By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Tutup 2025 dengan Aksi Jalanan, Buruh Turun ke Istana Tolak UMR 2026
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Tutup 2025 dengan Aksi Jalanan, Buruh Turun ke Istana Tolak UMR 2026

EkonomiTerkini

Tutup 2025 dengan Aksi Jalanan, Buruh Turun ke Istana Tolak UMR 2026

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
5 months ago
Share
3 Min Read
Massa aksi saat menggelar unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR Jakarta, pada September 2025. Massa KSPI akan lakukan demo ke Istana selama dua hari, 29-30 Desember 2025 (Foto, Antara/HO-KSPI)
SHARE

JAKARTA —

Pengujung tahun 2025 diwarnai ketegangan di pusat kekuasaan. Ribuan buruh bersiap menggelar aksi demonstrasi besar sebagai bentuk protes terhadap penetapan upah minimum 2026 yang dinilai belum mencerminkan realitas biaya hidup pekerja, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menjadwalkan aksi unjuk rasa selama dua hari berturut-turut, 29–30 Desember 2025, dengan titik utama di Istana Negara dan Gedung DPR RI. Aksi ini disebut sebagai “demo penutup tahun” yang membawa pesan keras soal keadilan upah.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa pada hari pertama sekitar 1.000 buruh akan turun ke jalan, disusul gelombang lebih besar hingga 10.000 buruh pada hari kedua.

“Puluhan ribu buruh akan melakukan aksi demonstrasi selama dua hari berturut-turut, pada 29 dan 30 Desember 2025, di Istana Negara, Jakarta,” ujar Said, Minggu (28/12/2025).

Aksi ini menyoroti penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026sebesar Rp5,73 juta, yang dinilai janggal karena lebih rendah dibandingkan upah minimum di wilayah penyangga industri seperti Bekasi dan Karawang yang telah ditetapkan mencapai Rp5,95 juta per bulan.

Menurut Said, kondisi tersebut sulit diterima secara logika ekonomi. “Tidak masuk akal jika biaya hidup di Jakarta lebih rendah dibandingkan Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Kabupaten Karawang,” tegasnya.

Ia menilai kebijakan UMP Jakarta justru berpotensi menekan daya beli buruh, terutama jika dibandingkan dengan tingginya biaya sewa rumah di kawasan industri dan pusat bisnis Jakarta seperti Sunter, Pulogadung, Daan Mogot, Sudirman, hingga Kuningan, yang jauh di atas wilayah penyangga.

Alasan lain yang menjadi pemicu aksi adalah hasil Survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Said menyebut BPS mencatat nilai KHL pekerja di Jakarta mencapai Rp5,89 juta per bulan, lebih tinggi dari UMP yang ditetapkan pemerintah daerah.

Baca Juga :

UT Jadi Kampus dengan Lulusan CPNS Terbanyak di Indonesia, Ini Rahasianya
Greysia Polii Luncurkan Buku Biografi Menembus Garis Batas, Perjalanan Karir Bulutangkis

Berdasarkan hal tersebut, KSPI menuntut agar UMP DKI Jakarta 2026 direvisi setara dengan KHL, serta Upah Minimum Sektoral Provinsi (UMSP) dinaikkan 2–5 persen di atas KHL, bukan dihitung dari UMP lama. Buruh Jawa Barat juga mendesak agar seluruh rekomendasi UMSK dari bupati dan wali kota disahkan tanpa pemangkasan.

Tak hanya aksi massa, KSPI juga menempuh jalur hukum. Gugatan terhadap penetapan UMP DKI Jakarta 2026 dan UMSK Jawa Barat telah diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), dan langkah serupa tengah dikaji di sejumlah provinsi lain, termasuk Sumatera Utara.

You Might Also Like

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia
Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun
Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional
TAGGED:Demo BuruhKSPIPartai BuruhUMPUMR
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Libur Akhir Tahun Berubah Mimpi Buruk: Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo Seret Turis Spanyol
Next Article Cinta, Air Mata, dan Kejutan: 2025 Jadi Tahun Paling Dramatis bagi Pesohor Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

Gaspol Produksi! Sumur Rakyat Kendal Targetkan 25 Ribu Liter per Hari

Buru Penjarah Alam! ESDM Kejar 7 Tambang Ilegal Rp857 Miliar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

4 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

4 days ago
Foto : Bahlil Lahadalia (Sumber : https://esdm.go.id/id)
Terkini

Bahlil Lahadalia Bangga Terhadap Lagu Satir Netizen Medsos

5 days ago
Terkini

Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index