By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Jason dan Jovan Surabaya, Kakak Beradik yang Harumkan Indonesia Lewat Olimpiade Matematika
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jason dan Jovan Surabaya, Kakak Beradik yang Harumkan Indonesia Lewat Olimpiade Matematika

Pendidikan

Jason dan Jovan Surabaya, Kakak Beradik yang Harumkan Indonesia Lewat Olimpiade Matematika

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
6 Min Read
Jason dan Jovan.
SHARE

INVERSI.ID – Jason dan Jovan Surabaya berhasil mencetak sejarah kecil yang membanggakan Indonesia. Dua kakak beradik asal Kota Pahlawan ini sukses membawa pulang medali perunggu dari ajang bergengsi International Mathematics Competition (IMC) 2025 yang digelar di Singapura pada awal Agustus lalu. Prestasi ini bukan hanya membanggakan keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Surabaya di kancah internasional.

Contents
Cinta Matematika Sejak DiniPeran Penting Sang IbuMedali Perunggu yang MembanggakanInspirasi untuk Generasi MudaPersiapan Kompetisi BerikutnyaHarapan untuk Pemerintah Kota

Capaian Jason dan Jovan Surabaya terbilang luar biasa mengingat usia mereka masih sangat muda. Jason, siswa kelas 1 SMAN 5 Surabaya, dan adiknya, Jovan, murid kelas 6 SD Bright Kiddie, membuktikan bahwa konsistensi belajar, dukungan keluarga, serta cinta terhadap matematika bisa menjadi kunci keberhasilan.

Tidak banyak kisah kakak beradik yang bisa berprestasi bersama hingga tingkat internasional. Namun, Jason dan Jovan Surabaya menunjukkan bahwa kebersamaan, kompetisi sehat, dan kerja keras mampu membawa mereka meraih prestasi yang membanggakan.

Cinta Matematika Sejak Dini

Sejak kecil, Jason sudah akrab dengan angka dan rumus. Ia dikenal tekun, sabar, serta mampu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk menyelesaikan soal-soal sulit.

“Awalnya suka matematika diinstruksikan sama ibu bahwa matematika itu permainan. Abang menekuni matematika dari kelas 3 SD,” ungkap Jason.

Di sisi lain, Jovan punya cara belajar yang berbeda. Ia dikenal lebih ekspresif, cepat memahami pola, dan gemar berkompetisi. Lucunya, ketertarikan Jovan terhadap matematika justru muncul karena rasa cemburu pada sang kakak.

“Jovan sebenarnya nggak suka matematika, tapi melihat Abang jadi jealous. Dari situ Jovan ikut matematika,” ujarnya polos.

Sejak saat itu, keduanya kerap belajar bersama. Jason sering berbagi ilmu dengan adiknya, sementara Jovan tak segan bertanya bahkan berdebat soal metode penyelesaian. Dari kebiasaan ini, lahirlah sinergi yang membuat mereka sama-sama tumbuh menjadi pelajar berprestasi.

Peran Penting Sang Ibu

Di balik keberhasilan dua bersaudara ini, ada sosok penting yang selalu setia mendampingi, yaitu sang ibu, dr. Vanda Y Nasution. Sebagai seorang dokter, Vanda terbiasa membagi waktunya yang padat untuk tetap mendukung pendidikan anak-anak.

Baca Juga :

Pemkab Siak Gelontorkan Rp14,8 Miliar Buat Beasiswa Betunas 2025, Buruan Daftar!
Jadwal Tayang dan Daftar Peserta Hafiz Indonesia 2024

“Saya percaya setiap anak punya jalannya sendiri. Dari kecil saya ikutkan kompetisi sains, matematika, dan bahasa Inggris. Jadi tugas saya hanya menyediakan ruang, memberi dorongan, dan menemani mereka kalau ada kompetisi. Saya tahu mereka mampu,” tutur Vanda.

Vanda menekankan bahwa prestasi bukan tujuan akhir. Baginya, yang lebih penting adalah proses belajar. Ia juga selalu mengajarkan anak-anaknya untuk rendah hati, meski sudah meraih banyak penghargaan.

“Bagaimanapun kompetisinya, tetap sekolah nomor satu. Saya membiasakan anak-anak agar tidak menyombongkan diri, tetap rendah hati,” tambahnya.


