By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Janggal, Ada Data Sertifikat Tanah Pekarangan Diubah Jadi Irigasi Sungai di Perumahan PBS Sukoharjo
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Janggal, Ada Data Sertifikat Tanah Pekarangan Diubah Jadi Irigasi Sungai di Perumahan PBS Sukoharjo

Terkini

Janggal, Ada Data Sertifikat Tanah Pekarangan Diubah Jadi Irigasi Sungai di Perumahan PBS Sukoharjo

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
4 Min Read
SHARE

Dugaan pengalihfungsian lahan fasilitas umum menjadi lahan usaha di Perumahan Bengawan Solo (PBS), Kartasura, Sukoharjo oleh mantan pejabat di Kementerian PUPR menjadi perhatian warga.

Apalagi ditemukan adanya data sertifikat yang diubah, dari sebidang tanah pekarangan untuk jalan menjadi bangunan irigasi sungai. Padahal, kata RT setempat, di kawasan itu tidak ada aliran sungai.

“Munculnya perubahan sertifikat dari KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) sesuai dengan pendaftaran yang dilakukan instansi itu. Diduga atas kehendak GS itu. Maka upaya GS untuk memanfaatkan lahan fasum menjadi lancar. Oleh instansi itu, lahan fasum yang statusnya telah diubah, lalu disewakan kepada GS,” ujar Anggoro, pada Senin, 13 Mei 2024.

Baca Juga: Kuasai Lahan Fasum PBS Sejak 20 Tahun, Mantan Pejabat Kementerian PUPR Didemo Warga Sukoharjo

Anggoro menyebut, alih status lahan ini memungkinkan pihak instansi mengizinkan GS memakai lahan untuk kepentingan pribadinya dengan status sewa. Namun uang sewa tidak diberikan ke warga.

“Surat sewanya ada. Anehnya lagi, nominal uang sewanya hanya Rp1,117 juta per tahun. Apa iya, tanah seluas ini dengan lokasi di tepi jalan besar sewanya cuma Rp 1 juta setahun? Sekarang yang jadi masalah, jika fasum bisa disewakan, bisa jadi jalan perumahaan ini juga nanti disewakan,” imbuhnya.

Menurut Anggoro, keinginan warga untuk memanfaatkan lahan fasum yang diduga diserobot pernah disampaikan dalam mediasi di kantor Desa Pabelan.

Awalnya, warga meminta agar GS memberi kompensasi, atas pengalihan fasum menjadi tempat penunjang bisnis pribadi tersebut.

“Tetapi beliau tidak setuju. Bahkan dengan arogan mengatakan akan menguasai lahan fasum yang ada di sebelah rumahnya itu,” ujarnya.

Baca Juga :

4 Strategi Pemerintah Agar Mudik Lebaran 2024 Lancar
Ingin Hapuskan Hamas, IDF: Israel Kembali Serang Gaza Setelah Gencatan Senjata Berakhir

Baca Juga: Dekranas Targetkan MURI, Rabu Besok Ada Parade 20 Kereta Kuda dan 102 Mobil Hias di Kota Solo

Terkait hal itu, Kepala Desa (Kades) Pabelan Sri Handoko membenarkan pernah memfasilitasi mediasi antara warga dengan GS. Dia mengaku tanah tersebut saat ini sudah berganti pemilik.

“Tanah ini sekarang pemilik kedua. Namanya Pak Ndaru. Kami sudah meminta agar pembangunan (ruko) menunggu PBG (Perizinan Bangunan Gedung) dari DPUPR. Karena sampai sekarang belum turun,” ujar kades.

Selain itu, kades mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan keberatan warga, tentang sebagian lahan proyek mengenai fasum.

“Intinya warga menuntut agar tanah fasum tidak dibangun, meskipun dia (GS) punya hak sewa dari instansi. Tapi yang namanya fasum di perumahan, sudah menjadi hak warga. Seharusnya ya diserahkan ke pemerintah daerah,” paparnya.

Baca Juga: Meriahkan HUT ke-44 Dekranas, Yovie and Nuno Akan Tampil Gratis di Pura Mangkunegaran Kota Solo

Supaya konflik tidak berlarut, pemerintah desa setempat menunggu inisiatif dari instansi berangkutan, agar segera menyerahkan fasum itu ke pemerintah daerah.

“Kami akan menindaklanjuti keluh kesah warga. Kami akan undang pemilik tanah Rabu (15/5) mendatang, Kalau nanti tidak mau membongkar, kami bersama warga yang akan membongkar,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan warga Perumahan Bengawan Solo (PBS) , Kartasura, Karanganyar memprotes adanya dugaan penyalahgunaan lahan fasilitas umum menjadi lahan usaha pribadi oleh mantan pejabat Kementerian PUPR, GS.

Aksi tersebut berlangsung di Jalan Slamet Riyadi RT 01 RW 04, Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Senin siang (13/5).

You Might Also Like

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article Kuasai Lahan Fasum PBS Sejak 20 Tahun, Mantan Pejabat Kementerian PUPR Didemo Warga Sukoharjo
Next Article Sembunyi di Sumur Tua, Ular Piton 3,5 Meter Diduga Memangsa Anak Kambing di Prambanan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

22 hours ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

23 hours ago
Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index