By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Prabowo Perintahkan Harga Subsidi Tetap, Bahlil Pasang Badan untuk Rakyat
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prabowo Perintahkan Harga Subsidi Tetap, Bahlil Pasang Badan untuk Rakyat

EkonomiTerkini

Prabowo Perintahkan Harga Subsidi Tetap, Bahlil Pasang Badan untuk Rakyat

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
4 weeks ago
Share
3 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI XVIII Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). (Foto, Dok/Sekretaris Presiden)
SHARE

JAKARTA – Di tengah perhatian publik terhadap penyesuaian harga BBM non-subsidi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tetap memegang garis tegas dalam melindungi kebutuhan energi masyarakat kecil. Atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, harga BBM subsidi dan elpiji subsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVIII di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026). “Untuk BBM subsidi dan elpiji subsidi tidak ada kenaikan, itu perintah Bapak Presiden. Tidak ada kenaikan,”* tegas Bahlil.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga akses energi murah bagi masyarakat kecil, mulai dari nelayan, petani, pengemudi angkutan umum, pelaku UMKM, hingga jutaan keluarga yang masih bergantung pada energi bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi harga energi dunia, kebijakan mempertahankan harga BBM subsidi dinilai menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah memilih memastikan perlindungan terhadap kelompok yang paling rentan dibanding membiarkan gejolak pasar internasional langsung membebani rakyat kecil.

Sementara itu, pada hari yang sama, PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga sejumlah BBM non-subsidi. Harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 naik menjadi Rp17.000 per liter dari Rp12.900 per liter.

Namun demikian, pemerintah menegaskan mekanisme harga BBM non-subsidi berada dalam domain komersial yang mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian. Produk-produk tersebut memang tidak mendapatkan subsidi negara sehingga penyesuaiannya mengikuti dinamika pasar energi global sebagaimana terjadi di berbagai negara.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan keputusan penyesuaian harga dilakukan setelah evaluasi sesuai formula yang berlaku.

“Harga jual tersebut diputuskan dengan tetap dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas bagi masyarakat terus berjalan optimal,” kata Roberth dalam keterangan tertulis, Selasa (10/6/2026).

Menurut Pertamina, penyesuaian harga Pertamax dan Pertamax Green dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian yang mengalami perubahan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga :

Revolusi Pencak Silat! IPSI Kalsel Gaspol Bangun Padepokan Modern, Siap Cetak Atlet Juara Dunia Hingga Paralimpiade!
Kominfo akan Terbitkan Pedoman Etika Kecerdasan Artifisial

Karena itu, pemerintah meminta masyarakat melihat persoalan ini secara proporsional. Di satu sisi, BBM komersial memang bergerak mengikuti mekanisme pasar. Namun di sisi lain, negara tetap hadir menjaga energi bersubsidi agar tetap terjangkau bagi masyarakat yang membutuhkan.

Langkah tersebut sejalan dengan mandat Presiden Prabowo yang menempatkan perlindungan terhadap rakyat kecil sebagai prioritas utama kebijakan energi nasional. Di tengah tekanan eksternal yang tidak mudah dikendalikan, pemerintah memilih memastikan bahwa hak masyarakat terhadap energi bersubsidi tetap terlindungi.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:Bahlil LahadaliaBBM Non SubsidiBBM SubsidiMunas HIPMI
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat
Next Article Pakar Kampus Bicara Blak-blakan: Pertamax Naik Demi Selamatkan APBN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

21 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index