INVERSI.ID – Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan terkait potensi kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menyebut bahwa jika kesepakatan tercapai, pihaknya akan mengambil alih uranium yang telah diperkaya milik Iran.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Senin, Trump menegaskan langkah tersebut dinilai mudah untuk dilakukan.
“Sangat mudah, Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri,” tambahnya.
Isu uranium yang diperkaya selama ini menjadi salah satu titik krusial dalam hubungan kedua negara yang telah berlangsung tegang selama bertahun-tahun.
Trump juga menyinggung adanya pembicaraan terbaru antara Washington dan Teheran yang disebut terjadi pada Minggu malam. Namun, klaim tersebut telah dibantah oleh pihak Iran. Meski begitu, ia menegaskan bahwa kedua pihak sama-sama memiliki keinginan untuk mencapai kesepakatan.
“Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan.”
“Kita akan bertemu hari ini mungkin melalui telepon,” katanya.
Lebih lanjut, Trump mengungkapkan bahwa komunikasi langsung antara pejabat kedua negara dinilai tidak mudah dilakukan. Namun, ia tetap optimistis pertemuan tatap muka dapat segera terealisasi.
Selain itu, Trump juga mengumumkan kebijakan jeda sementara selama lima hari terhadap serangan yang menargetkan fasilitas energi Iran. Ia menyatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan situasi ke depan.
“Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hari kita.”
Pernyataan ini menambah dinamika terbaru dalam hubungan diplomatik antara AS dan Iran yang selama ini diwarnai ketegangan, terutama terkait isu nuklir dan keamanan kawasan.