By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Lagu Lama, Gaya Baru Gen Z Hidupkan Musik Era 90-an Lewat TikTok dan Spotify
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Lagu Lama, Gaya Baru Gen Z Hidupkan Musik Era 90-an Lewat TikTok dan Spotify

Musik

Lagu Lama, Gaya Baru Gen Z Hidupkan Musik Era 90-an Lewat TikTok dan Spotify

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Musik dari era 1990-an kembali naik daun di kalangan anak muda. Menariknya, tren ini justru dipopulerkan oleh Generasi Z, bukan oleh mereka yang tumbuh bersama era tersebut.

Contents
Dari “Dan” Sampai “I Want It That Way”: Lagu Lama, Makna BaruMusik Jadi Gerbang Gaya Hidup RetroLabel Musik dan Musisi Ikut Menyambut TrenBukan Sekadar Tren, Tapi Gerakan Budaya

Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas dan ketulusan dalam karya musik mampu melampaui waktu dan teknologi. Melalui platform digital seperti Spotify dan TikTok, lagu-lagu lawas kini menemukan pendengar baru sekaligus penggemar yang loyal.

Dari “Dan” Sampai “I Want It That Way”: Lagu Lama, Makna Baru

Band-band legendaris seperti Dewa 19, Sheila on 7, dan Padi, hingga musisi internasional seperti Backstreet Boys dan Britney Spears, kembali ramai diputar dan digunakan sebagai latar video TikTok. Lagu seperti “Dan” atau “Sephia” kerap digunakan dalam konten bertema nostalgia sekolah, cerita cinta remaja, hingga meme humor viral.

“Kami suka musik 90-an karena nadanya jujur dan liriknya menyentuh. Tidak seperti sekarang yang kadang terlalu digital,” ujar Rafi (19), mahasiswa sekaligus kolektor kaset pita asal Yogyakarta.

Akses mudah terhadap katalog musik lawas melalui streaming membuat Gen Z lebih bebas mengeksplor genre dan era musik yang berbeda. Lirik yang emosional, alunan musik yang sederhana, dan suara vokal yang ekspresif jadi alasan utama musik era 90-an kembali digemari.

Musik Jadi Gerbang Gaya Hidup Retro

Lebih dari sekadar mendengarkan, Gen Z juga mulai menghidupkan kembali gaya hidup era 90-an. Aksesori seperti walkman bluetooth, kamera analog, jaket denim, kaos oversize, dan sneakers klasik menjadi simbol gaya hidup retro yang kini dianggap aesthetic dan orisinal.

Kebangkitan musik ini juga mendorong lahirnya berbagai komunitas penggemar vintage, festival bertema nostalgia, hingga konser tribute yang kini justru didominasi penonton berusia 15–25 tahun.

Label Musik dan Musisi Ikut Menyambut Tren

Melihat antusiasme ini, sejumlah label rekaman mulai merilis ulang album klasik dalam versi digital remaster. Beberapa band lawas seperti Jamrud, Gigi, hingga P-Project kembali tampil di panggung berbagai kota dengan penonton yang lintas generasi.

Bahkan, musisi muda pun mulai menciptakan lagu dengan aransemen khas era 90-an—mengandalkan chord sederhana, lirik puitis, dan sentuhan analog.

Baca Juga :

Rencana Pembangunan Food Estate di Kepulauan Seribu Dinilai Rentan bagi Pulau Kecil
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Bukan Sekadar Tren, Tapi Gerakan Budaya

Fenomena ini bukan hanya soal tren konsumsi musik lama, tetapi bagian dari proses kreatif. Bagi Gen Z, musik 90-an bukan hanya didengar, tapi dihidupkan kembali dengan cara yang relevan dan penuh makna.

Di tengah dominasi musik digital yang serba instan, lagu-lagu dari masa lalu memberi ruang bagi generasi muda untuk merenung, merasa, dan mengekspresikan diri secara lebih jujur.

Kebangkitan musik 90-an di tangan Gen Z membuktikan bahwa nostalgia bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Dengan kreativitas, teknologi, dan kecintaan pada hal-hal autentik, generasi muda berhasil memberi nyawa baru pada musik lawas dan menjadikannya bagian penting dari ekspresi budaya masa kini.***

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat
Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi
Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
TAGGED:90-angen zMusik
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Waspada! Batu Ginjal Kini Ancam Generasi Z, Ini Penyebab dan Cara Pencegahannya
Next Article Meriah! Audisi Asmara Gen Z di Jakarta Diserbu Ratusan Peserta dan Penggemar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival

4 weeks ago
Musik

Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index