Inversi Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Evaluasi Survei Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Makan Bersama Gratis (MBG) tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi untuk Membangun Generasi yang Sehat, Cerdas, dan Produktif melalui Program MBG” ini diselenggarakan di Hotel Santika Premier Bandara Palembang.
Dalam arahannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan apresiasi atas capaian Program MBG yang terus menunjukkan perkembangan signifikan dan berdampak luas bagi masyarakat. Ia menilai bahwa keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat dengan Program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP), yang telah mendorong perubahan pola pikir masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Menurutnya, implementasi GSMP telah memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di Sumatera Selatan. Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya kemandirian pangan, sehingga pasokan kebutuhan pokok dapat terjaga dengan baik. Kondisi ini turut mendukung keberhasilan Program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.
“Program GSMP telah mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih mandiri dalam hal pangan. Hal ini berkaitan erat dengan pelaksanaan Program MBG, sehingga kebutuhan rumah tangga di Sumatera Selatan dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ujar Herman Deru.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa berbagai indikator pelaksanaan Program MBG menunjukkan tren yang positif. Program ini telah menjangkau sekitar 1,5 juta penerima manfaat, dengan target sasaran yang terus diperluas hingga mencapai lebih dari 2,5 juta penerima di seluruh wilayah Sumatera Selatan. Capaian tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui intervensi gizi yang terstruktur dan berkelanjutan.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan dan pengoperasian Sentra Pengelolaan Pangan Gratis (SPPG). Ia menargetkan agar seluruh SPPG yang direncanakan, yakni sebanyak 808 unit, dapat beroperasi secara optimal guna memperluas jangkauan layanan Program MBG.
“Kami berharap seluruh SPPG dapat segera beroperasi secara menyeluruh, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, Moh. Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu langkah strategis dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kesehatan, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BPS, Program MBG memberikan dampak langsung terhadap berbagai sektor perekonomian. Sektor industri makanan dan minuman mencatat pertumbuhan sebesar 9,6 persen, sektor penunjang sebesar 9,1 persen, sektor perdagangan dan eceran sebesar 10,3 persen, serta sektor penyediaan makan dan minum mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 12,6 persen. Angka-angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ekonomi yang signifikan seiring dengan implementasi program.
“Capaian ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi dalam menekan angka pengangguran,” jelas Wahyu.
Seiring dengan bertambahnya jumlah dapur MBG yang beroperasi di berbagai daerah, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan juga menunjukkan kinerja yang positif. Laju pertumbuhan ekonomi daerah ini tercatat berada di atas rata-rata nasional, yang menandakan bahwa kebijakan yang diterapkan mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian.
Selain itu, keberhasilan dalam menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi turut menjadi indikator penting yang memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi dengan kinerja ekonomi yang baik. Hal ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga keseimbangan antara produksi dan konsumsi.
Hingga saat ini, ratusan SPPG telah beroperasi dan melayani jutaan penerima manfaat di berbagai wilayah. Kehadiran SPPG tidak hanya berfungsi sebagai pusat distribusi makanan bergizi, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pemberdayaan pelaku usaha di sektor pangan.
Rakorda ini turut dihadiri oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung keberlanjutan dan optimalisasi Program MBG ke depan.
Secara keseluruhan, Program MBG menjadi salah satu inovasi kebijakan yang mampu memberikan dampak positif secara multidimensi. Selain meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, program ini juga memperkuat ketahanan pangan, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Dengan sinergi yang terus diperkuat antara pemerintah dan masyarakat, Program MBG diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi model kebijakan yang berkelanjutan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing tinggi di masa depan.