INVERSI.ID – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyerukan agar Amerika Serikat dan Iran mengedepankan jalur diplomasi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Organisasi internasional tersebut menilai dialog menjadi langkah paling efektif untuk mencegah konflik meluas sekaligus menjaga stabilitas kawasan dan perekonomian global.
PBB mengingatkan bahwa aksi saling serang antara kedua negara berpotensi memicu dampak yang lebih besar, tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga terhadap kondisi ekonomi dunia yang masih menghadapi berbagai tantangan.
Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Stéphane Dujarric menegaskan bahwa siklus serangan balasan harus segera dihentikan agar situasi tidak semakin memburuk.
“Situasi saling balas ini harus dihentikan. Kembalinya jalur diplomasi sangat mendesak demi stabilitas kawasan dan stabilitas global,” kata Dujarric kepada wartawan saat dimintai tanggapan mengenai reaksi Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah, yang dikutip di Jakarta, Jumat.
Menurut Dujarric, eskalasi konflik saat ini telah menjadi perhatian dunia karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk perdagangan dan perekonomian internasional. Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan kembali mencari solusi melalui jalur perundingan.
“Kita terus membicarakan dampak konflik ini terhadap perekonomian dunia. Semua pihak yang terlibat perlu memahami bahwa cara terbaik untuk mengakhiri konflik ini adalah kembali ke meja perundingan,” kata Dujarric menambahkan.
Ketegangan terbaru bermula pada Rabu dini hari ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
Di sisi lain, Iran mengklaim telah membalas serangan tersebut dengan meluncurkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Bahrain dan Kuwait. Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan yang sebelumnya disepakati.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (8/7) pagi menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran internasional akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas apabila kedua negara tidak segera kembali ke jalur diplomasi.
Di tengah kondisi tersebut, PBB berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog sebagai jalan keluar untuk meredakan ketegangan sekaligus mencegah dampak yang lebih besar terhadap keamanan regional maupun stabilitas global.