By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: OTT Bupati Lampung Tengah Bukti Kepekaan Pejabat Daerah Akan Korupsi Kian Memburuk
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » OTT Bupati Lampung Tengah Bukti Kepekaan Pejabat Daerah Akan Korupsi Kian Memburuk

Terkini

OTT Bupati Lampung Tengah Bukti Kepekaan Pejabat Daerah Akan Korupsi Kian Memburuk

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
7 months ago
Share
4 Min Read
Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya (kiri) dikawal petugas saat tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (10/12/2025). Ardito ditangkap bersama sejumlah pihak dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga terkait dugaan suap proyek. (Foto, Antara/Indrianto Eko Suwarso)
SHARE

JAKARTA
Operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, Rabu (10/12/2025), sehari setelah ia ikut memeriahkan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, menjadi ironi yang menohok sekaligus bukti terbaru kepekaan pejabat daerah terhadap korupsi semakin merosot.

Peristiwa ini juga menguatkan laporan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mencatat dari 1.768 putusan korupsi di tahun 2024, mayoritas pelaku justru berasal dari sektor swasta (603), disusul pegawai pemerintah daerah (462) dan kepala desa (204). Dengan kategori perkara, sektor utilitas mendominasi (322 putusan), disusul desa (310), pemerintahan (282), perbankan (153), dan pendidikan (129).

“Hal ini menunjukan korupsi di tingkat daerah masih memiliki kerentanan, terutama pada sektor utilitas dan pengelolaan anggaran desa. Pemerintah gagal menyusun mekanisme pencegahan yang konsisten untuk menekan angka korupsi,” ungkap Staf Hukum ICW Erma Nuzulia saat memaparkan Laporan Hasil Pemantauan Tren Vonis Korupsi 2024 di Kantor ICW, Jakarta Selatan, pekan lalu.

Dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/12/2025), Plh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipratikto, mengumumkan penetapan Ardito sebagai tersangka kasus dugaan suap atau gratifikasi. Ia menyebut Ardito diduga menerima total, Rp 5,75 miliar dari berbagai rekanan.

Menurut Mungki, Ardito sejak awal masa jabatannya diduga mematok fee 15–20 persenuntuk sejumlah proyek di Lampung Tengah. “Diketahui postur belanja berdasarkan APBD Kabupaten Lampung Tengah tahun 2025 mencapai sekitar Rp 3,19 triliun. Dari anggaran tersebut, sebagian besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, layanan publik, hingga program prioritas daerah,” ujar Mungki.

Namun, alokasi strategis itu justru dijadikan ruang transaksi. Ardito disebut meminta anggota DPRD Lampung Tengah, Riki Hendra Saputra (RHS), untuk mengatur pemenang pengadaan barang dan jasa di sejumlah dinas. Proyek-proyek tersebut diarahkan agar dimenangkan oleh perusahaan milik keluarga atau tim sukses Ardito saat Pilkada.

KPK mengungkap, sepanjang Februari–November 2025, Ardito menerima Rp 5,25 miliardari sejumlah rekanan melalui RHS dan adiknya, Ranu Hari Prasetyo.
“Pada periode Februari–November 2025, AW diduga menerima fee senilai Rp 5,25 miliar dari sejumlah rekanan atau penyedia barang dan jasa melalui RHS dan RNP selaku adik Bupati Lampung Tengah,” kata Mungki.

Ardito yang baru dilantik pada Februari 2025 langsung terlibat dalam praktik tersebut, memperlihatkan betapa cepat dan terstrukturnya pola korupsi yang dijalankan.

Selain itu, Ardito juga diduga meminta Plt Kepala Bapenda Lampung Tengah, Anton Wibowo (ANW), yang juga kerabatnya, mengatur pemenang lelang alat kesehatan di Dinas Kesehatan Lampung Tengah. “Atas pengondisian tersebut, AW diduga menerima fee sebesar Rp 500 juta dari Saudara MLS (Mohamad Lukman Sjamsuri selaku Direktur PT Elkaka Mandiri),” ujar Mungki.

Baca Juga :

PAN Dukung Bobby Nasution di Pilgub Sumut 2024
Profil dan Biodata Romain Gavras, Sutradara Video Kanye West Pacar Dua Lipa

Kini nama-nama yang berhubungan dengan Ardito Wijaya di atas sudah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Kasus yang menambah panjang daftar kepala daerah terjerat korupsi ini mempertegas sensitivitas pejabat daerah terhadap praktik koruptif berada pada titik paling mengkhawatirkan. Bahkan peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia pun tak lagi mampu menjadi rem moral bagi sebagian pejabat yang justru terjerat korupsi di saat mereka sendiri tampil mengampanyekan integritas.

You Might Also Like

Asap Ancam Ganggu Final Piala Dunia 2026
Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi
Juara Piala Dunia 2026 Kantongi Rp895 Miliar, FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Terbesar
Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung
Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak
TAGGED:Bupati Lampung TengahIndonesia Corruption Watch (ICW)OTT KPK
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng dalam Apel pengangkatan PPPK di Halaman Balai Kota Semarang. (Foto: Humas Pemkot Semarang) Pemkot Semarang Perkuat Layanan Publik lewat Pengangkatan 2.354 PPPK Paruh Waktu
Next Article Instagram vs TikTok, Mana yang Lebih Aman untuk Remaja di Era Digital?
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

ASN Disorot DPR! PR Besar Kementerian PANRB Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

Urusan Batu Bara Murni Bisnis PLN, Kenapa Oposisi Sibuk Serang Menteri ESDM?

Pecah Telur! Blok Masela Resmi Dimulai, Proyek Raksasa Gas Akhirnya Bergerak

Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli Antoni Selesai Dianalisis KPK

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!

Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Bergabung dengan WAICO, Indonesia Siap Ambil Peran Strategis di Era Kecerdasan Buatan

16 hours ago
Internasional

Militer Iran Luncurkan Serangan Drone ke Pangkalan Sakhir Bahrain, Ketegangan Memanas

16 hours ago
Terkini

Antusiasme Tinggi, Lebih dari 725 Ribu Lokasi Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat

16 hours ago
Internasional

AS Gempur Bandara Iranshahr, Infrastruktur Listrik Iran Lumpuh dan Warga Terluka

16 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index