By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: 1 dari 4 Gen Z Menyesal Kuliah, Ternyata Ini Alasannya!
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 1 dari 4 Gen Z Menyesal Kuliah, Ternyata Ini Alasannya!

Pendidikan

1 dari 4 Gen Z Menyesal Kuliah, Ternyata Ini Alasannya!

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
5 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Media sosial dan dinamika dunia kerja yang terus berubah telah membentuk pola pikir baru bagi generasi muda, terutama Gen Z. Sebuah laporan terbaru bertajuk Gen Z Career Prospects 2025 mengungkap fakta mencengangkan: sebanyak satu dari empat pekerja Gen Z menyesal pernah menempuh pendidikan tinggi.

Contents
Gelar Tak Lagi Jadi Jaminan SuksesLaki-Laki Gen Z Lebih Banyak yang Menyesal KuliahPendidikan vs Realita Dunia KerjaSaatnya Meredefinisi Arti Belajar

Laporan yang disusun berdasarkan survei oleh Pollfish ini menunjukkan bagaimana generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 kini mulai mempertanyakan nilai dari gelar pendidikan yang mereka tempuh. Sebagian besar dari mereka menyadari bahwa gelar akademis tidak selalu berbanding lurus dengan peluang karier yang menjanjikan, apalagi di era digital yang membuka banyak pintu kesuksesan tanpa harus kuliah formal.

Survei dilakukan antara 24 April hingga 10 Mei 2025 terhadap 1.000 pekerja Gen Z purnawaktu di Amerika Serikat. Dengan metodologi Random Device Engagement (RDE), survei ini memastikan data yang representatif dari berbagai kalangan gender, usia, dan latar belakang sosial.

Gelar Tak Lagi Jadi Jaminan Sukses

Dalam laporan tersebut, hampir 1 dari 5 responden Gen Z menyatakan bahwa pendidikan mereka tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap karier yang mereka jalani saat ini. Bahkan, 23% atau hampir seperempat dari mereka mengaku menyesal telah menempuh pendidikan tinggi.

Ketika ditanya bagaimana mereka akan menjalani pendidikan jika diberi kesempatan mengulang, hasilnya beragam:

  • 32% mengaku puas dengan jalur pendidikan yang telah diambil dan tidak akan mengubahnya.
  • 22% ingin memilih gelar di bidang yang lebih menjanjikan secara ekonomi, seperti teknologi, keuangan, teknik, atau kesehatan.
  • 13% ingin mempelajari keterampilan atau profesi yang tidak membutuhkan gelar akademis.
  • 12% menyatakan ingin mengambil jurusan berdasarkan minat pribadi, seperti seni, musik, atau desain.
  • 11% ingin mengambil jurusan yang sama, tetapi dari institusi yang lebih murah atau tidak terlalu bergengsi.
  • 10% memilih fokus membangun bisnis atau menjadi wirausahawan.

Temuan ini menjadi sinyal bahwa pandangan terhadap pendidikan formal semakin bergeser. Generasi muda lebih pragmatis dalam melihat masa depan mereka—mereka ingin hasil yang konkret dan relevan dengan perkembangan zaman.

Laki-Laki Gen Z Lebih Banyak yang Menyesal Kuliah

Menariknya, laporan ini juga mengungkapkan adanya perbedaan sikap antara laki-laki dan perempuan Gen Z terhadap pendidikan tinggi. Laki-laki cenderung memiliki tingkat penyesalan yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.

  • 28% laki-laki Gen Z mengaku menyesal kuliah, dibandingkan dengan 19% perempuan.
  • 14% laki-laki mengatakan lebih memilih belajar keterampilan atau profesi yang tak memerlukan gelar, dibanding 12% perempuan.
  • 14% laki-laki juga menyatakan lebih tertarik untuk fokus pada kewirausahaan, sedangkan hanya 8% perempuan yang berpandangan sama.
  • Di sisi lain, 32% perempuan merasa puas dengan pilihan pendidikannya, dibandingkan dengan hanya 26% laki-laki.

