INVERSI.ID – SMA Award 2025 resmi digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dan diikuti oleh 174.858 siswa SMA negeri maupun swasta. Ajang tahunan ini menjadi salah satu kompetisi pendidikan paling bergengsi di Jawa Timur, sekaligus wadah bagi para pelajar untuk menyalurkan kreativitas, inovasi, serta semangat berkompetisi yang sehat.
Tidak hanya itu, SMA Award 2025 juga dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas, mengasah kepercayaan diri siswa, serta menumbuhkan karakter unggul sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Dengan skala peserta yang melonjak drastis dibanding tahun 2024, ajang ini menegaskan diri sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi muda berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Antusiasme terhadap SMA Award 2025 terlihat dari jumlah peserta yang meningkat hampir lima kali lipat dibanding tahun sebelumnya, yaitu dari 36.232 siswa pada 2024 menjadi 174.858 siswa pada 2025. Lonjakan peserta ini menandakan bahwa kesadaran sekolah dan siswa terhadap pentingnya ruang kompetisi semakin tinggi.
Ajang Bergengsi dengan 25 Kategori Lomba
Tahun ini, SMA Award menghadirkan 25 kategori lomba utama yang mencakup berbagai bidang, mulai dari akademik, seni, olahraga, teknologi, hingga kewirausahaan. Selain itu, terdapat lima kategori khusus yang menarik perhatian, di antaranya adalah School Food Care (SFC), perpustakaan terbaik, dan toilet bersih.
Puncak acara SMA Award 2025 dijadwalkan berlangsung pada 23 Oktober 2025 di Surabaya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan hadir langsung untuk menyerahkan penghargaan kepada para pemenang. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur ini diharapkan bisa menjadi motivasi lebih bagi siswa dalam berkarya dan berkompetisi.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa ajang ini bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi juga bagaimana siswa dapat mengekspresikan gagasan mereka dengan percaya diri.
“SMA Award 2025 dilangsungkan sebagai wadah bagi siswa SMA negeri dan swasta se-Jatim untuk berkompetisi. Dengan begitu, mereka memiliki dorongan untuk terus mengembangkan potensinya,” ujar Aries di Surabaya.
School Food Care: Membangun Kesadaran Gizi dan Kesehatan
Salah satu inovasi menarik dari SMA Award 2025 adalah kategori School Food Care (SFC). Program ini dirancang untuk mendorong sekolah lebih peduli pada gizi, kesehatan, dan kebersihan lingkungan warganya.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Jawa Timur, Suhartatik, menjelaskan bahwa SFC bukan sekadar lomba, melainkan gerakan bersama yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari siswa.
“Tujuan kami mengadakan kategori SFC adalah untuk mendorong sekolah menjadi laboratorium alam atau tempat pembelajaran outdoor. Dengan begitu, sekolah bisa menjadi wisata edukasi, tempat melatih jiwa entrepreneur, membantu tumbuh kembang anak, sekaligus memanfaatkan area kumuh agar menjadi bersih, indah, serta tertata,” ungkapnya.
Beberapa sekolah yang telah mengimplementasikan program SFC antara lain SMAN 2 Ngawi, SMAN 3 Batuan Sumenep, SMAN 1 Tanggul Jember, SMAN 1 Dampit Malang, SMAN 12 Surabaya, SMAN 1 Pandaan, SMA 1 Karangan Trenggalek, SMAN 1 Bangorejo Banyuwangi, dan SMAN 2 Lamongan. Keikutsertaan sekolah-sekolah ini menjadi contoh nyata bagaimana program dapat memberikan dampak positif terhadap gaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Dari Kompetisi ke Pembentukan Karakter
Lebih dari sekadar ajang lomba, SMA Award 2025 juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa. Dengan mengikuti berbagai kategori, siswa dilatih untuk berpikir kritis, berani mengambil keputusan, serta mampu bekerja sama dalam tim.
Aries Agung Paewai menekankan bahwa SMA Award selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka, di mana pembelajaran tidak terbatas pada ruang kelas, tetapi juga melibatkan pengalaman nyata. Menurutnya, melalui kegiatan ini siswa dapat belajar langsung tentang kepemimpinan, tanggung jawab, hingga pentingnya menjaga etika dalam berkompetisi.
Ajang ini juga menjadi cara Dinas Pendidikan Jatim untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di era global. Dengan demikian, SMA Award tidak hanya bermanfaat bagi sekolah, tetapi juga menjadi kontribusi besar bagi pembangunan bangsa.
Lonjakan Peserta Jadi Bukti Minat Tinggi
Lonjakan peserta dari 36.232 siswa pada 2024 menjadi 174.858 siswa pada 2025 menandakan bahwa SMA Award semakin diminati. Peningkatan ini tidak lepas dari semakin luasnya sosialisasi ajang tersebut ke sekolah-sekolah di pelosok Jawa Timur.
Selain itu, pengalaman positif para peserta sebelumnya turut menjadi daya tarik. Banyak siswa yang mengaku mendapat manfaat besar, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri hingga kesempatan berjejaring dengan siswa dari sekolah lain.
Dengan skala partisipasi sebesar ini, SMA Award 2025 bukan hanya menjadi kompetisi biasa, melainkan sebuah festival pendidikan yang mempertemukan ide-ide terbaik generasi muda Jawa Timur.
Harapan Menuju Indonesia Emas 2045
SMA Award 2025 diharapkan menjadi batu loncatan bagi siswa untuk terus berkarya di bidang masing-masing. Dengan menanamkan semangat kompetisi sehat sejak dini, siswa akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Program ini juga sejalan dengan visi besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, di mana kualitas sumber daya manusia menjadi faktor utama. Melalui ajang seperti SMA Award, generasi muda didorong untuk tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kreatif, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
SMA Award 2025 membuktikan diri sebagai salah satu ajang pendidikan paling prestisius di Jawa Timur. Dengan diikuti 174.858 siswa dari SMA negeri maupun swasta, kompetisi ini bukan hanya menjadi ruang berprestasi, tetapi juga wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Melalui kategori-kategori inovatif seperti School Food Care, perpustakaan, dan toilet bersih, ajang ini menekankan pentingnya pendidikan holistik yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kesehatan, lingkungan, dan etika.
Kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan pengalaman, keberanian, dan pembelajaran yang akan terus melekat pada diri siswa. Dari sini, diharapkan lahir generasi muda Jawa Timur yang siap mengukir prestasi lebih besar di panggung nasional maupun internasional.