By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Mafia Barcode Menggila! YLKI Minta Aturan BBM Diperketat demi Selamatkan Hak Rakyat Kecil
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Mafia Barcode Menggila! YLKI Minta Aturan BBM Diperketat demi Selamatkan Hak Rakyat Kecil

EkonomiTerkini

Mafia Barcode Menggila! YLKI Minta Aturan BBM Diperketat demi Selamatkan Hak Rakyat Kecil

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
4 Min Read
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung penguatan pengawasan dan penataan distribusi BBM subsidi agar hak masyarakat kecil tetap terlindungi dari maraknya mafia barcode dan kendaraan bertangki modifikasi di SPBU. (Foto, Dok/PERTAMINA Patra Niaga)
SHARE

JAKARTA — Terbongkarnya praktik mafia solar subsidi di Bandar Lampung menjadi alarm keras bahwa kuota BBM subsidi negara masih rawan dijarah oleh kelompok penimbun dan spekulan. Modus penggunaan banyak barcode dan kendaraan bertangki modifikasi dinilai sebagai bukti nyata perlunya aturan distribusi yang lebih ketat agar subsidi tidak salah sasaran.

Di tengah maraknya praktik curang tersebut, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung penguatan pengawasan dan penataan distribusi BBM subsidi agar hak masyarakat kecil tetap terlindungi.

Kasus mafia solar subsidi di Bandar Lampung sebelumnya dibongkar aparat kepolisian setelah ditemukan praktik pembelian solar menggunakan banyak barcode berbeda untuk mengakali sistem distribusi subsidi negara. Polisi juga menemukan kendaraan dengan tangki modifikasi yang digunakan menimbun solar subsidi dalam jumlah besar.

Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa tanpa pengawasan ketat, subsidi energi justru akan terus dinikmati mafia, sementara pedagang kecil, sopir angkot, nelayan, petani, hingga pelaku UMKM harus berebut kuota di SPBU.

Ketua Pengurus Harian YLKI Niti Emiliana menegaskan bahwa distribusi BBM subsidi memang seharusnya diprioritaskan bagi kelompok rentan, transportasi logistik, dan transportasi publik.

“Alokasi BBM subsidi memang sebaiknya diprioritaskan kepada masyarakat rentan, transportasi logistik dan transportasi publik,” kata Niti saat dihubungi redaksi, Senin (18/5).

Menurut YLKI, pembatasan tanpa pengawasan hanya akan membuka celah baru bagi pasar gelap dan mafia penimbun.

“Tanpa pengawasan ketat maka pembatasan ini akan berpotensi membuka pasar gelap baru pada BBM subsidi,” tegas Niti.

Karena itu, YLKI mendesak agar pemerintah memperkuat kontrol langsung di lapangan, termasuk pengawasan barcode, pembatasan pembelian dalam batas wajar, hingga transparansi distribusi agar subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :

Palsukan Data Perbankan, Pegawai Bank Gelapkan Dana Titipan BI untuk Judi Online
Berani dan Cerdas! Aksi Siswa SMKN 1 Kediri Bikin Wartawan Bodrek Minta Maaf

Pembelian dalam batas normal dipandang sebagai langkah penting untuk menyegel celah mafia yang selama ini memanfaatkan lemahnya sistem pengawasan.

Di sisi lain, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) Tulus Abadi menilai skema pembatasan berbasis kuota harian lebih efektif dibanding pembatasan berdasarkan jenis kendaraan atau kapasitas mesin.

“Jika memang bertujuan untuk penghematan, dan pemerintah sudah berat dengan subsidi energi saat ini, maka kuota per hari bisa diturunkan kembali. Misalnya menjadi 35 liter-40 liter per hari,” ujar Tulus.

Menurut dia, pembatasan berbasis kuota lebih mudah diawasi dan lebih tepat untuk mengendalikan konsumsi kendaraan pribadi yang selama ini dianggap menyedot subsidi cukup besar.

“Pembatasan kuota karena bersifat masif, pengawasannya lebih simpel daripada pembatasan dengan jenis dan CC kendaraan. Sebaiknya yang diprioritaskan pengendalian subsidi BBM untuk kendaraan pribadi,” tegas Tulus.

Wacana pengetatan distribusi BBM subsidi sendiri kini tengah dibahas Dewan Energi Nasional (DEN) bersama Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari strategi pengendalian subsidi energi nasional.

Anggota DEN Satya Widya Yudha menyebut pembatasan berbasis kendaraan dan kuota diperkirakan mampu menghemat volume subsidi hingga 10-15 persen.

Di tengah tekanan harga minyak dunia dan besarnya anggaran subsidi negara, pengamanan distribusi BBM kini dipandang bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan upaya menjaga keadilan sosial agar uang negara tidak habis dikuras mafia barcode dan penimbun solar subsidi.

Narasi perlindungan subsidi pun semakin menguat: kuota BBM negara harus kembali ke tujuan awalnya — menjadi bahan bakar mobilitas wong cilik, bukan ladang bisnis mafia energi.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:BBM SubsidiKuota di SPBUMafia BarcodeYLKI
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Tangis Bahagia Warga Blora! Sumur Minyak Rakyat Kini Legal Mengalir ke PERTAMINA
Next Article Dunia Memanas, Indonesia Tambah Gahar! Rafale hingga Rudal Canggih Resmi Perkuat TNI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

19 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index