INVERSI.ID – Perusahaan biofarmasi MSD Indonesia mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya vaksinasi di setiap fase kehidupan melalui forum IVAXCON 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2026.
Dalam forum tersebut, MSD Indonesia menekankan pentingnya pendekatan life-course immunization atau imunisasi sepanjang kehidupan sebagai langkah strategis untuk menjaga kesehatan lintas generasi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dari usia anak hingga lanjut usia.
Namun, penerapan imunisasi di berbagai tahap kehidupan masih menghadapi tantangan besar, terutama akibat maraknya misinformasi dan hoaks mengenai vaksinasi yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia.
Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, mengatakan pencegahan penyakit melalui vaksinasi menjadi langkah paling efektif dalam mengurangi beban layanan kesehatan.
“Pencegahan yang tepat adalah strategi efisiensi sumber daya yang paling efektif dengan menekan risiko penyakit kita dapat mengurangi beban perawatan kuratif,” ujar Managing Director MSD Indonesia George Stylianou di Jakarta, Sabtu.
Tingginya penyebaran informasi keliru soal vaksin juga menjadi perhatian tenaga medis yang hadir dalam IVAXCON 2026. Dokter spesialis anak, Attila Dewanti, menyebut dampak misinformasi terlihat dari meningkatnya kasus campak hingga pneumonia berat pada anak yang sebenarnya bisa dicegah melalui imunisasi.
“Hambatan terbesar saat ini bukan hanya akses, melainkan juga derasnya misinformasi yang memicu keraguan orang tua. Kita harus memahami bahwa imunisasi adalah salah satu kebutuhan mencegah penyakit tertentu,” katanya.
Ia mengingatkan para orang tua agar lebih selektif dalam mencari informasi kesehatan di era digital. Menurutnya, masyarakat perlu mengandalkan sumber medis yang kredibel agar tidak mudah terpengaruh mitos kesehatan yang dapat membahayakan tumbuh kembang anak.
Selain isu kesehatan anak, pentingnya vaksinasi bagi perempuan juga menjadi sorotan dalam forum tersebut. Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Darrell Fernando, menegaskan bahwa vaksinasi memiliki peran penting dalam mencegah kanker serviks yang disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV).
Menurutnya, meski edukasi tentang vaksin HPV semakin berkembang, masih banyak perempuan yang terjebak pada persepsi keliru terkait imunisasi tersebut.
“Memilih imunisasi bukan didasarkan pada ketakutan melainkan keputusan cerdas dan bertanggung jawab untuk melindungi potensi, kemandirian, serta kualitas hidup perempuan di setiap tahap kehidupannya. Inilah yang perlu kita dorong bersama, menggeser pola pikir dari pengobatan menjadi pencegahan sejak dini,” katanya.
Melalui IVAXCON 2026, MSD Indonesia bersama komunitas masyarakat, media, dan tenaga kesehatan berharap dapat membangun kesadaran publik terkait pentingnya vaksinasi sekaligus menciptakan solusi untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan Indonesia di masa depan.