By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Studi Ungkap Alasan Remaja Perempuan Lebih Sering Alami Depresi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Studi Ungkap Alasan Remaja Perempuan Lebih Sering Alami Depresi

LifeStyle

Studi Ungkap Alasan Remaja Perempuan Lebih Sering Alami Depresi

Jack
By
Jack
11 months ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Masa remaja adalah periode penting dalam kehidupan seseorang, di mana pencarian jati diri dan tekanan sosial kerap datang bersamaan. Tak jarang, remaja merasa bingung hingga terjebak dalam kondisi mental yang tidak stabil. Salah satu masalah yang banyak dialami adalah depresi, terutama pada remaja perempuan.

Contents
Temuan Ilmiah: Jalur Kynurenine dan Risiko DepresiZat Kimia Beracun dan Depresi yang BerkepanjanganFaktor Emosional dan Sosial Ikut BerperanWaspadai Gejala Depresi Sejak Dini

Menurut data dari World Health Organization (WHO), perempuan cenderung mengalami depresi lebih tinggi dibanding laki-laki. Fenomena ini kemudian diteliti lebih lanjut oleh para ilmuwan dari King’s College London, yang mencoba mencari jawaban dari sisi biologis.

Temuan Ilmiah: Jalur Kynurenine dan Risiko Depresi

Dalam studi yang dilakukan terhadap 150 remaja di Brasil berusia 14–16 tahun, para peneliti menemukan bahwa kadar asam kynurenic—zat penting yang menyehatkan otak—lebih rendah pada remaja yang berisiko tinggi mengalami depresi. Fakta menariknya, ketidakseimbangan ini lebih sering ditemukan pada remaja perempuan.

“Remaja adalah fase di mana otak dan tubuh mengalami banyak perubahan. Namun, kita masih minim pengetahuan soal pemicu biologis depresi, terutama yang memengaruhi perbedaan antara laki-laki dan perempuan,” ujar Prof. Valeria Mondelli, salah satu peneliti, seperti dikutip dari BBC Science Focus.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa triptofan—zat yang biasanya membantu menjaga keseimbangan emosi—lebih cepat terpecah menjadi senyawa kimia beracun pada remaja perempuan. Ketidakseimbangan inilah yang diyakini menjadi salah satu penyebab mengapa perempuan lebih rentan mengalami gangguan suasana hati.

Zat Kimia Beracun dan Depresi yang Berkepanjangan

Setelah tiga tahun masa studi, para peneliti menguji kembali darah para responden. Hasilnya, remaja perempuan yang mengalami depresi kronis memiliki kadar zat kimia beracun yang lebih tinggi di otak.

Dr. Naghmeh Nikkheslat, penulis utama studi ini, mengatakan bahwa temuan ini membuka peluang untuk pengobatan yang lebih spesifik.
“Dengan mengetahui jalur biologisnya, kita bisa merancang terapi yang lebih tepat untuk membantu remaja, khususnya perempuan, mengelola depresi,” jelasnya.

Faktor Emosional dan Sosial Ikut Berperan

Tidak hanya dari sisi biologis, faktor emosional dan sosial juga memengaruhi. Pakar klinis Ron J. Steingard dari Child Mind Institute menyebutkan bahwa gangguan suasana hati dua kali lebih sering terjadi pada remaja perempuan dibanding laki-laki. Ini karena perempuan cenderung lebih peka secara emosional dan lebih cepat dalam mengenali perasaannya, namun juga lebih rentan ketika menghadapi tekanan sosial atau trauma emosional.

Waspadai Gejala Depresi Sejak Dini

Depresi tidak selalu terlihat secara kasat mata. Orang tua, guru, maupun teman sebaya perlu waspada terhadap gejala awalnya. Misalnya, remaja yang tiba-tiba kehilangan minat pada hobi, mengalami gangguan tidur, mudah marah, merasa sedih berkepanjangan, hingga prestasi akademis yang menurun.

Baca Juga :

Resep dan Cara Membuat Bakwan Jagung Renyah dan Tahan Lama
3 Kiat Potong Kurban Idul Adha, Ramah Lingkungan hingga Terhindar dari Penyakit

Menjaga komunikasi terbuka dan mendukung kesehatan mental sejak dini menjadi kunci penting untuk membantu remaja melewati masa transisinya dengan lebih sehat, baik secara fisik maupun emosional.***

You Might Also Like

Kebijakan Bebas Visa Dinilai Jadi Kunci Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia
Target Wisman Naik Tajam, Kemenpar Optimistis Indonesia Dikunjungi 19,1 Juta Turis Asing pada 2027
Bandara Soekarno-Hatta Tambah Rute Baru ke Tiongkok, Spring Airlines Resmi Terbang ke Jakarta
Pamer Liburan, Tapi Keluhkan Pertamax? Fenomena yang Memicu Perdebatan di Medsos
Harga Avtur Melonjak, Kemenpar dan Kemenhub Cari Cara Jaga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau
TAGGED:DepresiPerempuanremaja
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Aksi Jin BTS Jadi Relawan untuk Korban Kebakaran Hutan Tuai Pujian Netizen
Next Article Jagoan Pencak Silat dari MTsN Tebing Tinggi! Emas & Perak dari Kejuaraan Dunia Bikin Indonesia Bangga Jagoan Pencak Silat dari MTsN Tebing Tinggi! Emas & Perak dari Kejuaraan Dunia Bikin Indonesia Bangga
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tak Hanya Bali, Kemenpar Genjot 10 Destinasi Prioritas untuk Tarik Wisatawan Mancanegara

2 weeks ago
Travel

Beda dengan Wisata Kuliner, Gastronomi Tawarkan Cerita dan Warisan Budaya Nusantara

2 weeks ago
Travel

Tak Mau Tertinggal dari Vietnam, Indonesia Siapkan Jurus Baru Dongkrak Pariwisata

2 weeks ago
Travel

Instalasi Sunflower Angel Jadi Magnet Baru di Candi Prambanan, Pengunjung Membludak

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index