Medali Perunggu yang Membanggakan

Kerja keras Jason dan Jovan akhirnya membuahkan hasil saat pengumuman di IMC Singapura. Meski belum meraih emas, medali perunggu yang mereka bawa pulang tetap menjadi pencapaian luar biasa.

Jovan bahkan mengaku lebih semangat karena bisa ditemani kakaknya.

“Idola Jovan ya abang (Jason). Kemarin yang paling sulit WMSC (kompetisi sebelumnya) banyak soal volume, jadi belajar. Yang IMC sekarang juga banyak soal volume, jadi bisa ngerjain,” ujarnya sambil tersenyum.

Bagi keluarga, prestasi ini menjadi simbol kebersamaan dan kekompakan. Bagi Surabaya, pencapaian Jason dan Jovan menegaskan bahwa anak-anak muda kota ini punya potensi besar untuk bersaing di level dunia.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Kisah Jason dan Jovan memberi inspirasi penting bagi generasi muda Indonesia. Mereka membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk menorehkan prestasi. Dengan konsistensi belajar, semangat pantang menyerah, dan dukungan keluarga, siapa pun bisa mencapai hal besar.

Bahkan, perjalanan mereka membuktikan bahwa kompetisi bukan hanya soal menang, tetapi juga tentang membangun mental yang kuat. Mereka belajar menghadapi tekanan, tetap rendah hati saat berhasil, dan tidak putus asa ketika menemui kegagalan.

Persiapan Kompetisi Berikutnya

Setelah sukses di Singapura, Jason dan Jovan tidak ingin cepat puas. Mereka sudah bersiap mengikuti kompetisi berikutnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. Sang ibu berharap, apa pun hasilnya, keduanya tetap menjadikan pengalaman ini sebagai pijakan untuk mimpi yang lebih besar.

“Saya tidak menuntut mereka harus jadi apa. Mereka ingin jadi astronot, saya dukung saja. Yang penting mereka tetap berproses, terus belajar,” ujar Vanda.

Dukungan ini menjadi pondasi kuat bagi Jason dan Jovan untuk terus mengembangkan diri. Mereka tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga inspirasi bagi pelajar lain untuk berani bermimpi besar.


Harapan untuk Pemerintah Kota

Sebagai penutup, dr. Vanda menyampaikan harapannya agar prestasi anak-anak Surabaya seperti Jason dan Jovan mendapat perhatian dari pemerintah kota.

“Prestasi anak-anak Surabaya seperti Jason dan Jovan ini semoga bisa mendapat atensi dari Bapak Wali Kota (Eri Cahyadi). Bukan semata-mata untuk penghargaan pribadi, tetapi agar semakin banyak anak-anak Surabaya yang termotivasi berani bermimpi dan berprestasi sampai tingkat internasional,” pungkasnya.

Harapan ini tentu bukan tanpa alasan. Dengan perhatian dan dukungan lebih dari pemerintah, akan semakin banyak pelajar yang terinspirasi untuk mengejar prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Kisah Jason dan Jovan Surabaya adalah bukti nyata bahwa kolaborasi kakak beradik, dukungan keluarga, dan semangat pantang menyerah bisa membawa prestasi hingga ke level internasional. Dari meja belajar sederhana di rumah, mereka berhasil menorehkan sejarah di Singapura.

Perunggu dari IMC 2025 mungkin terlihat kecil dibanding emas, tetapi bagi Jason, Jovan, dan keluarga, medali itu adalah simbol dari kerja keras, doa, dan cinta pada ilmu pengetahuan. Bagi Surabaya, ini adalah bukti bahwa kota ini terus melahirkan generasi emas yang siap mengharumkan Indonesia.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:Jason dan JovanOlimpiade MatematikaSurabaya
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Balqis Humairah SMAN 4 Malang, Juara BMX yang Kini Coba Peruntungan di Basket DBL
Next Article Gen Z Harus Jadi Game Changer, Kuliah Lebih dari Sekadar Mengejar Ijazah
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Olahraga

Persebaya Resmi Datangkan 5 Pemain Baru, Siap Tancap Gas Sambut Liga 1 2026/2027

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index