JAKARTA
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat kesiapsiagaan nasional menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan memperkuat koordinasi lintas sektor serta menambah jalur strategis penyeberangan Jawa–Sumatera. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan pada periode akhir tahun.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan sinergi antarkementerian, lembaga, BUMN, dan operator swasta menjadi fondasi utama agar layanan transportasi selama Nataru berjalan aman, lancar, dan terkendali.
“Sinergi antara stakeholder adalah kunci lancarnya pergerakan masyarakat selama angkutan Natal dan Tahun Baru,” ujar Menhub saat mendampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau Posko Pusat Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Salah satu fokus utama pengamanan Nataru tahun ini adalah penyeberangan Jawa–Sumatera yang kerap menjadi titik krusial. Menhub menyebut, pemerintah kembali melakukan strategi pemecahan arus kendaraan dan penumpang dengan memperluas titik layanan pelabuhan.
“Pada penyeberangan Jawa–Sumatera, sejak periode angkutan Natal dan tahun baru sebelumnya, kami berupaya memecah pergerakan masyarakat ke Pelabuhan Ciwandan, Bojonegara, dan Merak. Tahun ini, kami tambah lagi ke Pelabuhan Bandar Samudera, sehingga menjadi empat pelabuhan,” tutur Menhub.
Selain penyeberangan, kesiapan juga diperkuat di seluruh moda transportasi. Pada sektor darat, pemerintah menyiapkan 31.433 unit bus dengan kapasitas 1,21 juta penumpang. Untuk transportasi laut, disiapkan 715 kapal laik laut yang mampu mengangkut hingga 2,89 juta penumpang.
Sementara itu, sektor udara dan penyeberangan didukung 388 pesawat dengan kapasitas 7,69 juta penumpang serta 253 kapal penyeberangan dengan kapasitas 5,01 juta penumpang. Di sektor perkeretaapian, sebanyak 2.670 unit sarana dan trainset disiagakan, dengan kapasitas angkut mencapai 3,5 juta penumpang antarkota, 2,9 juta penumpang regional, dan 51,6 juta penumpang commuter.
Menhub menegaskan, kesiapan ini merupakan hasil kolaborasi para operator transportasi, mulai dari Perum Damri, Pelni, ASDP Ferry, PT KAI dan operator KA BUMD, hingga maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Pelita Air, serta operator swasta lainnya.
Untuk memastikan seluruh kebijakan dan respons lapangan berjalan cepat dan terpadu, Kemenhub mengoperasikan Posko Pusat Angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026 sebagai pusat kendali nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menekankan pentingnya kualitas pelayanan publik selama masa libur panjang. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan tidak lengah dan memastikan keselamatan menjadi prioritas utama.
“Posko ini bagus sekali, mohon semua yang terlibat saling melengkapi sehingga harapannya tidak ada kecelakaan karena kelalaian petugas. Jika ada kesulitan langsung sampaikan sehingga bisa segera tertangani,” kata Teddy.
Dengan strategi penambahan jalur, kesiapan armada besar, serta kendali terpusat, pemerintah berharap arus mudik dan libur Nataru 2025/2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan minim gangguan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.