By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Konser 100 Musisi Heal Sumatra Jadi Ajang Lanjutkan Warisan Solidaritas Glenn Fredly
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Konser 100 Musisi Heal Sumatra Jadi Ajang Lanjutkan Warisan Solidaritas Glenn Fredly

Musik

Konser 100 Musisi Heal Sumatra Jadi Ajang Lanjutkan Warisan Solidaritas Glenn Fredly

Jack
By
Jack
7 months ago
Share
7 Min Read
Tompi salah satu musisi yang terlibat dalam 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Gelaran konser amal bertajuk 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert menghadirkan suasana haru sekaligus penuh energi solidaritas di T Space Bintaro, Minggu (7/12). Acara yang mempersatukan lebih dari seratus musisi lintas generasi itu bukan hanya menjadi ruang untuk mengumpulkan donasi, tetapi juga menjadi pengingat kuat tentang nilai kemanusiaan yang pernah diwariskan almarhum Glenn Fredly. Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh musisi Tompi saat tampil di atas panggung.

Contents
Solidaritas Lintas Generasi dan Motivasi untuk Menghadirkan KebaikanTujuan Besar, Menggalang Bantuan bagi Korban Bencana di SumatraMusik Sebagai Ruang Pemulihan dan Kesadaran Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Tompi menyinggung sosok Glenn sebagai figur yang selalu berada di garis depan ketika terjadi bencana atau masa sulit. Ia menyebut bahwa semangat untuk saling membantu yang mengakar di kalangan musisi Indonesia saat ini salah satunya tumbuh dari kebiasaan Glenn yang tak pernah ragu menyerukan solidaritas.

“Ada kisah cinta yang indah yang diungkapkan Glenn Fredly. Dulu, setiap ada musibah atau masa sulit, dialah yang terdepan. Dia memanggil kita kapan saja. Sayang sekali yang memberi perintah itu sudah dipanggil Tuhan,” kata Tompi dalam siaran langsung di akun Youtube DSS Music, Minggu.

Ucapan itu disambut riuh penonton, sebagian di antaranya tampak terharu. Glenn Fredly memang dikenal bukan hanya sebagai musisi, tetapi juga aktivis yang menggunakan kepopulerannya untuk membawa perubahan sosial. Reputasi tersebut melekat kuat hingga kini, dan menurut Tompi, menjadi salah satu fondasi moral bagi gerakan solidaritas para musisi di konser amal kali ini.

Ia menambahkan bahwa warisan tersebut seharusnya tidak berhenti hanya karena Glenn sudah tiada. Menurutnya, ada tanggung jawab moral bagi musisi Indonesia untuk meneruskan langkah serupa.

“Mau tidak mau, kita harus melanjutkan. Budaya baik seperti ini harus dilanjutkan. Semua teman-temanku ketika saya telepon langsung bilang oke, tanpa pikir panjang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan realitas yang terjadi di balik panggung. Banyak musisi yang tampil pada konser ini bersedia datang tanpa bayaran, bahkan beberapa di antaranya menyesuaikan jadwal padat hanya untuk dapat hadir demi tujuan kemanusiaan.

Solidaritas Lintas Generasi dan Motivasi untuk Menghadirkan Kebaikan

Selain Tompi, musisi Ello juga memberikan pandangannya soal pentingnya kontribusi para pelaku seni dalam situasi bencana. Ia mengakui bahwa kesempatan untuk tampil dalam konser amal ini menjadi cara dirinya menggunakan bakat yang dimiliki untuk manfaat yang lebih luas.

“Aku sadar kalau aku menggunakan bakatku untuk kebaikan. Kami memang jarang kumpul, sayangnya cuma kumpul kalau ada acara seperti ini. Tapi aku tidak pikir panjang karena ini salah satu kesempatanku membawa kebaikan bagi sesama,” ujar Ello.