Perbedaan ini bisa jadi mencerminkan tekanan sosial dan ekspektasi yang berbeda terhadap laki-laki dan perempuan, terutama dalam hal keberhasilan finansial dan status pekerjaan. Laki-laki mungkin merasa lebih terdesak untuk “cepat sukses”, sehingga cenderung kecewa bila pendidikan tinggi tidak segera menghasilkan keuntungan konkret.

Pendidikan vs Realita Dunia Kerja

Tren penyesalan ini sebenarnya bukan tentang penolakan terhadap pendidikan, melainkan bentuk keprihatinan terhadap ketidaksesuaian antara pendidikan yang ditempuh dengan kebutuhan nyata dunia kerja.

Baca Juga :

Jadwal Tayang The Escape of The Seven Season 2, Full Episode 1-17
Bikin Kaget Penggemar, Kim Sungjoo UNIQ Akui Telah Menikah dan Punya Anak

Di era yang serba cepat dan digital seperti sekarang, banyak peluang karier yang bisa diraih tanpa harus melalui jalur kuliah konvensional. Platform seperti YouTube, TikTok, marketplace digital, bahkan kursus daring seperti Coursera dan Skillshare telah membuka jalan alternatif bagi siapa saja yang ingin sukses secara mandiri.

Meski demikian, pendidikan tetaplah penting. Gelar akademis masih memiliki nilai, terutama dalam bidang-bidang seperti kedokteran, hukum, atau teknik. Namun, yang perlu disadari adalah bahwa pendidikan bukan satu-satunya jalan. Ada banyak cara untuk belajar, berkembang, dan meraih sukses.

Saatnya Meredefinisi Arti Belajar

Temuan dalam laporan ini harus menjadi refleksi bagi institusi pendidikan, perusahaan, bahkan orang tua. Pendidikan tinggi tidak boleh lagi hanya fokus pada teori dan hafalan, tapi harus mulai membuka ruang bagi praktik, kewirausahaan, dan pengembangan soft skill yang relevan dengan zaman.

Bagi anak muda Gen Z, penting untuk tetap semangat belajar, namun juga cerdas dalam memilih jalur pendidikan yang benar-benar sesuai dengan tujuan hidup dan kondisi pribadi. Sukses bukan hanya milik mereka yang kuliah di universitas ternama, tapi juga milik mereka yang berani mencoba, gagal, belajar lagi, dan bangkit.

Zaman sudah berubah. Dan saatnya kita mengubah cara pandang kita terhadap arti dari “pendidikan” itu sendiri.

You Might Also Like

Beasiswa Garuda Tak Sekadar Kuliah, Mahasiswa Diminta Bangun Ekosistem Riset Nasional
Program Sekolah Rakyat Dikebut, Kemensos Ingatkan Pentingnya Tata Kelola yang Transparan
Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional
Beasiswa LPDP Tahap II 2026 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Syarat Terbarunya
Ini Respons Akademisi Saat Bahlil Tantang Kampus Uji Kebijakan Energi di KSTI 2026
TAGGED:gen zkuliah
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Media Sosial, Teman atau Musuh? Ini Cara Bijak Anak Muda Menggunakannya
Next Article Kenapa Kamu Sering Merasa Kantuk di Siang Hari? Ini Penyebab dan Solusinya
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dari Aceh hingga Papua, SMA Unggul Garuda Antar Ratusan Siswa ke Universitas Kelas Dunia

3 weeks ago
Pendidikan

Kabar Baik! 80 Ribu Pelajar SMA/SMK Swasta di Jabar Dapat Bantuan Pendidikan

3 weeks ago
Pendidikan

Pemerintah Resmi Umumkan 307 Siswa Lolos SMA Unggul Garuda Baru Tahun Ajaran 2026/2027

3 weeks ago
Pendidikan

Peluang Kuliah Dalam dan Luar Negeri Makin Terbuka Lewat Portal Beasiswa Baru

3 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index