child Inisial BGS, Pemasok Narkoba ke Virgoun jadi Tersangka

Ia mengungkapkan, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan destinasi ramah Muslim agar mampu memberikan pengalaman wisata yang nyaman, aman, dan berkualitas bagi para wisatawan.

Upaya tersebut juga didorong oleh capaian Indonesia dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2026. Indonesia berhasil naik ke posisi kedua sebagai destinasi wisata ramah Muslim terbaik di dunia setelah sebelumnya berada di peringkat kelima pada 2025.

“Kita ini kan negara populasi Muslim terbesar di dunia, oleh itu kami di jajarannya sudah didorong oleh Ibu Menteri untuk terus mempromosikan destinasi-destinasi yang ramah Muslim dan juga mempersiapkan juga extended service, sehingga wisata Muslim ini dapat pengalaman baik dan juga wisatawannya merasa nyaman dan aman. Itu yang diharapkan oleh Ibu Menteri,” katanya.

Pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi Kementerian Pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas destinasi wisata ramah Muslim di Indonesia. Selain memperluas promosi ke pasar internasional, pemerintah juga berupaya meningkatkan daya saing agar Indonesia mampu menempati posisi teratas dalam Global Muslim Travel Index, mengungguli Malaysia yang saat ini masih berada di peringkat pertama.

You Might Also Like

Pemerintah Jepang Resmi Usulkan Sistem Dua Ibu Kota untuk Kurangi Sentralisasi Tokyo
Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia
Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
TAGGED:kemenparWisata ramah muslim
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional
Next Article Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Zonder Keluar Uang! CNG 3 Kg Siap Gantikan LPG, Tabung Baru Disiapkan Pemerintah

Muak Impor! Bahlil Siapkan 3 Jurus Besar Demi Dongkrak Produksi Minyak RI

Mini LNG Rp1,1 Triliun di Tuban Resmi Beroperasi, Impor LPG Siap Dipangkas

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

BRIN Sebut Tanaman Aren Berpotensi Besar Dukung Transisi Energi Nasional

Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

2 weeks ago
Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

2 weeks ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index