By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Superman Is Dead Rayakan 30 Tahun Berkarya di Synchronize Fest 2025: Energi Punk Tak Pernah Padam
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Superman Is Dead Rayakan 30 Tahun Berkarya di Synchronize Fest 2025: Energi Punk Tak Pernah Padam

Musik

Superman Is Dead Rayakan 30 Tahun Berkarya di Synchronize Fest 2025: Energi Punk Tak Pernah Padam

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Panggung Synchronize Fest 2025 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Minggu malam (5/10), menjadi saksi perayaan monumental bagi band punk rock legendaris asal Bali, Superman Is Dead (SID). Grup yang digawangi oleh Bobby Kool (vokal, gitar), Eka Rock (bas), dan Jerinx (drum) ini tampil memukau di hari terakhir festival untuk menandai perjalanan 30 tahun berkarya di dunia musik.

Contents
Tiga Dekade Perlawanan dan Cinta dari BaliPunk Tak Pernah Mati: SID Tutup Synchronize Fest dengan Ledakan Energi

Sejak awal penampilan, suasana panggung Dynamic Stage sudah memanas. SID membuka aksi mereka dengan pemutaran audio “The Opening (Ketika Senja)” dan video dokumenter perjalanan band yang mengulas jejak perjuangan mereka sejak 1995. Tayangan tersebut disambut riuh ribuan penonton yang sudah menunggu sejak sore hari.

Tanpa basa-basi, dentuman drum Jerinx dan riff gitar khas Bobby menggelegar ketika lagu “Aku Persepsi” dimainkan. Lagu yang diambil dari album Tiga Perompak Senja (2018) itu seolah menjadi simbol semangat dan konsistensi SID dalam menyuarakan kebebasan dan idealisme mereka selama tiga dekade terakhir.

“Ini baru saja kita merayakan ulang tahun yang ke-30 sekitar bulan lalu. Jadi malam ini kita rayakan masih dalam rangka Superman Is Dead anniversary yang ke-30. Teriakan sekeras-kerasnya untuk SID malam ini!” seru Bobby Kool di atas panggung. Ucapan itu langsung dibalas gemuruh sorakan dan nyanyian para penggemar yang memadati area Synchronize Fest.


Tiga Dekade Perlawanan dan Cinta dari Bali

Synchronize Fest

Bagi penggemar setia, penampilan SID di Synchronize Fest tahun ini bukan sekadar konser biasa, tetapi juga perayaan perjalanan panjang band punk asal Pulau Dewata yang konsisten membawa semangat perlawanan, solidaritas, dan cinta pada tanah air.

Setelah lagu pembuka, mereka melanjutkan dengan deretan hits andalan seperti “Bulan dan Ksatria”, “Punk Hari Ini”, “Cerita Semalam”, “Luka Indonesia”, “Tentang Tiga”, dan tentu saja “Saint of My Life” — lagu yang selalu sukses membuat lautan penonto di SID Rayakan 30 Tahun Berkarya di Synchronize Fest bernyanyi bersama.

Di tengah performa, Jerinx sempat memberi kejutan kecil kepada penonton dengan membocorkan sedikit potongan lagu barunya. “Sebelum membawakan lagu yang akan kami bawakan nanti, ini sedikit potongan lagu baru saya,” ujarnya sambil memainkan intro singkat di drum.

Momen itu membuat penonton semakin antusias, apalagi bagi mereka yang sudah lama menantikan karya solo terbaru dari sang drummer yang dikenal vokal dalam isu sosial dan lingkungan tersebut.

Namun kejutan tak berhenti di situ. Pada pertengahan penampilan, SID menghadirkan Nora Alexandra, istri Jerinx, yang tampil anggun mengenakan kebaya hijau. Bersama SID, Nora membawakan lagu “Cahaya Nusantara” yang dirilis pada 2024, dilanjutkan dengan anthem ikonik “Sunset di Tanah Anarki.”

Baca Juga :

Motivasi yang Bertahan: Kenapa Small Wins Bikin Kamu Glow Up Secara Nyata
Awal Mula Kasus Harun Masiku yang Buat Hasto Kristiyanto Diperiksa KPK hingga Ponselnya Disita

“Gila rame banget ya! Synchronize keren banget!” ujar Nora dari atas panggung, disambut tepuk tangan dan sorakan penonton. Kolaborasi pasangan ini menjadi salah satu momen paling berkesan di malam penutupan Synchronize Fest 2025.


