By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris

InternasionalTerkini

Eropa Andalkan Kotoran Sapi untuk Bertahan, Peringatan Bagi Indonesia Sebagai Negara Agraris

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Ketika krisis global menganggu rantai pasok internasional, Uni Eropa (UE) mulai mengandalkan kotoran sapi sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman krisis pupuk global. Indonesia sebagai negara agraris sudah saatnya mempersiapkan diri untuk melakukan langkah serupa. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Krisis global akibat perang dan terganggunya rantai pasok internasional mulai memaksa banyak negara kembali melirik alam sebagai sumber ketahanan hidup. Uni Eropa (UE) bahkan mulai mengandalkan kotoran sapi sebagai bagian dari strategi menghadapi ancaman krisis pupuk global yang dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah.

Langkah tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa di tengah ketidakpastian geopolitik dunia, negara-negara modern sekalipun mulai kembali kepada pendekatan agraris dan sumber daya alami demi menjaga ketahanan pangan.

Menurut laporan Politico, Uni Eropa memilih strategi jangka panjang berbasis pupuk kandang dibanding mengambil langkah cepat seperti mencabut tarif impor pupuk dari Rusia dan Belarusia.

Krisis ini dipicu terganggunya jalur perdagangan global akibat perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang memengaruhi distribusi melalui Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut menangani sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia dan seperlima perdagangan gas alam cair (LNG), bahan utama produksi pupuk nitrat.

Situasi itu membuat dunia mulai menghadapi ancaman kekurangan nutrisi tanaman dan potensi guncangan pangan global.

Di tengah ancaman tersebut, Komisi Eropa justru mendorong pemanfaatan sumber daya alami seperti kotoran sapi untuk memperkuat ketahanan pupuk jangka panjang.

Namun, tidak semua pihak di Eropa yakin strategi tersebut cukup kuat untuk menghadapi ancaman krisis global yang semakin besar.

“Pupuk kandang dapat menjadi kontribusi, tetapi tidak akan pernah dapat menggantikan pupuk berbasis urea, pupuk berbasis nitrogen,” ujar anggota Parlemen Eropa asal Italia dan anggota Komite AGRI, Herbert Dorfmann.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana negara-negara maju mulai kembali menyadari pentingnya kedekatan dengan alam dan budaya pertanian tradisional sebagai fondasi bertahan di tengah krisis dunia.

Baca Juga :

Kapolda Jateng Ajak Mahasiswa Upgris Jaga Persatuan Membangun Bangsa
NPH Berbagi Semangat! 67 Pelajar Berprestasi Raih Beasiswa

Bagi Indonesia, situasi tersebut dinilai menjadi pelajaran penting. Sebagai negara agraris dengan kekayaan lahan pertanian, peternakan, dan budaya desa yang masih kuat, Indonesia sebenarnya memiliki modal besar untuk membangun ketahanan pangan dan energi berbasis sumber daya lokal.

Ketika Eropa mulai melirik pupuk kandang untuk menjaga produksi pangan, Indonesia justru dinilai tidak boleh meninggalkan akar budaya agraris yang selama ini menjadi kekuatan utama bangsa.

Budaya gotong royong petani, sistem pertanian terpadu, hingga pemanfaatan limbah ternak dan organik sebenarnya telah lama hidup di masyarakat Indonesia sebelum era ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia dan impor pangan.

Krisis global saat ini memperlihatkan bahwa modernisasi tanpa ketahanan lokal dapat menjadi titik lemah ketika perang dan geopolitik mengguncang rantai pasok dunia.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Indonesia negara agrarisKotoran SapiKrisis globalUni Eropa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Mobil Mewah Sedot Solar Subsidi, Rakyat Kecil Menjerit! Rakyat Antre Solar, Mafia Justru Panen Miliaran
Next Article “Lampu Sudah Hijau, Nyawa Melayang”: Tragedi Bekasi Timur Bongkar Luka Lama Transportasi RI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

4 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index