Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera memprioritaskan pemulihan pasar, rumah ibadah, dan hunian sementara di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menjelang bulan Ramadhan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan aktivitas ekonomi dan ibadah masyarakat dapat berjalan dengan baik selama bulan puasa.
“Menjelang bulan Ramadhan atau bulan puasa ini di samping untuk pemulihan ekonomi karena ini sangat penting sekali bagi masyarakat, tentunya pasar-pasar didorong untuk aktif secara keseluruhan,” kata Juru Bicara Satgas Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu.
Amran menjelaskan, percepatan pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar masyarakat terdampak bencana dapat kembali beraktivitas secara normal, sekaligus menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman.
Berdasarkan data terbaru satuan tugas, pemulihan fungsi pasar di tiga provinsi terdampak telah menunjukkan hasil signifikan. Sebagian besar pasar yang sebelumnya terdampak bencana kini sudah kembali beroperasi.
“Data sudah di atas 90 persen telah berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Selain pasar, perbaikan rumah ibadah juga menjadi perhatian utama, terutama di wilayah dengan mayoritas penduduk Muslim. Satgas mendorong agar masjid dan rumah ibadah lainnya dapat difungsikan sepenuhnya selama bulan Ramadhan.
“Yang berikutnya menjadi prioritas adalah rumah ibadah khususnya di daerah yang mayoritas masyarakat Muslim untuk masjid-masjid, rumah ibadah ini didorong untuk bisa difungsionalkan, bisa digunakan,” kata Amran.
Pemerintah juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak bencana. Pembangunan ini diharapkan dapat memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal yang layak saat menjalani ibadah puasa.
“Dan kemudian juga huntara ya, huntara ini mudah-mudahan bisa dimaksimalkan tidak ada lagi pengungsi sampai sebelum pelaksanaan ibadah bulan puasa ya,” kata Amran.
Ia optimistis target penyediaan hunian sementara dapat tercapai seiring dengan progres pembangunan yang terus meningkat dan berkurangnya jumlah pengungsi di lokasi pengungsian.
“Pembangunan huntara terus meningkat dan juga jumlah pengungsi semakin berkurang di tempat pengungsian,” tuturnya.