JAKARTA, INVERSI – Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa dalam proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera. Ia mengingatkan agar situasi kemanusiaan yang tengah dihadapi masyarakat tidak dimanfaatkan oleh narasi yang berpotensi memecah belah, baik di ruang publik maupun media sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni di Jakarta pada Selasa. Menurutnya, fokus utama seluruh pihak seharusnya tertuju pada upaya pemulihan korban bencana, bukan pada perdebatan atau opini yang justru memperkeruh suasana. Ia menilai bahwa pemerintah bersama berbagai elemen negara telah bekerja secara maksimal dan bergotong royong dalam menangani dampak bencana di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera.
“Jangan sampai situasi ini justru dikendalikan oleh narasi narasi yang memecah belah. Yang dibutuhkan saat ini adalah ketenangan, solidaritas, dan kerja bersama,” ujar Sahroni.
Ia menekankan bahwa kondisi darurat kemanusiaan menuntut semua pihak untuk menahan diri serta mengedepankan empati dan kebersamaan.
Sahroni berpandangan bahwa dinamika di ruang publik sering kali tidak mencerminkan kondisi di lapangan. Dalam situasi bencana, menurutnya, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kehadiran negara secara nyata melalui bantuan, pemulihan infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar. Oleh karena itu, ia mengimbau agar perhatian publik tidak teralihkan oleh isu isu yang tidak produktif.
Lebih lanjut, Sahroni menyampaikan bahwa pihaknya memahami tantangan besar yang dihadapi dalam proses penanganan pascabencana. Kondisi geografis Sumatera yang beragam, ditambah masih adanya sejumlah wilayah yang terisolasi, menjadi faktor yang membuat distribusi bantuan dan proses pemulihan membutuhkan waktu serta penyesuaian. Ia menilai situasi tersebut sebagai tantangan teknis yang harus dihadapi dengan kesabaran dan koordinasi yang kuat.
Menurut Sahroni, proses penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara instan. Diperlukan evaluasi berkelanjutan agar setiap langkah yang diambil benar benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa keterlambatan atau kendala di lapangan tidak seharusnya langsung ditarik ke arah penilaian politis yang berlebihan.
Sebagai bagian dari koalisi pendukung pemerintah, NasDem, kata Sahroni, terus berupaya bekerja bersama pemerintah untuk memastikan bantuan yang telah tersedia dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Ia menyebut bahwa koordinasi antara unsur pemerintah pusat, daerah, relawan, dan partai politik menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan optimal.
“Jika masih terdapat hal hal yang perlu diperbaiki, NasDem terbuka menerima masukan dari seluruh lapisan masyarakat sebagai catatan dan bagian dari upaya memperkuat penanganan ke depan,” katanya.
Ia menilai masukan publik sangat penting selama disampaikan secara konstruktif dan bertujuan untuk memperbaiki kualitas penanganan bencana.
Sahroni juga mengingatkan bahwa bencana alam adalah ujian kebersamaan bagi bangsa. Dalam kondisi seperti ini, solidaritas sosial dinilai jauh lebih penting dibandingkan perbedaan pandangan politik. Ia berharap semua pihak dapat menempatkan kepentingan korban bencana sebagai prioritas utama.
Dengan menahan diri dari narasi yang memecah belah, Sahroni optimistis proses pemulihan di Sumatera dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap kerja pemerintah dan seluruh elemen bangsa harus dijaga agar upaya kemanusiaan dapat dilakukan secara maksimal, sekaligus memperkuat persatuan nasional di tengah situasi sulit.