By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Menteri ESDM Bahlil Pastikan Energi Nasional Stabil Usai Bertemu Presiden Prabowo
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menteri ESDM Bahlil Pastikan Energi Nasional Stabil Usai Bertemu Presiden Prabowo

EkonomiPolitik

Menteri ESDM Bahlil Pastikan Energi Nasional Stabil Usai Bertemu Presiden Prabowo

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
3 months ago
Share
4 Min Read
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Instagram/Dok. Melangkah Dari Timur)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Instagram/Dok. Melangkah Dari Timur)
SHARE

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 27 April 2026. Pertemuan tersebut membahas kondisi energi nasional di tengah tekanan geopolitik global yang berpotensi memengaruhi rantai pasok energi dunia.

Usai pertemuan, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah terus menjaga stabilitas energi nasional, baik dari sisi pasokan bahan bakar minyak (BBM), minyak mentah, maupun strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Menurut Bahlil, kualitas BBM nasional, baik solar maupun bensin, saat ini masih berada di atas standar minimum nasional. Ia juga memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah, termasuk ketegangan di sekitar Selat Hormuz, sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap distribusi energi global.

“Baik dari sisi BBM produk, baik solar maupun bensin. Dari semua spek, alhamdulillah semuanya di atas standar minimum nasional. Jadi, alhamdulillah sudah 2 bulan, hampir 2 bulan ketika kejadian geopolitik di Timur Tengah dengan Selat Hormuz, kita masih stabil,” ujar Bahlil.

Selain BBM, Bahlil juga melaporkan kondisi stok minyak mentah atau crude yang digunakan untuk kebutuhan pengembangan kilang nasional. Ia menyebut stok crude Indonesia masih berada di atas standar minimum nasional sehingga belum ada persoalan berarti dalam aspek pasokan.

“Menyangkut dengan crude kita dalam rangka pengembangan refinery, juga alhamdulillah stoknya di atas standar minimum nasional. Jadi, relatif nggak ada masalah,” imbuh Bahlil.

Dalam pertemuan tersebut, Bahlil juga memaparkan langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas atau LPG. Saat ini, konsumsi LPG nasional mencapai sekitar 8,6 juta ton per tahun. Namun, produksi dalam negeri baru berkisar 1,6 juta hingga 1,7 juta ton per tahun, sehingga sebagian besar kebutuhan masih harus dipenuhi dari impor.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah tengah mengkaji pemanfaatan compressed natural gas atau CNG sebagai salah satu alternatif substitusi LPG. Bahlil mengatakan rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan perlu difinalisasi agar dapat menjadi solusi yang tepat bagi kemandirian energi nasional.

“Sekarang lagi masih dalam pembahasan yang tadi saya laporkan adalah kita membuat CNG. Tapi ini masih dalam pembahasan. Saya harus finalisasi dan ini salah satu alternatif terbaik untuk kita mendorong agar kemandirian energi kita dari sektor LPG bisa dapat kita lakukan,” ungkap Bahlil.

Baca Juga :

7 Manfaat Rosemary untuk Kesehatan, Bisa Bikin Awet Muda
Golkar Tanggapi Kaesang Pangarep Jadi Depok Pertama, Airlangga Hartanto: Bagus-bagus Saja

Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan strategi besar dalam menghadapi potensi krisis energi dunia. Bahlil menyebut ada tiga langkah utama yang menjadi fokus, yakni mengoptimalkan lifting minyak dan gas bumi, memperluas diversifikasi energi melalui program B50 untuk menekan impor solar, serta mendorong pengembangan bahan bakar berbasis etanol seperti E20 untuk bensin.

“Kita itu ada tiga hal yang harus kita lakukan dalam menghadapi krisis energi dunia sekarang. Yang pertama kita harus mengoptimalkan lifting kita. Yang kedua adalah mencari diversifikasi seperti B50. B50 itu kan mengurangi impor solar kita. Yang ketiga adalah kita harus dorong ke E untuk bensin, etanol. E20. Itu adalah bagian salah satu strategi,” jelas Bahlil.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat fondasi kemandirian energi nasional. Stabilitas pasokan jangka pendek tetap dijaga, sementara transformasi energi jangka panjang terus disiapkan agar Indonesia lebih siap menghadapi dinamika global.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
TAGGED:Bahlil LahadaliaDari Rakyat Untuk EnergiEnergi NasionalGeopolitikMenteri ESDM
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). (Foto: Instagram/Dok. Melangkah Dari Timur) Pemerintah Kaji CNG Jadi Alternatif Pengganti LPG
Next Article Foto : Pekerja memotong Ikan Lele yang akan di distribusikan ke SPPG di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Sumber : www.bgn.go.id) UMKM Perikanan Malang Pasok 300 Kilogram Lele per Hari untuk Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

7 days ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

7 days ago
PolitikTerkini

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index