INVERSI.ID – Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah laporan strategis dari para menteri Kabinet Merah Putih dalam retret yang digelar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam. Agenda tersebut membahas berbagai isu, mulai dari program sosial hingga kondisi keamanan nasional.
“Setelah break , beberapa menteri melanjutkan paparan. Di antaranya Menteri Pertanian, kemudian Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Sosial,” kata Prasetyo di Hambalang.
Laporan Sekolah Rakyat dan Situasi Global
Prasetyo menjelaskan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat yang saat ini telah beroperasi di 166 lokasi di berbagai daerah. Program tersebut menjadi salah satu fokus pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dan penguatan kesejahteraan masyarakat.
Mensos, kata Prasetyo, juga melaporkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di 104 titik baru pada 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain itu, paparan dilanjutkan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono yang menyampaikan perkembangan situasi di Gaza, Palestina. Pemerintah, menurut Prasetyo, terus mencermati dinamika yang terjadi di wilayah tersebut, termasuk sikap dan langkah Indonesia terkait rencana pengiriman pasukan perdamaian.
Evaluasi Keamanan dan Konsolidasi Awal 2026
Sesi paparan kemudian ditutup oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang melaporkan kondisi sosial, keamanan, dan ketertiban masyarakat sepanjang 2025.
“Sesi paparan ditutup oleh Kapolri yang melaporkan kondisi sosial dan keamanan serta ketertiban masyarakat sepanjang 2025 yang relatif stabil, termasuk penanganan berbagai kasus dan langkah antisipasi untuk 2026,” ucap Prasetyo.
Diketahui, Presiden Prabowo mengumpulkan para menteri untuk mengikuti retret di kediaman pribadinya di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sejak Selasa siang. Kegiatan tersebut berlangsung sekitar delapan jam, dimulai pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.
Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa penyelenggaraan retret kedua di Hambalang bertujuan memperkuat konsolidasi internal serta menajamkan arah kebijakan pemerintah pada awal 2026.
Kepala Negara menyebut pertemuan tersebut dirancang sebagai ruang pembekalan sekaligus refleksi bersama atas perjalanan pemerintahan.
“Pertimbangan saya kumpulkan adalah pertama untuk kita evaluasi kerja kita tahun lalu, selanjutnya kita memahami kondisi bangsa kita di tengah dinamika dan gejolak dunia,” katanya.