By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Menlu RI Kecam Langkah Israel di Tepi Barat, Dinilai Percepat Aneksasi Ilegal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Menlu RI Kecam Langkah Israel di Tepi Barat, Dinilai Percepat Aneksasi Ilegal

Internasional

Menlu RI Kecam Langkah Israel di Tepi Barat, Dinilai Percepat Aneksasi Ilegal

Jack
By
Jack
4 months ago
Share
3 Min Read
Ilustrasi pembangunan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat. (foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengecam keras keputusan Israel yang dinilai memaksakan kedaulatan tidak sah di wilayah Tepi Barat. Langkah tersebut disebut sebagai upaya yang mempercepat proses aneksasi ilegal terhadap wilayah Palestina yang diduduki.

Kecaman itu disampaikan Sugiono dalam pernyataan bersama para menteri luar negeri dari Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Turkiye, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Pernyataan tersebut dipublikasikan oleh Kementerian Luar Negeri RI melalui media sosial X pada Senin.

“(Para menteri luar negeri) mengecam dengan keras keputusan dan langkah ilegal Israel yang bertujuan memaksakan kedaulatan Israel yang tidak sah, memperkuat aktivitas permukiman, serta memberlakukan realitas hukum dan administratif baru di Tepi Barat yang diduduki,” bunyi pernyataan bersama tersebut.

“Langkah-langkah tersebut dinilai mempercepat upaya aneksasi ilegal dan pengusiran rakyat Palestina. Para menteri menegaskan kembali bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki,” lanjut pernyataan itu.

Para menteri dari negara-negara mayoritas Muslim tersebut juga memperingatkan dampak serius dari berlanjutnya kebijakan ekspansionis Israel serta berbagai tindakan ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memicu eskalasi kekerasan dan memperluas konflik di kawasan.

“Para Menteri menyatakan penolakan mutlak terhadap tindakan-tindakan ilegal tersebut, yang merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, merusak solusi dua negara,” ucap mereka.

Delapan negara tersebut menegaskan bahwa kebijakan Israel di Tepi Barat merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak yang tidak dapat dicabut dari rakyat Palestina untuk mewujudkan negara yang merdeka dan berdaulat berdasarkan garis 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur yang diduduki sebagai ibu kota.

“Tindakan tersebut juga melemahkan upaya yang sedang berlangsung untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan,” sebut para menteri.

Dalam pernyataan itu, para menlu juga menegaskan bahwa kebijakan ilegal Israel di Tepi Barat tidak memiliki kekuatan hukum dan bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan PBB, khususnya Resolusi 2334. Resolusi tersebut mengecam seluruh tindakan Israel yang bertujuan mengubah komposisi demografis, karakter, dan status wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, termasuk Yerusalem Timur.

Baca Juga :

Soal Pencegahan Stunting di Indonesia, Gibran Rakabuming: Perlu Pembenahan di Daerah Kumuh
Lirik Lagu ‘Malapetaka’ Single Baru Juicy Luic yang Langsung Bikin Baper Gen Z

Selain itu, para menteri merujuk pada pendapat nasihat Mahkamah Internasional tahun 2024 yang menyatakan bahwa kebijakan dan praktik Israel di wilayah Palestina yang diduduki, termasuk keberlanjutan kehadirannya, adalah ilegal. Pendapat tersebut menegaskan kewajiban untuk mengakhiri pendudukan Israel serta menyatakan batalnya aneksasi wilayah Palestina yang diduduki.

Para menlu kembali menyerukan kepada komunitas internasional agar memenuhi tanggung jawab hukum dan moralnya, serta mendesak Israel untuk menghentikan eskalasi berbahaya di Tepi Barat yang diduduki, termasuk pernyataan-pernyataan provokatif dari para pejabatnya.

Mereka juga menegaskan bahwa pemenuhan hak rakyat Palestina atas penentuan nasib sendiri dan pembentukan negara melalui solusi dua negara, sesuai dengan resolusi internasional dan Arab Peace Initiative, merupakan satu-satunya jalan menuju perdamaian yang adil, menyeluruh, dan stabilitas kawasan.

You Might Also Like

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran
Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H
Pemerintah Pulangkan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla 2.0, Menlu RI Tegaskan Negara Hadir Lindungi Warganya
Politikus Rumania Sebut Uni Eropa Menuju Kebangkrutan
Pasukan Perdamaian PBB Melemah, Dunia Terancam Konflik Tanpa Akhir?
TAGGED:Israelpalestina
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Foto : Ilustrasi MBG (Sumber : Inversi.id) Pemkab Pati Aktifkan Inspeksi SPPG Demi Keamanan MBG
Next Article Pembatalan Penerbangan di Soetta Disorot, Dampak Emosional Jadi Perhatian
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

AS dan Iran Segera Perpanjang Gencatan Senjata, Selat Hormuz Siap Dibuka

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Iran dan AS Masuki Tahap Final, Trump Sebut Perang Segera Berakhir

2 weeks ago
Terkini

Menlu Sugiono Pastikan 9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan Israel dan Pulang ke Indonesia

2 weeks ago
InternasionalTerkini

Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index