Baca Juga :

Playlist Musik Anak Muda Hari Ini! Dari Galau Sampai Party Mode
Anies Baswedan Kalah Jauh di Quick Count, Ririe Fairus: Semoga Bawa Perubahan

Pandangan Ello mencerminkan kondisi di dunia musik Indonesia, di mana kolaborasi besar lintas genre dan generasi memang tidak terlalu sering terjadi kecuali dalam agenda besar, salah satunya konser amal. Namun momentum tersebut justru menghadirkan dimensi baru tentang bagaimana musik bisa menjadi medium penyembuhan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Lebih dari 100 musisi hadir mengambil bagian. Ada penyanyi solo, grup band, musisi indie hingga artis yang telah lama malang melintang di industri hiburan. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yakni mengajak publik untuk memperluas perhatian terhadap korban bencana di Sumatra yang hingga kini masih membutuhkan dukungan pemulihan.

Tujuan Besar, Menggalang Bantuan bagi Korban Bencana di Sumatra

Konser 100 Musisi Heal Sumatra Charity Concert digagas sebagai respons atas bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Berbagai daerah dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, mulai dari hilangnya tempat tinggal, rusaknya fasilitas publik, hingga jatuhnya korban jiwa. Banyak warga yang terpaksa mengungsi dan belum dapat kembali ke kehidupan normal.

Melalui konser ini, penyelenggara berharap dapat menggalang donasi dari publik dengan skala lebih besar. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan untuk membantu proses pemulihan, baik berupa bantuan logistik, pembangunan fasilitas sosial, ataupun penyediaan kebutuhan dasar harian bagi warga.

Acara ini tidak hanya berhenti di satu titik. Setelah digelar di T Space Bintaro, konser akan berlanjut di Lippo Mall Kemang pada Selasa (16/12). Langkah ini diambil untuk memperluas jangkauan kampanye dan memungkinkan lebih banyak masyarakat terlibat dalam gerakan solidaritas tersebut.

Bagi publik yang ingin berpartisipasi tetapi tidak dapat hadir di lokasi konser, panitia menyediakan opsi donasi melalui Bank BNI – 2025807896 atas nama ILUNI UI. Kanal donasi ini dibuka agar masyarakat yang peduli dapat menyumbang kapan saja, tanpa harus dibatasi oleh jarak dan waktu.

Selain kontribusi finansial, pihak penyelenggara juga mendorong masyarakat untuk membantu dengan membagikan informasi terkait konser dan kampanye donasi ini. Menurut mereka, distribusi informasi memiliki dampak signifikan dalam memperluas jangkauan bantuan.

Musik Sebagai Ruang Pemulihan dan Kesadaran Sosial

Konser amal seperti ini kembali mempertegas peran musik sebagai kekuatan sosial yang mampu menyentuh banyak lapisan masyarakat. Di tengah situasi bencana, musik menjadi pintu masuk untuk membangun empati dan menggerakkan bantuan lebih cepat. Sejumlah penonton yang hadir juga menyebut bahwa mereka memilih datang bukan hanya untuk menikmati penampilan musisi favorit, tetapi juga karena ingin terlibat dalam gerakan kemanusiaan yang nyata.

Beberapa musisi yang tampil bahkan menyisipkan pesan-pesan kemanusiaan di tengah penampilan mereka. Ada yang berbagi cerita tentang pengalaman pribadi menghadapi bencana, ada yang mengajak penonton untuk tidak berhenti peduli, dan ada pula yang menyampaikan rasa duka mendalam terhadap para korban di Sumatra.

Konser ini pada akhirnya bukan hanya soal pertunjukan musik. Ia adalah ruang kolektif untuk berbagi kepedihan, harapan, dan langkah nyata menuju pemulihan. Momentum yang tercipta dari panggung ini memperlihatkan bahwa solidaritas di dunia musik Indonesia masih hidup, tumbuh, dan bisa berkembang lebih besar dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Seiring dua lokasi konser yang masih akan berjalan, penyelenggara berharap agar gerakan ini dapat menginspirasi publik untuk terlibat lebih jauh dan membuat bantuan yang disalurkan semakin luas.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat
Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi
Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
TAGGED:konserSumatraTompi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Ratas Kilat di Aceh. Prabowo, Siap Gelontorkan Dana dan Bantuan, Tapi Jangan Ada yang Korup
Next Article Pemetaan Talenta IPB University, 40 Persen Mahasiswa Baru Pilih Karier Profesional
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival

4 weeks ago
Musik

Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index