By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Jogja Butuh Sirkuit Permanen, Doni Tata: Potensi Pembalap Sangat Besar
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jogja Butuh Sirkuit Permanen, Doni Tata: Potensi Pembalap Sangat Besar

OlahragaTerkini

Jogja Butuh Sirkuit Permanen, Doni Tata: Potensi Pembalap Sangat Besar

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
4 Min Read
Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia Veda Pratama, bersama para kru pada balapan Moto3 GP Brasil 2026 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania. (Foto: Antaranews)
SHARE

INVERSI.ID – Mantan pembalap Moto2 asal Indonesia, Doni Tata Pradita, menilai Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan sirkuit permanen untuk menunjang pembinaan pembalap muda. Menurutnya, potensi besar yang dimiliki daerah tersebut belum sepenuhnya didukung oleh fasilitas latihan yang memadai.

“Kita bisa melahirkan banyak pembalap, tetapi belum punya sirkuit permanen. Mudah-mudahan ke depan ada fasilitas yang bisa mendukung pembalap di Yogyakarta,” kata Doni kepada ANTARA via telepon, Selasa.

Yogyakarta selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan pembalap di Indonesia. Sejumlah nama berhasil menembus level internasional, termasuk Veda Ega Pratama yang baru saja mencetak sejarah dengan tampil di Moto3 dan meraih podium Grand Prix pertamanya saat finis ketiga di Brasil.

Selain itu, Aldi Satya Mahendra juga mencuri perhatian usai meraih podium kedua pada seri pembuka World Supersport 2026 di Phillip Island, Australia.

Nama lain yang pernah tampil di kejuaraan dunia adalah Andi Farid Izdihar atau Andi Gilang. Meski berasal dari Sulawesi Selatan, ia disebut rutin menjalani latihan di Yogyakarta.

Doni menjelaskan, banyaknya sekolah balap menjadi salah satu alasan Yogyakarta berkembang sebagai basis pembinaan pembalap. Beberapa di antaranya bahkan dikelola oleh keluarga pembalap dan pelatih berpengalaman.

“Di Jogja banyak sekolah balap. Ada sekolah balap punya orang tua Veda (Sudarmono), kemudian tempat saya juga, dan beberapa pelatih lain. Jadi kami sering latihan bareng, saling berbagi pengalaman,” katanya.

Ia menambahkan, para pembalap di Yogyakarta terbiasa berlatih bersama guna meningkatkan kemampuan sekaligus memperkuat kekompakan.

“Biasanya kami latihan bareng di Mandala Krida atau di area Pasar Sapi. Jadi memang lebih ke kebersamaan dan saling mendukung,” ujarnya.

Baca Juga :

Dalang Cantik Gebrak Dunia Maya! Wayang Kulit Nggak Bakal Punah di Tangan Milenial Ini!
Siklus Haid Terhambat, Gangguan Kesehatan Bisa Jadi Penyebabnya

Namun, keterbatasan fasilitas membuat para pembalap kerap berlatih di lokasi seadanya, bahkan memanfaatkan area parkir saat tidak digunakan untuk kegiatan lain.

“Kami kadang latihan di tempat parkir. Kalau ada acara atau konser ya tidak bisa dipakai. Jadi memang masih terbatas,” kata Doni.

Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa pembalap seperti Veda dan Aldi kini lebih sering menjalani latihan di Eropa yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Meski begitu, saat kembali ke Indonesia mereka tetap berlatih di Yogyakarta.

Doni berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan sirkuit permanen, mengingat prestasi pembalap asal Yogyakarta terus bermunculan, termasuk dari cabang motocross seperti Sheva Anella Ardiansyah yang sukses meraih podium di ajang internasional.

“Jogja ini sebenarnya barometer pembalap Indonesia. Dengan segala keterbatasan saja bisa lahir pembalap internasional,” katanya.

Menurutnya, keberadaan sirkuit permanen dengan fasilitas lengkap seperti di negara-negara Eropa dan Jepang akan membuka peluang lebih besar bagi lahirnya pembalap berprestasi.

“Kalau tiap daerah punya sirkuit, pasti akan lebih banyak lagi pembalap top yang lahir. Sekarang saja dengan keterbatasan sudah ada yang bisa sampai ke level dunia,” katanya.

Doni berharap Yogyakarta ke depan dapat memiliki sirkuit permanen agar pembinaan pembalap muda berjalan lebih optimal.

“Harapannya tentu Jogja bisa punya sirkuit. Supaya bisa melahirkan lebih banyak Veda baru dan pembalap Indonesia lainnya,” kata Doni.

You Might Also Like

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu
Indonesia Makin Terang! Program Listrik Desa Tembus 92,5 Persen
Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus
Harga BBM Subsidi Tetap. Pemerintah Tahan Pertalite dan Solar Meski Gejolak Energi Global Berlanjut
TAGGED:Moto2Pembalap Indonesia
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Trump Sebut AS Akan Ambil Uranium Iran Jika Kesepakatan Tercapai
Next Article Foto : Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Evaluasi Survei Monev Program MBG Tahap II Provinsi Sumsel Tahun 2025 (Sumber : https://www.bgn.go.id/) Kinerja MBG Melesat, Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

16 QR Code dalam 1 Truk! Modus Helikopter Pencurian BBM Subsidi Jepara Bikin Geram

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Jutaan Jemaah Padati Masjidil Haram untuk Tawaf Wada Sebelum Tinggalkan Makkah

3 days ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 days ago
Olahraga

Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Erick Thohir Sebut Industri Olahraga Naik Kelas

4 days ago

KNVB Berbagi Ilmu di Timika, Pelatih dan Talenta Muda Papua Dapat Pelatihan Khusus

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index