INVERSI.ID – Sebanyak 55.213 calon mahasiswa mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia (UI).
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK akan terbagi dalam 23 sesi yang tersebar di empat lokasi berbeda, yaitu Kampus UI Depok, UI Salemba, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dan Politeknik Media Kreatif (Polimedia).
“Nantinya, setiap sesi diikuti oleh sekitar 2.571 peserta,” ujar Heri dalam konferensi pers persiapan UTBK SNBT di Kampus UI Depok, Rabu (23/4).
Sebaran Peserta di Empat Lokasi Ujian
Berdasarkan data yang dipaparkan, pembagian peserta UTBK di UI adalah sebagai berikut:
- UI Depok: 1.632 peserta
- UI Salemba: 374 peserta
- PNJ:304 peserta
- Polimedia: 207 peserta
Fasilitas Inklusif untuk Peserta Difabel
UI juga memberikan perhatian khusus kepada peserta berkebutuhan khusus. Tercatat sebanyak 76 peserta difabel, termasuk 12 orang tuna netra, akan mengikuti UTBK dengan fasilitas khusus.
“Kami menyediakan kelas inklusif khusus untuk peserta difabel. Pelaksanaannya dijadwalkan pada sesi ke-3, Kamis besok,” jelas Heri.
Pelaksanaan ujian untuk peserta difabel akan dipusatkan di Gedung C RIK UI Depok, yang telah dilengkapi fasilitas ramah disabilitas seperti lift, komputer, dan peralatan ujian khusus.
“Semangatnya adalah inklusivitas. Siapa pun yang terbaik, berhak mendapatkan tempat di perguruan tinggi,” tambah Heri.
Daya Tampung dan Pelaksanaan Nasional
Untuk jalur SNBT 2025, UI menyediakan 3.247 kursi yang terbagi untuk jenjang Sarjana, Sarjana Terapan, dan Diploma Tiga.
Sementara itu, di tingkat nasional, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek, Khairul Munadi, mencatat total 860.976 peserta akan mengikuti seleksi SNBT 2025. Pemerintah menyediakan daya tampung nasional sebagai berikut:
- Diploma 3: 21.819 kursi
- Diploma 4: 27.911 kursi
- Sarjana (S1): 209.834 kursi
UTBK Jadi Simbol Transformasi Pendidikan
UTBK SNBT 2025 akan digelar secara serentak di seluruh Indonesia pada 23 April hingga 5 Mei 2025. Menurut Khairul Munadi, ujian ini bukan sekadar proses seleksi masuk perguruan tinggi, tetapi juga menjadi simbol transformasi pendidikan tinggi di Indonesia.
“Seleksi ini didasarkan pada nilai dan akan mengedepankan prinsip akuntabilitas dan transparansi, agar lebih adil dan kredibel,” tegas Khairul.***