INVERSI.ID – Setelah cukup lama vakum dari panggung besar, Mahalini Raharja akhirnya siap comeback lewat konser tunggal berjudul “KOMA Live in Concert”. Kembalinya ia ke industri musik bukan sekadar penampilan biasa, tetapi bentuk perjalanan baru yang ingin ia rayakan bersama para penggemarnya. Momentumnya terasa spesial karena ini menjadi titik lanjut dari mimpi yang selama ini ia bangun bertahap.
Di sebuah konferensi pers di Jakarta, Mahalini mengaku bahwa kembali tampil di panggung punya makna emosional yang dalam buat dirinya. Ia tidak hanya ingin bernyanyi, tetapi juga merawat mimpi dan hasrat bermusik yang sempat ia jeda sejenak.
“Enggak bisa diungkapin sebenernya maknanya banyak banget. Jadi, sebenernya dari semua ini aku tuh cuman pengen melanjutkan mimpi aku aja sih. Karena banyak hal yang mungkin belum tercapai, banyak hal yang belum aku realisasikan, kayak konser ini,” kata Mahalini.
Konser “KOMA Live in Concert” menjadi momen perdana di mana Mahalini akan membawakan seluruh lagu dari album terbarunya, “KOMA”, secara penuh di atas panggung. Album ini berisi sepuluh lagu yang menjadi lanjutan cerita dari “Fábula” (2023). Jika “Fábula” menggambarkan kisah-kisah awal perjalanan kariernya, maka “KOMA” menjadi perpanjangan narasi yang lebih dewasa dan emosional.
“Tapi sebenernya ‘Fábula’ itu kan artinya adalah story, terus ‘Koma’ itu memang aku ciptakan sebagai lanjutan dari story-story aku. menurut aku sebuah cerita untuk di mana kalau misalnya aku udah enggak nyanyi lagi atau mungkin di belakang layar aja tapi karya-karya aku tuh akan terus berlanjut sampai kapanpun,” tutur Mahalini.
Konser ini bukan cuma panggung musik, tapi juga bentuk ekspresi yang merangkum perjalanan batin dan kreativitas. Lewat “KOMA”, Mahalini ingin menggambarkan fase diam, hening, refleksi, sampai akhirnya bangkit lagi. Konsep inilah yang menjadi jiwa konsernya. Setiap lagu di album “KOMA” punya perasaan yang spesifik, sehingga ketika dibawa ke panggung, semuanya akan terangkai menjadi satu pengalaman penuh makna.
Salah satu hal yang menarik dari konser ini adalah pengaruh budaya Bali yang dekat dengan kehidupan Mahalini. Identitas budaya itu dituangkan dalam konsep artistik panggung, terinspirasi dari Panca Maha Bhuta, yaitu lima elemen pembentuk semesta. Elemen-elemen ini nanti diterjemahkan ke pengalaman visual dan musikal yang menggambarkan dinamika emosi dalam album. Kombinasi musik, estetika, dan kisah personal ini diharapkan jadi pengalaman yang menempel lama di kepala penonton.
Mahalini ingin mereka yang datang bisa merasakan bukan hanya hiburan, tapi sebuah perjalanan. Ia berharap penonton pulang membawa cerita baru yang bisa mereka bagikan ke orang lain.
“Aku pengen lebih mereka enjoy aja nanti, pingin menciptakan suatu experience yang bisa mereka tonton ‘aku tuh pulang-pulang konser itu tidak terlupakan’ gitu. Jadi enggak cuman sekadar Mahalini comeback terus dia nyanyi, enggak. Tapi pas pulang jadi ada cerita di luar setelah konser itu orang ke orang,” katanya.
Untuk mewujudkan konser ini, Mahalini menggandeng promotor Antara Suara dan Star Media Nusantara (SMN). Mereka bersama-sama membangun konser yang bukan hanya sekadar pertunjukan musik, tetapi juga momentum besar bagi kembalinya Mahalini ke panggung besar. CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menyebut bahwa konser ini memang digarap sebagai sesuatu yang spesial.
“Ini sebuah momentum menurut aku karena Lini comeback tuh harus dengan sesuatu hal yang spesial. Menurut aku salah satu hal yang membuat spesial di konser kali ini pertama kalinya Lini perform di hadapan sekian ribu orang lagi,” ujar Ayu.
Ia melihat album “KOMA” punya energi cerita yang kuat, sehingga sangat cocok diangkat menjadi sebuah konser naratif.
Selain itu, konser ini juga menjadi langkah baru bagi Antara Suara sebagai promotor dalam membawa kisah musisi Indonesia ke panggung yang lebih luas. Mereka melihat bahwa potensi musik Indonesia sangat besar dan justru diapresiasi oleh banyak pendengar di negara tetangga.
“Salah satu hal yang menarik juga sih karena kita tuh ngelihat sebenernya musisi Indonesia ini potensinya sangat besar, dan kita melihat kayaknya di negara tetangga, itu tuh justru memang fanbase dari musisi-musisi Indonesia ini banyak sekali,” tambah Ayu.
Konser “KOMA Live in Concert” akan digelar di dua negara, yaitu Indonesia dan Malaysia. Di Jakarta, konser akan berlangsung pada 14 Februari 2026 di Istora Senayan. Sementara itu, untuk Kuala Lumpur, konser dijadwalkan pada 2 Mei 2026 di Idea Live Arena. Dua lokasi ini dipilih agar Mahalini bisa menyapa para penggemarnya yang tersebar, sekaligus memperluas jangkauan karyanya di luar negeri.
Untuk para penonton yang ingin hadir di Jakarta, tiket konser dibanderol mulai dari harga Rp550.000 hingga Rp1.250.000, tergantung kelas dan posisi tempat duduk. Harga ini mencerminkan skala produksi konser yang memang digarap dengan detail artistik dan konsep yang matang.
Dengan persiapan yang mendalam, konser ini jelas bukan sekadar panggung comeback, tetapi proyek musikal yang ingin mengajak penonton masuk ke dunia cerita Mahalini. “KOMA Live in Concert” adalah bab baru yang ia tulis dengan jujur, penuh rasa, dan visi yang lebih luas.
Jika semua berjalan sesuai rencana, konser ini bisa menjadi salah satu pertunjukan paling berkesan dalam perjalanan karier Mahalini. Sebuah momentum yang tidak hanya menyambut dirinya kembali ke panggung, tetapi juga menjadi bukti bahwa cerita yang ia bangun lewat musik masih terus tumbuh dan menemukan tempatnya.