Punk Tak Pernah Mati: SID Tutup Synchronize Fest dengan Ledakan Energi

Menjelang akhir penampilan, SID menutup konser dengan lagu yang sudah menjadi simbol persaudaraan bagi para penggemarnya, “Jika Kami Bersama.” Ribuan penonton yang memenuhi area Gambir Expo larut dalam euforia, bernyanyi serempak sambil menyalakan flare merah yang menambah suasana dramatis di bawah langit malam Jakarta.

Momen itu benar-benar menggambarkan semangat punk yang tak pernah padam, meski SID sudah menapaki tiga dekade perjalanan musik. Dari panggung kecil di Kuta hingga panggung besar festival nasional, mereka tetap konsisten dengan idealisme, sikap kritis, dan semangat DIY (Do It Yourself) yang menjadi napas utama musik punk.

Festival musik Synchronize Fest 2025 sendiri menjadi panggung yang tepat untuk menegaskan posisi SID sebagai band legendaris lintas generasi. Tahun ini, festival tahunan tersebut mengusung tema #SalingSilang, yang mengajak penonton untuk merayakan keberagaman musik Indonesia tanpa sekat genre.

Selama tiga hari gelaran (3–5 Oktober 2025), festival ini menghadirkan ratusan musisi dari berbagai aliran — mulai dari jazz, pop, reggae, ska, rock, hardcore, hingga dangdut. Lineup lintas genre ini membuktikan bahwa musik adalah ruang pertemuan yang inklusif, di mana semua suara bisa bersatu.

SID sendiri tampil sebagai salah satu penutup yang paling ditunggu, bukan hanya karena reputasi mereka sebagai band besar, tetapi juga karena pesan yang selalu mereka bawa tentang keberanian dan solidaritas. Dalam setiap liriknya, SID selalu mengingatkan anak muda untuk tetap berpikir kritis, mencintai tanah air, dan berani menjadi diri sendiri.

Di usia 30 tahun, Superman Is Dead bukan hanya sekadar band punk rock dari Bali. Mereka telah menjelma menjadi simbol perlawanan dan suara kebebasan generasi muda Indonesia. Lewat lagu-lagu mereka, nilai-nilai seperti kejujuran, persahabatan, dan semangat melawan ketidakadilan tetap relevan — bahkan di tengah dunia digital yang serba cepat dan instan.

Ketika malam semakin larut dan panggung Synchronize Fest perlahan meredup, satu hal terasa jelas: punk belum mati — dan Superman Is Dead masih hidup dalam hati banyak orang. Energi yang mereka bawa malam itu bukan sekadar nostalgia, tetapi juga pengingat bahwa musik bisa menjadi bentuk perlawanan paling indah.

You Might Also Like

Endah Widiastuti Soroti Pentingnya Proteksi Hak Cipta untuk Musisi Indonesia
Tak Mau Ketinggalan Gen Z, Inul Daratista Siap Beradaptasi dengan Perkembangan Musik
Quinn Salman Nyanyikan Soundtrack Garuda Di Dadaku, Lagu Bersama Sang Garuda Penuh Semangat
Nuansa Retro dan Lirik Menyentuh, Ruth Sahanaya Perkenalkan Single Pelangi
Mocca Ciptakan Momen Tak Terlupakan di Java Jazz Festival 2026, Ajak Penonton Naik Panggung
TAGGED:Superman Is DeadSynchronize Festival 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Drama Mandalika: Bezzecchi Senggol Marc Marquez, Aprilia Pastikan Pembalapnya Baik-Baik Saja
Next Article Mandalika Meledak! Erick Thohir Puji Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2025
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Musik

Andien Bawa Lagu Baru dan Kenangan Kirana di Panggung Java Jazz Festival

3 weeks ago
Musik

Bilal Indrajaya Ajak Penonton Bernostalgia lewat Lagu-Lagu The Beatles di Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Slank Sioapkan Kejutan di Panggung Java Jazz 2026

4 weeks ago
Musik

Java Jazz Festival 2026 Hadir dengan Venue Baru dan Konsep Lebih Fresh

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index