Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok berkolaborasi dengan Forum Indonesia Emas 2045 menyelenggarakan Lomba Menulis dan Baca Puisi bagi pelajar SD/SMP/SMA sederajat se-Kota Depok. Mengusung tema “Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Generasi Emas Indonesia 2045”, ajang ini menjadi wadah kreatif untuk menyuarakan pentingnya gizi melalui bahasa sastra.
Acara berlangsung di Kantor PWI Kota Depok dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan: Wakil Ketua DPRD Kota Depok Yeti Wulandari, Kabid Pembinaan SMP Disdik Depok Muhammad Yusuf, Ketua MKKS/SMP Negeri Kota Depok Sumarno, serta Ketua Forum Indonesia Emas 2045, Deny Romel.
70 Peserta, Misi Menghidupkan Bahasa Santun
Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah menyebut 70 pelajar berpartisipasi pada kompetisi tahun ini.
“Ini kali kedua kami menggelar lomba puisi. Sebelumnya untuk Sumpah Pemuda—sederhana, sarat makna, dan mendapat respons baik. Kegiatan ini bagian dari upaya mengembalikan rasa berbahasa yang santun dan puitis di tengah gempuran media sosial,” jelasnya.
MBG dalam Bahasa Puisi
Dari pihak penyelenggara kolaborator, Deny Romel menegaskan alasan pemilihan tema.
“Lomba puisi pelajar khusus MBG ini bisa dibilang yang pertama di Indonesia. Dengan puisi, para pelajar dapat menggaungkan pentingnya gizi sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Ia menambahkan, Forum Indonesia Emas 2045 siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam program pendidikan dan gizi yang menyentuh langsung generasi muda.
Apresiasi dari Legislatif & Dinas Pendidikan
Yeti Wulandari mengapresiasi inisiatif PWI Depok yang memadukan literasi dan edukasi gizi.
“Lomba ini sejalan dengan visi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Lewat menulis dan membaca puisi, kita menumbuhkan empati, nalar kritis, dan kepedulian terhadap isu gizi. Langkah kecil, namun strategis untuk membentuk Generasi Emas 2045,” katanya.
Menurut Yeti, literasi menjadi pelengkap program MBG: tak hanya memberikan asupan sehat, tetapi juga membangun gagasan, ekspresi, dan karakter.
Dari unsur pendidikan, Muhammad Yusuf menilai format lomba yang kreatif ini mendorong minat menulis dan berpuisi sekaligus menanamkan kesadaran hidup sehat.
“Kami berharap kegiatan serupa berlanjut menjadi agenda rutin. Literasi adalah fondasi pendidikan berkarakter,” ujarnya.
Mengapa Penting?
- Menguatkan literasi: melatih pelajar merangkai gagasan, rasa, dan data menjadi karya yang menyentuh.
- Edukasi gizi: tema MBG membuat isu kesehatan lebih mudah dipahami dan dekat dengan keseharian.
- Kolaborasi lintas pihak: pers, pemerintah daerah, dan komunitas bergerak bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang sehat.