Inversi MTsN 2 Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pendidikan. Pada ajang Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, tiga perwakilan dari MTsN 2 Sumenep berhasil lolos sebagai nominator tingkat Kabupaten Sumenep.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai satuan pendidikan negeri maupun swasta di bawah naungan Kemenag. Keberhasilan tersebut diraih melalui proses seleksi yang ketat. Ratusan karya dari berbagai jenjang pendidikan diseleksi secara administratif dan substantif sebelum akhirnya dipilih sejumlah nominator terbaik.
Anugerah GTK tahun ini mempertandingkan dua kategori utama, yaitu lomba artikel populer kependidikan dan lomba media inovasi pembelajaran. Kedua kategori ini menjadi wadah apresiasi bagi guru dan tenaga kependidikan yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, serta praktik pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Antusiasme peserta terlihat dari tingginya jumlah pendaftar. Pada kategori artikel populer kependidikan, tercatat sebanyak 63 peserta mendaftarkan karyanya. Setelah melalui tahap kurasi, hanya 10 karya terbaik yang dinyatakan lolos sebagai nominator. Sementara itu, pada kategori media inovasi pembelajaran, terdapat 69 peserta yang mengikuti seleksi.
Dari jumlah tersebut, dewan juri memilih masing-masing lima nominator dari setiap jenjang pendidikan, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Dalam persaingan yang ketat tersebut, MTsN 2 Sumenep berhasil meloloskan dua guru dan satu tenaga kependidikan sebagai nominator.
Pada kategori artikel populer kependidikan, Ulfa Arifani terpilih melalui karya tulis berjudul “SiNiMa MTsN 2 Sumenep: Inovasi Portal Penilaian Real Time, Solusi Transparansi Pendidikan Berbasis Digital.” Artikel ini mengulas pengembangan sistem penilaian digital yang memungkinkan proses evaluasi pembelajaran dilakukan secara cepat, transparan, dan akuntabel.
Inovasi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan pengelolaan penilaian di era digital, sekaligus meningkatkan kepercayaan peserta didik dan orang tua terhadap sistem pendidikan madrasah. Sementara itu, pada kategori media inovasi pembelajaran, dua perwakilan MTsN 2 Sumenep juga berhasil mencuri perhatian dewan juri.
Muhammad Andi Wasgito lolos sebagai nominator melalui karya video animasi pengenalan seniman Indonesia. Media pembelajaran ini dikemas secara kreatif dan edukatif, sehingga memudahkan peserta didik memahami materi seni dan budaya nasional dengan cara yang lebih menarik dan kontekstual.
Nominator lainnya, Amelia Nur Septiyasari, mengusung media inovatif bertajuk “Infozone – Zona Informatika MTsN 2 Sumenep.” Media ini dirancang sebagai sarana pembelajaran informatika yang interaktif dan aplikatif. Melalui Infozone, peserta didik diajak mengenal konsep dasar teknologi informasi dengan pendekatan yang sederhana namun relevan dengan kebutuhan generasi digital.
Tahap akhir seleksi Anugerah GTK digelar pada Rabu, 7 Januari 2026. Untuk kategori artikel populer kependidikan, kegiatan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep. Sementara itu, seleksi media inovasi pembelajaran dilaksanakan di Gedung Workshop MAN Sumenep.
Pada tahap ini, para nominator mempresentasikan karya mereka secara langsung di hadapan dewan juri, sekaligus menjelaskan latar belakang, tujuan, serta dampak inovasi yang dihasilkan. Rencananya, para pemenang Anugerah GTK akan diumumkan dan diberikan penghargaan pada malam puncak resepsi Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia yang akan digelar pada 13 Januari 2026.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi guru dan tenaga kependidikan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah. Keberhasilan tiga perwakilan MTsN 2 Sumenep sebagai nominator Anugerah GTK menjadi bukti nyata bahwa inovasi dan kreativitas guru mampu bersaing di tingkat kabupaten, bahkan di tengah persaingan dengan ratusan peserta dari berbagai lembaga pendidikan.
Prestasi ini sekaligus menegaskan komitmen MTsN 2 Sumenep dalam membangun budaya inovasi, meningkatkan profesionalisme pendidik, serta mengembangkan pendidikan madrasah yang adaptif terhadap tantangan zaman. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam peringatan Hari Amal Bhakti ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia.