INVERSI.ID – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merlin Mausally, siswi SMA Negeri 1 Kalabahi, berhasil lolos seleksi nasional Paskibraka Nasional 2025 dan akan menjadi wakil NTT di Istana Merdeka pada upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang.
Kepastian lolosnya Merlin diumumkan langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Alor, Mesak Blegur, pada Sabtu (5/7). Ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian Merlin yang mengharumkan nama daerah hingga ke kancah nasional.
“Seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan. Dari hasil seleksi tingkat provinsi hingga pusat, Merlin memperoleh nilai tertinggi kategori putri, sehingga dinyatakan sebagai calon Paskibraka Nasional 2025 wakil NTT,” ungkap Mesak.
Lolos Seleksi Ketat dan Siap Harumkan Nama Daerah
Mesak menjelaskan, Merlin dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 14 Agustus 2025 untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan yang dimulai sehari kemudian. Selama beberapa bulan terakhir, persiapan fisik, mental, dan kesehatan sudah dilakukan secara intensif.
“Harapan kami, Merlin tetap sehat dan terus berlatih supaya tampil maksimal di hadapan Presiden RI. Ini prestasi besar bagi Alor dan NTT,” ujarnya penuh bangga.
Mesak juga menyebut pihaknya menargetkan Merlin tidak hanya sekadar masuk dalam pasukan inti, tetapi juga diharapkan dipercaya sebagai pembawa baki bendera pusaka posisi yang sangat prestisius dalam upacara kenegaraan.
“Kami punya target dan harapan Merlin bisa pegang baki. Namun jika pun tidak, minimal dia bisa masuk di pasukan delapan yang sangat strategis,” tambahnya.
Motivasi Bagi Pelajar NTT dan Alor
Keberhasilan Merlin menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya di Alor dan seluruh NTT. Menurut Mesak, antusiasme siswa untuk mengikuti seleksi Paskibraka semakin meningkat setiap tahunnya.
“Dalam tiga tahun terakhir, Alor sudah berhasil mengirim dua wakil ke tingkat nasional. Ini bukti bahwa seleksi dilakukan objektif melalui sistem aplikasi nasional yang transparan,” katanya.
Ia menilai, pencapaian ini menunjukkan bahwa pelajar NTT, khususnya dari daerah kepulauan seperti Alor, mampu bersaing dengan peserta dari seluruh Indonesia. Mesak berharap semangat ini dapat menular ke generasi berikutnya.
Pentingnya Pembinaan Sejak Dini
Mesak menegaskan pentingnya pembinaan sejak dini bagi siswa yang bercita-cita menjadi anggota Paskibraka. Menurutnya, menjadi Paskibraka bukan hanya soal kemampuan baris-berbaris, tetapi juga soal kedisiplinan, kepribadian, dan gaya hidup sehat.
“Calon Paskibraka harus menjaga kesehatan, menjauhi rokok dan alkohol, disiplin, dan berkepribadian baik,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini ada banyak aspek penilaian dalam seleksi Paskibraka nasional, mulai dari tes kemampuan umum, tes intelegensi, hingga tes kepribadian. Karena itu, pelajar yang ingin lolos harus mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya fisik tetapi juga mental dan akademik.
Harapan Besar untuk Ukir Sejarah
Di akhir pernyataannya, Mesak menyatakan optimisme besar bahwa Merlin akan memberikan yang terbaik bagi NTT. Ia bahkan berharap Merlin bisa mencatat sejarah sebagai putri Alor pertama yang memegang baki bendera pusaka di Istana Merdeka.
“Kami optimis Merlin bisa pegang baki. Namun jika pun tidak, dia sudah membawa nama baik daerah hingga tingkat nasional. Ini prestasi luar biasa,” pungkas Mesak.
Kebanggaan Bagi NTT
Keberhasilan Merlin Mausally sebagai wakil NTT di Istana Merdeka tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga seluruh masyarakat Alor dan NTT. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan dukungan penuh, pelajar daerah pun mampu bersaing di level tertinggi.
Semoga langkah Merlin dapat memotivasi generasi muda NTT lainnya untuk terus berprestasi, menjaga disiplin, dan membangun mimpi besar demi masa depan yang lebih cerah. Generasi muda di daerah perlu menyadari bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dengan persiapan yang matang, komitmen yang kuat, dan semangat pantang menyerah, siapa pun bisa mengukir prestasi yang membanggakan.
Kesempatan menjadi Paskibraka Nasional 2025 merupakan bukti nyata bahwa kualitas pelajar daerah tidak kalah dengan kota-kota besar. Pemerintah daerah pun diharapkan terus memberikan pembinaan, fasilitas, dan dukungan moral bagi para calon Paskibraka dan generasi muda lainnya. Dengan begitu, akan lahir lebih banyak putra-putri NTT yang mampu mewakili daerah di kancah nasional, membawa harum nama daerah, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.***