By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Prabowo Canangkan Pembangunan 10 Universitas Kedokteran Berstandar Inggris untuk Menjawab Krisis Dokter Nasional
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Prabowo Canangkan Pembangunan 10 Universitas Kedokteran Berstandar Inggris untuk Menjawab Krisis Dokter Nasional

Pendidikan

Prabowo Canangkan Pembangunan 10 Universitas Kedokteran Berstandar Inggris untuk Menjawab Krisis Dokter Nasional

Iqbal Prakoso
By
Iqbal Prakoso
4 months ago
Share
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Duta Inggris untuk Pendidikan Internasional Sir Steve Smith (kedua kanan) usai menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa (20/1/2026). (Foto : ANTARA)
Presiden Prabowo Subianto (kiri) berbincang dengan Duta Inggris untuk Pendidikan Internasional Sir Steve Smith (kedua kanan) usai menggelar pertemuan dengan Russell Group di Lancaster House di London, Inggris, Selasa (20/1/2026). (Foto : ANTARA)
SHARE

JAKARTA, INVERSI – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana strategis pembangunan 10 universitas baru yang berfokus pada bidang Kedokteran, Sains, dan Teknologi atau STEM sebagai upaya menjawab kekurangan tenaga medis di Indonesia.

Kebijakan tersebut disampaikan Presiden usai menghadiri UK–Indonesia Education Roundtable di London pada Selasa 20 Januari 2026 waktu setempat.

Dalam keterangannya, Presiden menegaskan bahwa persoalan defisit dokter nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan biasa. Produksi tenaga medis yang berjalan saat ini dinilai terlalu lambat untuk mengejar kebutuhan ideal penduduk Indonesia yang terus bertambah, sementara di sisi lain jumlah dokter yang memasuki masa pensiun juga meningkat setiap tahun.

Prabowo memaparkan bahwa Indonesia saat ini hanya mampu meluluskan sekitar 9.000 dokter per tahun. Angka tersebut dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan nasional yang memerlukan percepatan signifikan. Ia menekankan bahwa tanpa langkah luar biasa, kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan dokter akan terus melebar.

“Entah berapa tahun lagi kita bisa mengejar kebutuhan itu. Ketika jumlah dokter bertambah, pada saat yang sama banyak dokter yang memasuki masa pensiun. Karena itu, persoalan ini harus dijawab dengan perencanaan strategis,” ujar Prabowo di London.

Tidak hanya mengejar kuantitas, Presiden juga menekankan pentingnya kualitas pendidikan. Ia menyatakan bahwa 10 universitas baru tersebut akan mengadopsi standar akademik Inggris yang dikenal memiliki reputasi tinggi dalam pendidikan kedokteran dan sains.

Menurutnya, peningkatan mutu menjadi kunci agar lulusan yang dihasilkan mampu bersaing secara global sekaligus menjawab kebutuhan layanan kesehatan di dalam negeri.

“Saya ingin menggunakan standar Inggris, yaitu standar pendidikan tertinggi dari universitas-universitas terbaik di Inggris. Kita ingin mempercepat, kita ingin mengejar, dan kita harus memiliki tingkat pendidikan setinggi-tingginya,” tegasnya.

Universitas-universitas tersebut dirancang untuk mencetak tenaga profesional di berbagai bidang strategis, mulai dari kedokteran umum, kedokteran gigi, farmasi, hingga sains dan teknologi. Dengan cakupan tersebut, pemerintah berharap tidak hanya menutup kekurangan dokter, tetapi juga memperkuat ekosistem riset dan inovasi kesehatan nasional.

Baca Juga :

Fakta-fakta Ice Cold: Murder Coffee and Jessica Wongso Tayang di Netflix
Royalti Musik Dangdut Turun Drastis, Ini Penjelasan Resmi LMKN

Dalam visi pengembangannya, Prabowo juga memastikan bahwa akses pendidikan di kampus-kampus tersebut akan terbuka bagi putra-putri terbaik bangsa. Pemerintah menyiapkan skema beasiswa penuh bagi mahasiswa berprestasi yang diterima, sehingga latar belakang ekonomi tidak menjadi penghalang untuk mengakses pendidikan berkualitas tinggi.

Selain itu, Presiden membuka peluang luas bagi keterlibatan dosen dan profesor asing. Kehadiran akademisi internasional dinilai penting untuk menjaga standar pengajaran dan mempercepat transfer ilmu pengetahuan.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah berencana membangun kawasan kampus terpadu dengan jaminan kualitas hidup, keselamatan, dan keamanan yang memadai agar menarik minat tenaga pengajar dari berbagai negara.

Presiden juga menetapkan target waktu yang ambisius. Ia berharap proses pembangunan dan persiapan akademik dapat berjalan cepat sehingga universitas-universitas tersebut mulai menerima mahasiswa angkatan pertama pada awal tahun 2028.

“Rencananya adalah membangun sebuah kawasan yang terdiri dari universitas-universitas ini. Pada awal tahun 2028, kita sudah bisa memiliki kelompok mahasiswa pertama di Indonesia,” ujar Prabowo.

Melalui langkah ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat fondasi sistem kesehatan nasional. Pembangunan universitas berstandar internasional dipandang sebagai investasi jangka panjang demi memastikan ketersediaan tenaga medis yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan kesehatan Indonesia di masa depan.

You Might Also Like

Peluang Emas! UMB Sediakan Beasiswa Hingga Gratis Kuliah Bagi Peserta SNBT
Alumni SMA Taruna Nusantara Angkatan 34 Resmi Lulus, Ini Pesan Penting Panglima TNI
KPK Bongkar Modus Pungli dan Titipan Siswa dalam SPMB 2026
Disambut Upacara Militer, Prabowo Pulang ke Jakarta Usai Lawatan di Prancis
Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Dipelajari di Semua Jenjang Sekolah
TAGGED:DokterKedokteranPrabowo SubiantoPresiden Prabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Berprestasi di SEA Games, Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri
Next Article KBRI Phnom Penh menerima kedatangan WNI yang keluar dari sindikat penipuan online di Kamboja. (Foto : Dok. Kemlu) Ribuan WNI Korban Penipuan Daring Datangi KBRI Phnom Penh
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Dedi Mulyadi Larang Titip-Menitip di SPMB Sekolah Maung, Ancam Pecat hingga Proses Hukum

1 week ago
Pendidikan

Universitas Indonesia Gandeng Kampus Top China untuk Tingkatkan Riset dan Pertukaran Mahasiswa

1 week ago
Pendidikan

Kemendikdasmen Kurangi Jumlah Soal Matematika TKA SMA Jadi 25 Butir

1 week ago
Pendidikan

Peluang Magang di Eropa Terbuka untuk Mahasiswa FISIP Undip

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index