Halo Inversi! Aceh Utara lagi heboh dengan gelaran olahraga yang super seru! Pemerintah Kabupaten Aceh Utara lewat Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) sukses bikin panggung kompetisi bulutangkis dan atletik antar pelajar.
Acara ini jadi magnet semangat baru buat anak muda yang doyan olahraga sekaligus jadi wadah lahirnya talenta muda berprestasi. Total ada 247 atlet yang turun gelanggang, terdiri dari 105 atlet bulutangkis dan 142 atlet atletik.
Mereka datang dari 61 SMP dan SMA sederajat se-Aceh Utara. Ajang ini nggak cuma sekadar lomba, tapi juga misi besar: menjaring bibit unggul yang bakal dibina untuk jadi atlet masa depan, siap mengharumkan nama daerah sampai ke level nasional.
Arena Pertarungan: Dari GOR Panglateh ke Stadion Tunas Bangsa
Cabang bulutangkis udah duluan start sejak Rabu (15/10) di GOR Panglateh, Lhoksukon. Para pemain tampil habis-habisan di nomor beregu dan perorangan putra-putri untuk kategori U-13 dan U-16.
Energi muda, semangat kompetisi, dan teriakan supporter bikin suasana makin panas tapi tetap sportiv. Sementara itu, cabang atletik dimulai Kamis (16/10) di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe.
Ajang ini mempertandingkan nomor lari 100M, 400M, lompat jauh, lempar lembing, lempar cakram, dan tolak peluru. Dari tribun sampai lintasan, aura kompetitifnya terasa banget, apalagi peserta datang dengan semangat all-out untuk membuktikan diri.
Kepala Disporapar Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si, ngasih bocoran kalau persiapan event ini udah dimulai sejak lebih dari dua bulan lalu. Mulai dari pembentukan panitia, koordinasi teknis, sampai detail pelaksanaan, semua disiapkan matang biar acara berjalan maksimal.
Nggak main-main, total hadiah yang disiapkan mencapai Rp 51,3 juta berupa medali, sertifikat, dan uang pembinaan. Tapi lebih dari sekadar hadiah, event ini jadi wadah pendidikan untuk mengajarkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama.
Atlet yang tampil oke bakal masuk radar PPLPD Aceh Utara sebagai persiapan menuju POPDA XVIII tahun 2026.
Dukungan Penuh Pemerintah
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, lewat Asisten I Dr. Fauzan, menegaskan kalau ajang ini bukan sekadar kompetisi, tapi investasi jangka panjang buat pembangunan daerah. Menurutnya, olahraga punya peran penting buat melatih mental generasi muda supaya tangguh, sehat, dan punya karakter kuat.
“Ini bukan cuma lomba, tapi masa depan Aceh Utara. Kita lagi tanam benih yang nantinya bakal jadi pohon besar, mengharumkan nama daerah bahkan bangsa,” pesannya.
Ia juga berharap para atlet bertanding dengan jujur, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan momen ini sebagai ajang mempererat persaudaraan.
Dengan jumlah peserta yang begitu banyak dan semangat yang membara, kejuaraan bulutangkis dan atletik Aceh Utara 2025 ini bener-bener jadi panggung pembuktian.
Dari sini, lahirlah generasi muda yang nggak cuma sehat jasmani, tapi juga kuat mental dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. Dan siapa tahu, dari GOR kecil di Lhoksukon atau lintasan di Lhokseumawe, bakal lahir atlet masa depan yang suatu hari nanti berdiri di podium internasional dengan bendera merah putih berkibar.
Karena sejatinya, olahraga itu bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi tentang membangun mimpi, kerja keras, dan karakter.