INVERSI.ID – Pemerintah Korea Selatan meningkatkan status siaga gelombang panas ke level “peringatan” di hampir separuh wilayah negara itu menyusul prakiraan cuaca yang menunjukkan suhu ekstrem akan terus berlangsung hingga akhir pekan.
Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi meningkatnya risiko kesehatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang beraktivitas di luar ruangan.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan menyatakan status siaga resmi dinaikkan pada Jumat sore waktu setempat setelah kondisi cuaca diperkirakan terus memburuk dalam beberapa hari ke depan.
“Hingga pukul 15.00 waktu setempat [06.00 GMT], tingkat siaga bencana terkait cuaca panas telah dinaikkan dari ‘waspada’ (caution) menjadi ‘peringatan’ (warning),” kata Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel dalam pernyataan resminya.
Pemerintah menjelaskan, status tersebut kini berlaku di 116 dari total 235 zona peringatan khusus yang tersebar di seluruh Korea Selatan. Wilayah-wilayah tersebut diprediksi akan mengalami suhu tinggi secara berkelanjutan.
Mengacu pada laporan kantor berita Yonhap, status “peringatan” diterapkan ketika suhu maksimum diperkirakan mencapai atau melebihi 35 derajat Celsius selama sedikitnya dua hari berturut-turut.
Badan Meteorologi Korea memproyeksikan suhu udara pada siang hari dapat menyentuh 37 derajat Celsius di sejumlah wilayah sepanjang akhir pekan. Sementara itu, kawasan selatan diperkirakan mengalami suhu sekitar 35 derajat Celsius.
Pemerintah Fokus Lindungi Kelompok Rentan
Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah Korea Selatan memperkuat berbagai langkah mitigasi untuk mengurangi dampak gelombang panas.
Kementerian telah menginstruksikan seluruh instansi terkait agar meningkatkan pemantauan terhadap kelompok masyarakat yang paling berisiko mengalami sengatan panas, seperti lanjut usia, petani, hingga pekerja lapangan yang beraktivitas di bawah terik matahari.
Selain itu, patroli di area terbuka dan kawasan persawahan juga akan diperbanyak sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kesehatan maupun kerusakan pada sektor pertanian akibat suhu ekstrem.
Baru Dilanda Banjir, Kini Dihantam Cuaca Panas
Gelombang panas datang hanya beberapa hari setelah Korea Selatan diterjang hujan monsun dengan intensitas tinggi.
Curah hujan yang mengguyur pada Rabu dan Kamis menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, merendam permukiman warga, merusak infrastruktur jalan, serta memaksa ratusan orang mengungsi.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis Yonhap hingga Jumat, sebanyak 758 warga telah dievakuasi akibat bencana tersebut. Selain itu, satu orang dilaporkan hilang dan lebih dari 400 fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan.
Perubahan cuaca yang berlangsung dalam waktu singkat dari hujan ekstrem menuju gelombang panas menjadi tantangan baru bagi pemerintah Korea Selatan dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan dampaknya terhadap sektor pertanian dan infrastruktur.