By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: SMA Negeri 1 Maos Raih Medali Perunggu di WICE 2025, Harumkan Nama Cilacap
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » SMA Negeri 1 Maos Raih Medali Perunggu di WICE 2025, Harumkan Nama Cilacap

Event

SMA Negeri 1 Maos Raih Medali Perunggu di WICE 2025, Harumkan Nama Cilacap

Jack
By
Jack
9 months ago
Share
7 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – SMA Negeri 1 Maos berhasil meraih medali perunggu dalam ajang bergengsi World Invention Competition and Exhibition (WICE) 2025. Kompetisi internasional ini digelar Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan SEGi University of Malaysia pada 12–16 September 2025 di Kota Damansara, Malaysia. Prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa Cilacap mampu bersaing di kancah dunia dengan mengangkat inovasi berbasis kearifan lokal.

Contents
Inovasi Penyelamatan Tradisi NderesPerjalanan Menuju WICE 2025Dukungan Penuh dari SekolahWICE: Ajang Bergengsi untuk Inovator MudaKearifan Lokal yang MenduniaInspirasi untuk Generasi MudaTantangan dan Harapan ke Depan

Keberhasilan SMA Negeri 1 Maos dalam ajang WICE 2025 bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan juga pengakuan atas kreativitas dan kerja keras siswa Indonesia. Tahun ini, kompetisi tersebut diikuti 268 peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, Hong Kong, Belarusia, Vietnam, Iran, hingga Filipina. Dengan persaingan yang begitu ketat, keberhasilan tim siswa Cilacap menjadi kebanggaan tersendiri.

Partisipasi SMA Negeri 1 Maos di ajang internasional ini berawal dari keberanian lima siswi dan siswa yang memutuskan untuk mengangkat penelitian berjudul “An Innovative Approach to the Preservation of the Nderes Tradition in Karangsari: Safeguarding the Village’s Cultural Heritage.” Penelitian tersebut menggabungkan aspek budaya, teknologi, dan keselamatan kerja.

Inovasi Penyelamatan Tradisi Nderes

Tradisi nderes atau menyadap nira kelapa merupakan kegiatan yang sudah berlangsung turun-temurun di Desa Karangsari, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Aktivitas ini menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga karena nira kelapa diolah menjadi gula merah, komoditas penting bagi masyarakat setempat.

Namun, tradisi nderes kini menghadapi tantangan besar. Cara manual yang digunakan membuat pekerjaan penderes berisiko tinggi. Mereka harus memanjat pohon kelapa setinggi 10–15 meter tanpa alat keselamatan memadai. Banyak kasus kecelakaan terjadi, bahkan tidak sedikit penderes yang mengalami cedera serius.

Tim peneliti SMA Negeri 1 Maos menawarkan solusi untuk menjawab persoalan ini. Mereka merancang ide inovatif yang tidak hanya menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga meningkatkan keselamatan para penderes. Inovasi ini berupa pendekatan baru dengan rancangan peralatan sederhana yang bisa digunakan penderes saat memanjat pohon kelapa.

“Jika tradisi nderes punah, pasokan gula merah akan terganggu, padahal gula merah adalah penopang ekonomi masyarakat,” jelas salah satu anggota tim.

Perjalanan Menuju WICE 2025

Untuk bisa tampil di WICE 2025, tim SMA Negeri 1 Maos harus melewati proses seleksi yang panjang. Mereka memulai dengan riset lapangan di Desa Karangsari, melakukan wawancara dengan penderes, mendokumentasikan proses nderes, hingga merumuskan solusi berbasis kebutuhan masyarakat.

Setelah riset selesai, mereka mempresentasikan hasil penelitian di tingkat sekolah, lalu mengikuti seleksi nasional yang diselenggarakan oleh IYSA. Dari tahap inilah mereka berhasil lolos ke kompetisi internasional.

Baca Juga :

SeCAWAN 2 Jadi Oase Baru bagi UMKM dan Masyarakat Depok
Presiden Jokowi Sebut Perlu Terobosan Pemenuhan Dokter Spesialis

WICE 2025 diselenggarakan secara hybrid, yaitu kombinasi antara presentasi daring dan tatap muka di Malaysia. Meski persaingan berat, tim dari Cilacap ini tetap percaya diri membawa nama baik sekolah dan daerahnya.


Dukungan Penuh dari Sekolah

Kepala SMA Negeri 1 Maos, Amin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi siswanya.

“Prestasi ini luar biasa. Semoga capaian Ananda Nayla Frizka dan kawan-kawan dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berkarya. Mereka telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat dunia,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan riset siswa. Melalui ekstrakurikuler penelitian ilmiah, siswa diberikan ruang untuk berkreasi dan menyalurkan minat mereka di bidang sains maupun budaya.

WICE: Ajang Bergengsi untuk Inovator Muda

World Invention Competition and Exhibition (WICE) adalah kompetisi yang mempertemukan para peneliti muda dari berbagai negara. Ajang ini menampilkan inovasi lintas bidang, mulai dari teknologi, kesehatan, lingkungan, hingga pelestarian budaya.

