By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: 7 Kasus Kekerasan hingga Korban Tewas di Sekolah Kedinasan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 7 Kasus Kekerasan hingga Korban Tewas di Sekolah Kedinasan

Terkini

7 Kasus Kekerasan hingga Korban Tewas di Sekolah Kedinasan

Natio
By
Natio
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Follow:
1 year ago
Share
7 Min Read
SHARE

Kasus Kekerasan hingga Tewas di Sekolah Kedinasan

  1. Amirullah Adityas Putra

Kasus kekerasan terjadi pada Amirullah Adityas Putra. Korban tewas dianiaya seniornya. Tidak sendiri, ada lima korban lain yang diduga juga dianiaya.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Selasa 10 Januari 2017 malam. Korban dianiaya 4 orang pelaku bernama Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto, Akbar Ramadhan.

Kemudian ketika pelaku Willy hendak menganiaya, Amirullah terjatuh ke arah tubuhnya dan tidak sadarkan diri. Saat itu, mereka mencoba mengangkat Amirullah ke tempat tidur tak jauh dari TKP. Sayangnya, nyawa korban tak terselamatkan di klinik kampus. Jenazah amirullah dibawa ke RS Polri dan dilakukan otopsi.

Hasil otopsi mengungkapkan kondisi mayat korban mengalami luka-luka. Bibir sebelah dalam bagian Bawah terdapat luka lecet, ditemukan organ dalam tanda-tanda mati lemas serta terdapat bintik darah dan resapan darah pada paru-paru, jantung dan kalenjer liur perut.

  1. Daniel Roberto Tampubolon

Kasus penganiayaan Daniel Roberto Tampubolon terkuak setelah ibunda korban, Rosannaria Simanuillang membuat laporan ke Sentra Pelayanan Polsek Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu malam 8 April 2015 pukul 23.00 WIB.

Dalam laporannya, diterangkan anak laki-lakinya dipukuli dan disuruh memakan cabai dalam jumlah banyak.

Kejadian kasus tersebut pada 6 April 2015, Daniel saat itu dilarikan ke RS karena kondisinya mengkhawatirkan. Ia mengalami sesak napas, mual, nyeri di bagian ulu hati, dan pusing. Daniel saat itu dirawat di RS.

Ada 5 tersangka bernama Magister Manurung, Roma Dani, Iwan Siregar, Filipus Siahaan, dan Heru Pakpahan. Mereka memukul dan mencekoki air cabai kepada Daniel Roberto Tampublon.

  1. Dimas Dikita

Peristiwa ini terjadi pada Jumat 25 April 2014, Dimas dipanggil seniornya ke kos di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Ternyata, di sana juga sudah ada 6 mahasiswa junior STIP lainnya.

Baca Juga :

Petugas Keamanan Perkuat Integritas MBG di SPPG Jogjogan
KPK Nilai Pernyataan Megawati Bentuk Keprihatinan Terhadap Pemberantasan Korupsi Indonesia

Dimas kemudian dianiaya di sana. Dia mengalami luka di perut, dada, hingga ulu hati. Dia juga sempat jatuh pingsan setelah menerima pukulan. Para pelaku terus memukuli hingga akhirnya dibawa ke RS Pelabuhan Jakarta. Dia tak tertolong sebelum menjalani pemeriksaan dokter pada Sabtu 26 April 2016 dini hari.

Keenam mahasiswa bernama Marvin Jonatan, Sidik Permana, Deni Hutabarat, Fahrurozi Siregar, Arief Permana, dan Imanza Marpaung yang merupakan rekan seangkatan Dimas juga mengalami memar di bagian dada dan kepala. Mereka harus mendapat perawatan rumah sakit.

Polres Jakut kemudian menetapkan 7 mahasiswa tingkat II menjadi tersangka. Motif kasus ini adalah senior menganggap juniornya tidak respek terhadap para pelaku sehingga mereka dianiaya.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap 3 terdakwa penganiaya Dimas. Mereka adalah Angga Afriandi, Fachry Husaini Kurniawan, dan Adnan Fauzi Pasaribu.

Sementara empat tersangka lainnya merupakan senior yang menganiaya rekan-rekan Dimas. Tidak disebutkan identitas mereka.

Previous Page1234Next Page

You Might Also Like

Inggris Mandek! Tembok Ghana Bongkar PR Besar Three Lions di Piala Dunia 2026
Ronaldo Bangkit! Portugal Dapat Sinyal Kuat Menuju Gelar Dunia
Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat
Bola “Meriam” dan Rahasia Banjir Gol di Piala Dunia 2026
Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
ByNatio
Jurnalist and Digital Enthusias
Follow:
Banyak orang meninggalkan kedai kopi untuk bekerja. justru aku mendatangi kedai kopi untuk memulai bekerja. karena bagiku kopi adalah sumber inspirasi.
Previous Article 7 Fakta Menarik Drama Korea Blood Free
Next Article Fakta-fakta Suami Mutilasi Istri di Ciamis, Bikin Warga Panik dan Ketakutan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat

24 hours ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index