Bagi siswa Indonesia, WICE adalah kesempatan emas untuk unjuk gigi di panggung global. Sejak pertama kali diadakan, pelajar Indonesia kerap menorehkan prestasi gemilang. Kehadiran SMA Negeri 1 Maos di ajang ini semakin menegaskan bahwa ide lokal bisa menjadi solusi global.

Selain berkompetisi, WICE juga menjadi wadah pertukaran ilmu dan budaya. Siswa belajar untuk menyampaikan ide dalam bahasa internasional, menguasai teknik presentasi, serta menjalin jejaring dengan peserta dari berbagai negara.

Kearifan Lokal yang Mendunia

Keberhasilan tim SMA Negeri 1 Maos mengangkat tradisi nderes di WICE 2025 menunjukkan bahwa kearifan lokal bisa menjadi bahan penelitian yang bernilai tinggi. Di tengah gempuran modernisasi, budaya lokal sering kali terpinggirkan. Namun, tim ini berhasil membuktikan bahwa menjaga budaya sama pentingnya dengan inovasi teknologi.

Penelitian mereka juga memberi pesan penting: melestarikan tradisi bukan hanya soal menjaga warisan leluhur, tetapi juga tentang masa depan ekonomi masyarakat. Dengan menjaga tradisi nderes, masyarakat Karangsari tetap memiliki sumber penghasilan yang stabil, sementara generasi muda bisa lebih peduli pada identitas budaya daerahnya.

Inspirasi untuk Generasi Muda

Prestasi ini menjadi motivasi bagi siswa lain di Cilacap dan Indonesia pada umumnya. Di era globalisasi, generasi muda sering ditantang untuk meninggalkan akar budayanya demi mengejar modernisasi. Namun, tim SMA Negeri 1 Maos berhasil membuktikan bahwa keduanya bisa berjalan berdampingan.

Mereka tidak hanya mengangkat nama sekolah, tetapi juga membawa kebanggaan bagi Kabupaten Cilacap. Dengan keberhasilan ini, diharapkan semakin banyak sekolah yang mendorong siswanya untuk terlibat dalam penelitian dan kompetisi internasional.


Tantangan dan Harapan ke Depan

Meski telah meraih medali perunggu, perjalanan tim SMA Negeri 1 Maos tentu tidak berhenti di sini. Penelitian tentang tradisi nderes bisa dikembangkan lebih lanjut, bahkan menjadi proyek nyata yang dapat diimplementasikan di masyarakat.

Pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sektor swasta diharapkan dapat memberikan dukungan nyata agar ide-ide inovatif siswa tidak hanya berhenti di ajang kompetisi. Jika benar-benar diwujudkan, bukan tidak mungkin inovasi ini akan memberikan dampak besar bagi keberlangsungan ekonomi masyarakat Karangsari.

“Harapan kami, penelitian ini tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga dapat diaplikasikan untuk membantu penderes di Cilacap,” ungkap salah satu anggota tim.

Prestasi SMA Negeri 1 Maos di ajang WICE 2025 membuktikan bahwa siswa Indonesia mampu tampil sebagai inovator global. Dengan mengangkat tradisi nderes, mereka tidak hanya menjaga budaya lokal, tetapi juga memperlihatkan bahwa solusi atas permasalahan masyarakat bisa lahir dari ide-ide sederhana namun bermakna.

Kemenangan ini adalah pengingat bagi generasi muda: jangan takut bermimpi besar, karena dari desa kecil pun bisa lahir inovasi yang mendunia.

You Might Also Like

Jakarta Fair 2026 Diserbu Pengunjung, Tembus 1,5 Juta Orang dalam Sepekan
Garut Jadi Tuan Rumah Festival Layang-Layang Internasional, 13 Negara Siap Ambil Bagian
D’Youth Fest 6.0 Diramaikan Operet Princess Panda yang Angkat Makna Kehidupan
Kemenpar Dukung Jazz Gunung 2026, Perpaduan Musik, Alam, dan Budaya Indonesia
Kirab Budaya Tresna Pancasila Meriahkan Malioboro, Gaungkan Semangat Kebangsaan di Yogyakarta
TAGGED:MedaliSMA 1 MaosWICE 2025
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anak Muda Lebih Percaya Tips Finansial dari Media Sosial, Benarkah Lebih Aman?
Next Article SMA Award 2025, Ajang Bergengsi untuk 174 Ribu Siswa di Jawa Timur
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

EventOlahraga

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar

3 weeks ago
Antusias supporter Indonesia saat melihat laga Timnas Garuda Muda melawan Myanmar di Piala AFF U-19 Boys' Bank Sumut Championship 2026, 1 Juni 2026. (Foto: Dok/TWH)
EventOlahraga

Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu

3 weeks ago
Event

Bali & Beyond Travel Fair 2026 Raup Rp6,9 Triliun, Pasar Asia dan Australia Mendominasi

3 weeks ago
Event

Borobudur Peace & Prosperity Festival 2026 Gaungkan Persatuan untuk Dunia

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index